BANDUNG - Apa arti sebuah karya foto jurnalistik bagi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan? Tidak ada yang tahu kecuali dirinya sendiri. Namun, Gubernur yang 19 Juni mendatang berusia 48 tahun itu mengulas sendiri makna karya jurnalistik foto bagi dirinya. Hal tersebut diutarakan saat lesehan workshop ajang Pameran Foto Kilas Balik Jawa Barat 2013 di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, Jumat sore, 18 Januari 2013. Lesehan dihadiri sekitar 50 anggota Wartawan Foto Bandung (WFB) dan fotografer pemula, serta Adek Berry, jurnalis foto Kantor Berita Prancis (AFP). Gubernur Heryawan mengutarakan, foto yang berkualitas dapat meninggalkan kesan mendalam pada seseorang. Penyebabnya, sang foto mampu memberi inspirasi dan membangun kembali pengalaman istimewa atas sesuatu. "Saya bahkan sangat terkesan hanya pada foto profil picture di media sosial yang di-posting orang lain. Foto itu memperlihatkan dua murid SD (Sekolah Dasar) yang berjalan di bawah hujan, dengan berpayung memakai pelepah pisang," ungkapnya. Gubernur mengulas, foto itu sangat menarik bukan hanya karena berkualitas. "Namun foto itu berkesan karena mampu menghubungkan saya dengan masa lalu. Saya pernah seperti itu ketika masih di SD, soalnya," tutur Gubernur, seraya tersenyum. Karena kekuatan foto jurnalistik, menurut Heryawan, media ini menjadi salah satu sarana efektif untuk membangun opini publik. Dengan demikian, media foto dapat berperan penting dalam kemajuan daerah. Fotografer AFP Adek Berry --yang berpengalaman luas dalam peliputan perang di berbagai belahan dunia-- menjelaskan, foto bisa menjadi catatan keseharian seseorang. "Bagi Gubernur Jawa Barat, misalnya, foto dapat menjadi sarana untuk melihat mana program yang sudah dilaksanakan dan belum," jelas Adek, yang tampil sebagai mentor pada workshop jurnalistik foto, serangkaian Pameran Foto Kilas Balik Jawa Barat 2013. (Sumber: http://jabarprov.go.id)

MyLiveChat

Berita Foto

OL From Cianjur

Penerimaan Obsevasi Lapangan (OL) Peserta Diklat ...

Pameran Inovasi ...

Pembukaan Diklat ...

Pembukaan dan pengarahan Diklat Prajab Golongan ...

Follow Badiklatda on Twitter