Jajaran pimpinan Lembaga Administrasi Negara bermaksud memperbaharui sistem penyelenggraan Diklat Kepemimpinan. Pembaharuan ini dilaksanakan setelah mendapatkan masukan dari berbagai stakeholder, termasuk melakukan analisis dan evaluasi secara langsung terhadap penyelengraan Diklat Kepemimpinan selama ini. Selama ini dievaluasi bahwa Diklat Kepemimpinan lebih menekankan pada pembekalan pengetahuan semata. Dengan kata lain, Diklat Kepemimpinan selama hanya fokus pada peningkatan intelektualisme para peserta Diklat. 
Berdasarkan pengalaman best practice di beberapa negara, Diklat Kepemimpinan mereka ternyata mengarahkan peserta Diklat untuk menunjukkan kinerja nyata mereka. Dengan demikian, penyelenggaraan Diklat tidak berhenti setelah peserta berhasil dibekali dengan peengetahuan dan keterampilan memimpin, melainkan harus tetap berlanjut, mengawal peserta menerapkan pengetahuan yang telah diperolehnya. 

Kesepakatan mengubah pola penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan di atas, dilakukan dalam Rapat Pimpinan di lingkungan Lembaga Administrasi Negara, tentu saja, setelah mempertimbangkan berbagai masukan dari peserta rapat, termasuk masukan stakeholder yang telah ada selama ini. 

Dengan mengacu pada prinsip pembaharuan di atas, maka ke depan penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan terdiri atas 6 Tahap, yaitu: 
1. Tahap Diagnosa Kebutuhan Perubahan Organisasi
Tahap ini merupakan tahap penentuan area organisasi yang akan mengalami perubahan. Pada Tahap ini, peserta dibekali dengan kemampuan mendiagnosa organisasi sehingga mampu mengidentifikasi area dari strategi organisasi yang perlu direformasi. 

2. Tahap Taking Ownership (Breakthrough 1)
Tahap pembelajaran ini mengarahkan peserta untuk membangun organizational learning atau kesadaran bersama akan pentingnya mereformasi area organisasi yang bermasalah. Peserta diarahkan untuk mengkomunikasikan permasalahan organisasi tersebut kepada stakeholdernya dan mendapat persetujuan untuk mereformasinya, terutama dari atasan langsungnya. Pada tahap ini, peserta juga diminta mengumpulkan data selengkap mungkin untuk memasuki tahap pembelajaran selanjutnya. 

3. Tahap Merancang Perubahan dan Membangun Tim
Tahap pembelajaran ini membekali peserta dengan pengetahuan membuat rancangan perubahan yang komprehensif menuju kondisi ideal dari strategi organisasi yang dicita-citakan. Di samping itu, peserta juga dibekali dengan kemampuan mengidentifikasi stakeholder yang terkait dengan rancangan perubahannya, termasuk dibekali dengan berbagai teknik membangun Tim yang efektif untuk mewujudkan perubahan tersebut. 

4. Tahap Seminar Rencana Aksi Perubahan Organisasi
Tahap pembelajaran memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengkomunikasikan rencana aksi yang telah dirancangnya, sebagai langkah awal dalam membangun kesadaran bersama untuk mewujudkan kondisi ideal organisasi. Dalam presentasi ini, kehadiran atasan langsung peserta Diklat dan stakeholder straejik lainnya sangat dibutuhkan untuk memberi masukan dan dukungan terhadap implementasi rencana aksi ini. 

5. Tahap Laboratorium Kepemimpinan (Breakthrough II)
Tahap pembelajaran ini mengarahkan peserta untuk menerapkan dan menguji kapasitas kepemimpinannya. Dalam tahap ini, peserta kembali ke tempat kerjanya dan memimpin implementasi Rencana Aksi Perubahan Organisasi yang telah dibuatnya. 

6. Tahap Evaluasi
Tahap pembelajaraan ini merupakan tahap berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam memimpin implementasi Rencana Aksi Perubahan Organisasi. Kegiatan berbagi pengetahuan dilaksanakan dalam bentuk seminar implementasi Rencana Aksi Perubahan Organisasi. Hanya peserta yang berhasil mengimplementasikan Rencana Aksi Perubahan Organisasi yang dinyatakan telah memiliki kompetensi kepemimpinan . Sedangkan yang tidak berhasil, diberi sertifikat mengikuti Diklat Kepemimpinan . 

Sumber ( http://www.lan.go.id )

MyLiveChat

Berita Foto

OL From Cianjur

Penerimaan Obsevasi Lapangan (OL) Peserta Diklat ...

Pameran Inovasi ...

Pembukaan Diklat ...

Pembukaan dan pengarahan Diklat Prajab Golongan ...

Follow Badiklatda on Twitter