Bandung, 01 Juni 2016

Pemanfaatan potensi maritim Indonesia selalu digaungkan oleh Presiden Republik Indonesia. Hal tersebut didasari bahwa Indonesia mempunyai garis pantai  terpanjang kedua setelah Kanada. Zona Ekonomi Eksklusif  Indnesia belum dimanfaatkan dengan baik. Menyambut dan mendukung hal tersebut, Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan  Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Subtantif Perikanan dan Kelautan Bidang Tangkap di lingkungan Provinsi Jawa Barat. Diklat Teknis Subtantif (DTS) yang dimulai pada 14 hari lalu (16/05/2016) ini ditutup pada hari ini (Rabu,01/06/2016). Penutupan dilaksanakan di Aula Utama Kampus I Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat, jalan Windu Nomor 26 Bandung.

Firman Faturachman, S.Sos., M.Si sebagai penyelenggara kegiatan menyampaikan laporannya. Dalam laporan tersebut Firman menyampaikan bahwa DTS Perikanan dan Kelautan Bidang Tangkap dimulai pada tanggal 16 Mei 2016 dan berakhir pada 01 Juni 2016. DTS Perikanan dan Kelautan Bidang Tangkap diikuti oleh 30 peserta dan dinyatakan lulus seluruhnya. Sebagai aplikasi materi yang diterima di dalam kelas, pada tanggal 29 hingga 31 Mei 2016 peserta diklat telah melaksanakan praktik kompetensi dan Benchmarking dengan lokus Pelabuhan Perikanan Nusantara Perigi di Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur. Firmna berharap Alumni Diklat dapat mengimplementasikan semua pengetahuan dan wawasan yang diperoleh selama mengikuti diklat dalam melaksanakan tugas pokoknya. Selain harapan implementasi, Firman juga berharap diseminasi pengetahuan bisa dilakukan terhadap lingkungan kerja masing-masing sehingga pada akhirnya peningkatan ethos kerja sebagai Aparatur Sipil Negara bisa meningkatkan kinerja lembaga. 

Dalam rangkaian penutupan kegiatan, perwakilan peserta menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti diklat. Disampaikan bahwa Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat sangat layak menyandang akreditasi A. Hal ini tercermin dari pelayanan prima dan fasilitas yang disedian oleh penyelenggara yang begitu baik.  Selain ucapan terimakasih, permohonan maaf juga disampaikan dari peserta kepada penyelenggara bila selama mengikuti diklat ada kata atau perbutan yang menyinggung. 

Kepala Bidang Dklat Teknis, Drs. Denny Ernawan yang mewakili Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat menyampaikan sambutannya, Denny menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan mencanangkan program agar Indonesia mampu menjadi produsen ikan terbesar di dunia. Pencanangan sebagai produsen terbesar di dunia ini mengharuskan Indonesia untuk segera memacu produksi perikanannya hingga lebih dari 16 juta ton per tahun. Hal ini tentu bukan persoalan yang mudah, mengingat pencapaian produksi perikanan Indonesia saat ini masih sekitar 10,83 juta ton per tahun. Potensi lestari perikanan laut Indonesia terhitung sebesar 6,4 juta ton per tahun, sedangkan jumlah tangkapan yang diperbolehkan adalah sebesar 5,12 juta ton per tahun atau sebesar 80% dari potensi lestari.

Saat ini, Indonesia baru mampu memanfaatkan potensi tangkapan tersebut sebesar 4,3 juta ton atau sekitar 83,98 persen dari jumlah tangkapan ikan yang diperbolehkan. Namun demikian, terdapat potensi penangkapan illegal yang dilakukan oleh nelayan asing serta penangkapan yang tidak dilaporkan kepada lembaga yang berwenang sebesar 1,5 juta ton per tahun, sehingga bilamana ini ditambahkan dengan pemanfaatan aktual, maka sesungguhnya perikanan laut indonesia telah memasuki kriteria kelebihan penangkapan. 

MyLiveChat

Berita Foto

OL From Cianjur

Penerimaan Obsevasi Lapangan (OL) Peserta Diklat ...

Pameran Inovasi ...

Pembukaan Diklat ...

Pembukaan dan pengarahan Diklat Prajab Golongan ...

Follow Badiklatda on Twitter