Bandung, 13 Agustus 2014.

Tindak pidana korupsi di Indonesia bisa dikatakan parah dan akut, bahkan banyak pihak menilai korupsi telah mejadi budaya. Perilaku korupsi sudah seperti penyakit kanker ganas yang menjalar ke sel-sel organ publik, menjangkit ke lembaga-lembaga tinggi Negara seperti legislatif, eksekutif dan yudikatif hingga BUMN dengan pelaku di setiap lapisan struktural.

Kondisi diatas juga terjadi di wilayah Provinsi Jawa Barat. Sebagai contoh, kasus korupsi pajak sertifikasi guru Kab. Bandung, korupsi dana perjalanan dinas anggota DPRD Kota Cimahi TA 2011 dan masih banyak lagi kasus lainnya.

Pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan hanya dengan proses peradilan, tetapi pencegahan dan penyadaran pun harus dilakukan. Proses Pendidikan dan Pelatihan (diklat) merupakan salah satu cara lain dalam pemberantasan korupsi. Diklat merupakan upaya normatif yang mengacu pada nilai-nilai mulia dan nilai tersebut dapat dilanjutkan melalui transfer knowledge di semua aspek. Pada dasarnya diklat dilakukan dengan tujuan untuk tersedianya aparatur birokrasi yang profesional, bersikap dan beretika sesuai etika publik.

Ir. Adang Kurniadi, MM. Sebagai orator pada acara tersebut mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada Alumnus Diklat Prajabatan Golongan III di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukan peningkatan yang signifikan dalam perilaku anti korupsi.

"Dalam pelaksanaan diklat hendaknya memperkuat soft competency dibanding hard competency", tegas beliau.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Herri Hudaya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi untuk orasi ilmiah yang dilakukan. Beliau mengatakan bahwa orasi ilmiah adalah kewajiban seorang Widyaiswara dalam rangka meningkatkan pengetahuan.

Dra. Purwastuti, M.BA yang menjabat Kepala Pusat Pembinaan Widyaiswara dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia mengatakan bahwa membuat karya tulis ilmiah merupakan hal yang mutlak dilakukan oleh Widyaiswara. Widyaiswara yang membuat Karya Tulis Ilmiah akan mendapatkan angka kredit. Namun beliau mengingatkan bahwa pembuatan Karya Tulis Ilmiah jangan untuk mendapat angka kredit saja, tapi kaidah ilmiah jangan sampai hilang. "Melalui forum ini merupakan bentuk pertanggungjawaban bagi Widyaiswara", pungkas Beliau.

 

MyLiveChat

Berita Foto

OL From Cianjur

Penerimaan Obsevasi Lapangan (OL) Peserta Diklat ...

Pameran Inovasi ...

Pembukaan Diklat ...

Pembukaan dan pengarahan Diklat Prajab Golongan ...

Follow Badiklatda on Twitter