Bandung, 16 Desember 2014

Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat yang bentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2011 merupakan Organisasi Perangkat Daerah yang memiliki Tugas dan fungsi sebagai Penyelenggaraan perumusan, penetapan, pengaturan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan diklat, diklat kepemimpinan dan fungsional serta diklat teknis.  Visi Badandiklat Jawa Barat adalah "Menjadi Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Berstandar Internasional Menuju Aparatur Berkelas Dunia"

Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 12  Tahun 2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat III , diharapkan alumni dari peserta Diklat Pim III dapat mengembangkan kompetensi kepemimpinan taktikal pada pejabat struktural eselon III yang akan berperan dalam melaksanakan tugas dan fungsi kepemerintahan. Kegiatan Diklat Pim III diselenggarakan selama 93 hari kerja atau setara dengan 240 JP atau 28 hari kerja untuk pembelajaran secara klasikal dan 585 JP atau setara dengan 65 hari kerja untuk pembelajaran non klasikal.

Adapun evaluasi terhadap peserta diklatpim ini terdiri atas : 

1. Sikap dan Prilaku 

2. Kualitas perubahan .

Sikap dan prilaku terdiri atas ;Integritas, Etika, Kedisiplinan, kerja sama serta prakarsa. Sementara Kualitas perubahan terdiri atas ;; Identifikasi perubahan, rancangan perubahan serta pemimpin perubahan.

Berdasarkan pengalaman penulis sebagai alumni peserta Pim 3 pola baru , serta sekaligus sebagai Kepala Bidang Pim dan Fungsional yang juga menjabat sebagai tim evaluator dalam proses ujian seminar kelulusan dalam 4 mencoba berusaha menggali beberapa tahapan proses Pim ini yang kiranya dapat menjadi bahan kajian bersama untuk kebaikan dalam proses pendidikan dan pelatihan khususnya Pola Pim yang baru

- Proses Pengrekrutan peserta

Dalam proses seleksi calon peserta yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat atau Kab/Kota , seluruh peserta Diklat Pim Pola baru sebagian besar adalah para Pejabat Esselon 3, artinya adalah mereka yang telah menduduki jabatan  sebagai Kepala Bagian/Kepala Bidang atau yang setara. Proses seleksi calon peserta Pim khususnya Pim III dilaksanakan kurang selektif, artinya adalah bahwa indikator dari syarat peserta hanya dilihat dari satu aspek yaitu jabatan tanpa mempertimbangkan aspek lainnya baik berupa kompetensi ataupun skills.

- Proses Belajar Mengajar

Dalam sistem Pola baru ini, dikenal  dengan sistem Of dan on Campus. Off campus artinya adalah peserta belajar di tempat ruang kerja nya, dimana tempat kerja di buat sebagai Labolatorium kepemimpinan. Peserta harus mampu mengatur waktu antara tugas kantor dengan tugas pembelajaran sebagai peserta diklat. On Campus artinya peserta belajar di dalam kelas/Campus dengan langsung berinteraksi dengan para Widyaiswara atau Coach. Dalam proses pembelajaran ini peserta diberikan  materi dengan topik ; Wawasan kebangsaan, Pembekalan issue strategis, Diagnosa reading serta penjelasan proyek perubahan selama 22 sesi atau 66 JP.

Dalam Tahap II peserta diberikan waktu untuk Taking ownership dengan materi coaching dan Counselling selama 6 sesi atau setara dengan 18 JP, sedangkan dalam Tahap III dan selama 48 sesi peserta diberikan materi dengan tema Merancang Perubahan. Tahap Laboratorium Kepemimpinan dilaksanakan selama 60 hari yang langsung diikuti dengan Thap V selama 2 hari untuk melaksaaan evaluasi.

Proses Bimbingan

Selama dalam kegiatan Breaktrough selama 60 hari, peserta di wajibkan melaksanakan coaching dengan para pembimbing (Couch) dalam rangka proses penyusunan proyek perubahan. Tidak ada aturan yang baku dalam proses coaching ini , dimana peserta dapat bebas berinteraksi dengan para coach nya. Namun sangat disayangkan dimana banyak juga peserta yang kurang berkomunikasi dengan para couch nya dengan berbagai alasan yang ada.

Proses seminar

Dalam proses seminar yang dilaksanakan sehari menjelang penutupan diklat, peserta diharuskan mempersiapkan seluruh laporan proyek perubahan dengan seluruh rangkaian millstone serta evident yang dimilikinya. Seminar dilaksanakan dihadapan satu orang penguji serta mentor dan Widyaiswara yang bertugas sebagai couch dari peserta tersebut. Seminar dilaksanakan dengan durasi waktu selama 45 menit, dimana peserta diwajibkan memberikan presentasi tentang proyek perubahan yang diawali dengan  Burning Platform (latar belakang, inovasi serta penyampaian bukti dari proses tersebut ).

Evaluasi Kelulusan

Dalam proses akhir sidang evaluasi kelulusan, seluruh hasil penilaian yang dilakukan oleh para Mentor dan Couch dipresentasikan dihadapan tim evaluator. Tim evaluator terdiri atas ; Kepala Badan Diklat, Sekretaris Badan Diklat, Kepala Bidang Pim dan Fungsional serta Koordinator WI. Kewenangan dari Tim evaluator adalah memberikan arahan serta penjelasan terkait dengan hasil akhir seminar, bahkan tim evaluator memiliki kewenangan untuk menentukan 5 peringkat terbaik dari peserta Pim yang ada.   Dalam proses penentuan kelulusan , Tim evaluator memiliki 3 azas dalam penilaian yaitu ;

1. Azas Orisinalitas

Azas ini mengandung arti bahwa seluruh proyek perubahan yang dibuat oleh peserta diklat disusun dan dirumuskan berdasarkan ide pemikirannya serta bukan melaksanakan tugas yang telah direncanakan dalam program kerja satuannya.

2. Azas Keberlangsungan proyek perubahan 

Azas ini  mengandung arti bahwa proyek perubahan yang dibuat dapat dijamin keberlangsungngannya baik oleh mentor sebagai atasan langsung atau oleh peserta sebagai projec leader

3. Azas kebermanfaatan 

Azas ini mengandung arti bahwa proyek perubahan yang dibuat memiliki nilai kebermanfaatan dengan ruang lingkup yang setara dengan Tugas dan tanggung jawabnya atau bahkan lebih dari ruang lingkup serta tanggung jawabnya yang ada.

 

Demikian kiranya bahan pengalaman penulis dalam mengikuti perjalanan Diklat Pim Pola baru yang telah dilaksaakan oleh Badan Diklat Daerah Provinsi Jawa Barat  sesuai dengan Kebijakan yang ditetapkan oleh Lembaga Adminstrasi Negara sebagai lembaga yang memiliki kewenangan untuk merumuskan model diklat bagi Aparatur Sipil Negara. Kiranya hal ini menjadi bahan kajian kita bersama untuk berupaya mencetak ASN yang berintegritas dan memiliki profesionalisme yang tinggi.

Oleh : Drs BUDY HERMAWAN, MSi

Kabid Diklat Pim dan Fungsional

 

MyLiveChat

Berita Foto

OL From Cianjur

Penerimaan Obsevasi Lapangan (OL) Peserta Diklat ...

Pameran Inovasi ...

Pembukaan Diklat ...

Pembukaan dan pengarahan Diklat Prajab Golongan ...

Follow Badiklatda on Twitter