Rabu, 16/12/2015

 

Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat sebagai Lembaga Diklat Pemerintah yang meraih Akreditasi A tentunya bisa memfasilitasi pelaksanaan Diklat untuk Kota maupun Kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Seperti yang dilakukan oleh Kabupaten Karawang yang bekerjasama dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III. Pelaksanaan Diklat Pim Tk. III Kabupaten  Karawang diselenggarakan dengan pola fasilitasi oleh Badan Pendidikan dan  Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat. Pelaksanaan Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III Kabupaten Karawang berlangsung di Aula Utama Kampus I Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat, Jalan Windu nomor 26, Kota Bandung.

Dalam laporan penyelenggaraan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Karawang, Drs. H. Haryanto, MM. menyebutkan bahwa Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III Angkatan I Tahun 2015 Kabupaten Karawang diikuti oleh 30 peserta diklat dan berdasarkan hasil evaluasi dinyakatan lulus seluruhnya.

Asisten Daerah Bidang III Kabupaten Karawang, Drs. H. Ramon Wibawa Laksana, M.Si dalam sambutannya mengatakan Alumni Pendidikan dan Pelatihan  Kepemimpinan Tingkat III diharuskan menjadi pemimpin perubahan di instansi kerjanya masing-masing. Harapan besar tentang perubahan wajah aparatur di Kabupaten Karawang berada di pundak Alumni Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan I Kabupaten Karawang. Dengan termasuk kategori pemimpin perubahan, diharapkan Alumni Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan I ini bisa membawa perubahan wajah aparatur di Kabupaten Karawang khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Herri Hudaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa perubahan mind set harus segera dilakukan. Perubahan mind set dipengaruhi oleh local wisdom. Local wisdom merupakan hal yang berpengaruh besar terhadap perilaku dan cara berpikir aparatur, maka yang harus dibangun adalah iklim kerja berbasis local wisdom dengan nilai positif. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari negara yang didalamnya ada daerah otonom. Otonom yang dimaksud bukanlah terlepas dari pusat, akan tetapi masing-masing mempunyai peran yang berbeda dengan sistem leveling yang tetap ada. Kategori pemimpin perubahan dituntut untuk senantiasa melakukan inovasi untuk membentuk iklim kerja yang dinamis dan inovatif.

"Anda harus terus melakukan inovasi, karena aparatur dituntut untuk menjadi bagian dari goverment yang akomodatif dan dinamis", tegas beliau.

MyLiveChat

Berita Foto

OL From Cianjur

Penerimaan Obsevasi Lapangan (OL) Peserta Diklat ...

Pameran Inovasi ...

Pembukaan Diklat ...

Pembukaan dan pengarahan Diklat Prajab Golongan ...

Follow Badiklatda on Twitter