Bandung, senin, 6 april 2015

          Sesuai amanat Undang-Undang Aparatur Sipil Negara, Badan Diklat Daerah Provinsi Jawa Barat secara resmi membuka pelaksanaan Diklat Kepemimpinan Tingkat II bagi para pejabat Esselon II sebanyak 60 orang .

          Dalam amanat Gubernur yang dibacakan oleh PLH Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, H. Iwa Karniwa SE.Ak.,MM.,CA.,mengatakan ; pada masa yang semakin kompleks dan dinamis sekarang ini, kepemimpinan aparatur yang lebih responsif dan akuntabel, masih dianggap sebagai salah satu faktor penentu pembangunan di tanah air kita, baik pada level pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Seiring dengan itu, perlu dikembangkan model kepemimpinan yang mampu mengedepankan keteladanan, menekankan pentingnya proses kolaborasi dengan bawahan, lebih mengutamakan konsensus daripada hierarki, dan memberikan ruang yang lebih terbuka untuk kepentingan aspirasi masyarakat.

          Dalam konteks inilah, perubahan paradigma “dilayani menjadi melayani” merupakan langkah awal pembangunan partisipasi masyarakat. Dapat kita saksikan, ketika pemerintah mampu menunjukan kapasitasnya sebagai abdi masyarakat, maka pada saat yang sama akan tumbuh kesadaran masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proses pembangunan secara berkesinambungan. Pepatah mengatakan, “perbuatan lebih fasih dari pada ucapan”. Artinya, penumbuhan kesadaran pemimpin akan tugas dan fungsinya sebagai abdi masyarakat, merupakan suatu keniscayaan bagi pencapaian sinergitas pembangunan.

          Sejalan dengan itu, kesadaran akan pentingnya sinergitas pembangunan, termasuk dalam tahap pengambilan keputusan, merupakan kunci utama keberhasilan tahapan pembangunan selanjutnya. Hal ini dapat pahami, karena pengambilan keputusan yang terpusat (centralized patterns) tidak akan mampu mengakomodasi variasi sosio kultural lokal yang terus berkembang, disamping akan menyebabkan lemahnya proses mobilisasi ke arah perubahan.

Kepala Badan Diklat Daerah Provinsi Jawa Barat , Dr H. Herri Hudaya menyatakan bahwa tujuan penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat II adalah meningkatkan  kompetensi kepemimpinan pejabat struktural Eselon II yang akan berperan dan melaksanakan tugas dan fungsi kepemerintahan di instansinya masing-masing.

    Adapun sasaran Diklat Kepemimpinan Tingkat II adalah terwujudnya Aparatur Sipil Negara yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan jabatan struktural Esselon II.

          Sebagaimana kita maklumi, pada masa yang semakin kompleks dan dinamis sekarang ini, kepemimpinan aparatur yang lebih responsif dan akuntabel, masih dianggap sebagai salah satu faktor penentu pembangunan di tanah air kita, baik pada level pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Seiring dengan itu, perlu dikembangkan model kepemimpinan yang mampu mengedepankan keteladanan, menekankan pentingnya proses kolaborasi dengan bawahan, lebih mengutamakan konsensus daripada hierarki, dan memberikan ruang yang lebih terbuka untuk kepentingan aspirasi masyarakat.

          Dalam konteks inilah, perubahan paradigma “dilayani menjadi melayani” merupakan langkah awal pembangunan partisipasi masyarakat. Dapat kita saksikan, ketika pemerintah mampu menunjukan kapasitasnya sebagai abdi masyarakat, maka pada saat yang sama akan tumbuh kesadaran masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proses pembangunan secara berkesinambungan. Pepatah mengatakan, “perbuatan lebih fasih dari pada ucapan”. Artinya, penumbuhan kesadaran pemimpin akan tugas dan fungsinya sebagai abdi masyarakat, merupakan suatu keniscayaan bagi pencapaian sinergitas pembangunan.

          Sejalan dengan itu, kesadaran akan pentingnya sinergitas pembangunan, termasuk dalam tahap pengambilan keputusan, merupakan kunci utama keberhasilan tahapan pembangunan selanjutnya. Hal ini dapat pahami, karena pengambilan keputusan yang terpusat (centralized patterns) tidak akan mampu mengakomodasi variasi sosio kultural lokal yang terus berkembang, disamping akan menyebabkan lemahnya proses mobilisasi ke arah perubahan.

          Terdapat perubahan  dilakukan  di  Bidang   Diklat, mulai Dari Diklat Prajabatan, Diklat Kepemimpinan sehingga membawa implikasi dalam perubahan kurikulum, cara pembelajaran, cara penilaian, kompetensi fasilitator, termasuk kompetensi penyelenggara diklat yang terus diupayakan oleh Badan Diklat Daerah Provinsi Jawa Barat.

Perubahan pada penyelenggaraan Diklatpim Tingkat II Angkatan VII, dimana pembelajaran tidak hanya dilakukan di kampus (on campus) tapi juga kegiatan di instansi masing-masing (of campus) pada saat pelaksanaan breakthrough I dan II.

Pengalaman   pembelajaran   Diklatpim Tingkat II diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan yang cukup serta kesempatan membangun jejaring (networking) dengan berbagai instansi. Sehingga selama proses pembelajaran/ diskusi yang dilalui dapat menghasilkan suatu karya yang bermanfaat yaitu Project Perubahan yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja instansinya.

Peran para peserta sebagai pemimpin birokrasi sangat krusial karena pejabat struktural Eselon II sebagai pemimpin strategis, harus mempunyai kemampuan dalam menetapkan strategi kabijakan tersebut.

Pengembangan kompetensi kepemimpinan menjadi penting dilakukan untuk membentuk pemimpin sektor publik yang mampu menginisiasi dan mengelola perubahan yang diharapkan tidak hanya perubahan pada aspek kognisi, afeksi namun juga psikomotorik.

Kepala Bidang Diklat Kepemimpinan Dan Fungsional , Drs. Budy Hermawan, M.Si., menyatakan bahwa waktu pelaksanaan diklat berlangsung selama16 minggu(6 minggu on campus dan 10 minggu of campus) dimulai pada tanggal 5 april s/d 30 juli 2015.

Diklatpim Tingkat II Angkatan VII Tahun 2015 diikuti oleh 60 orang peserta terdiri dari 50 laki-laki dan 10 perempuan yang berasal dari instansi pusat dan pemerintah daerah seluruh indonesia,yaitu :

1.

Kementerian

14 orang

2.

BPKP

2 orang

3.

Provinsi

1 orang

4.

Kabupaten

33 orang

5.

Kota

10 orang

 

Jumlah

60 orang

 

Peserta mayoritas telah menduduki jabatan Eselon II, yaitu  sebanyak  58 orang, dan   2 orang adalah peserta yang dipersiapkan untuk menduduki jabatan Eselon II.

Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan Vii diselenggarakan di kampus I  Badiklatda Provinsi Jawa Barat  Jalan Windu Nomor 26 Bandung dan Kampus II Badiklatda Provinsi Jawa Barat Jl. Kolonel Masturi Km. 3,5 Cipageran Kota Cimahi.

 

Kegiatan program Diklatpim Tingkat II Angkatan VII diselenggarakan dengan Pola Baru berdasarkan Peraturan Kepala Lan Nomor 11 Tahun 2013 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II.

Dalam diklat ini siswa tidak hanya melakukan pembelajaran di kampus (On Campus), tetapi juga di instansi masing-masing siswa dalam rangka Breakthrough I dan Breakthrough Ii (Off Campus)

Kegiatan Diklatpim Tingkat Ii  disusun menjadi lima tahap pembelajaran yaitu :

1) Tahap Diagnosa Kebutuhan Perubahan

2) Tahap Taking Ownership (Breakthrough II) 

3) Tahap Merancang Perubahan, Membangun Tim;

4) Tahap Laboratorium Kepemimpinan (Break Through Ii),  dan

5) Tahap evaluasi.

 

E v a l u a s i

Evaluasi terhadap siswa Diklatpim Tingkat II  meliputi 2 (dua) aspek dengan bobot sebagai berikut :

No

Aspek

Bobot (%)

1.

Perencanaan Motivasi

40

2.

Manajemen Perubahan

60

 ketidakhadiran siswa melebihi 6 (enam) sesi atau 18 (delapan belas) jam pembelajaran dinyatakan gugur.

Surat Tanda Tamat Pendidikan Dan Pelatihan (STTPP)

1.    Kepada siswa Diklatpim Tingkat II yang telah menyelesaikan seluruh program dengan baik dan dinyatakan lulus, diberikan STTPP;

 

2.    Peserta yang tidak lulus diberikan surat keterangan telah mengikuti Diklatpim Tingkat II.

MyLiveChat

Berita Foto

OL From Cianjur

Penerimaan Obsevasi Lapangan (OL) Peserta Diklat ...

Pameran Inovasi ...

Pembukaan Diklat ...

Pembukaan dan pengarahan Diklat Prajab Golongan ...

Follow Badiklatda on Twitter