BANDUNG -- Atas usaha dan dukungan pemrov jabar akhirnya Gunung Padang Cianjur ditetapkan sebagai situs nasional. Menyusul, pada tanggal 17 Agustus telah dibentuk Tim Nasional Percepatan Penelitian dan Ekskavasi situs Gunung Padang. sebagai langkah awal tim peneliti akan melakukan penggalian di bagian utara situs. Hal tersebut diungkapkan oleh Wisnu Ariastika usai menemui Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar di Rumah Dinasnya, Jl Ir Juanda, Bandung, Senin (18/8).

Menurut Wisnu yang merupakan peneliti dan ahli struktur dari Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) mengatakan, setelah mendapat Keputusan Menteri (Kepmen) langkah awal dari tim peneliti yang terdiri dari Kemendikbud, Kementrian ESDM, Kementrian PU, Gubernur Jabar, TTRM dan sejumlah arkelog/peneliti adalah melakukan pengamanan stuktur.

“Kita rencananya mulai besok itu sudah masuk gunung padang untuk melihat detil mana saja yang harus dilakukan pengamanan terlebih dahulu. Pengamanan struktur. Karena kami khawatir dengan adanya rembesan-rembesan air nanti ada deformasi struktur,” tuturnya.

Dalam penelitian situs seluas 29 hektar tersebut. Tim peneliti akan melakukan penggalian sehingga memunculkan bentuk terasering dan akan menentukan jenis pemugaran yang sesuai dengan kondisi situs gunung padang

“Pada oktober akan dilakukan pengupasan pertama untuk memunculkan terasering agar seperti yang sudah ada. Nanti ada studi lanjutan setelah ekskavasi, tentang pemugaraanya akan seperti apa. Apa akan seperti system Borobudur yang dibongkar total. Atau perbaikan deformasi setempat,” papar Wisnu.

Menanggapi hal tersebut Wakil Gubernur, Deddy Mizwar mendukung sepenuhnya langkah tim peneliti. Karena bila misteri gunung padang terungkap maka akan menjawab berbagai pertanyaan. Diungkapkan Wagub apabila dugaan mengenai sisa peradaban tinggi terbukti, maka akan mengangkat harga diri bangsa di mata dunia.

“ ini untuk Mencari peradaban yang hilang. Insyaallah kedepan kita bisa mengangkat kebanggaan akitanya belum melakukan apa-apa. Maka Alhamdulillah sudah ada per-mennya sehingga bisa langsung bekerja. Timnasional juga sudah bekerja. Sudah seminggu disana melakukan persiapan ekskavasi pertama dari arah utara,” papar wagub.

Guna mendukung langkah para peniliti sudah dilakukan peraturan Gubernur yang menganggarkan dana sebesar 3 milliar guna pengelolaan dan pemeliharan gunung padang. Akan tetapi dana tersebut belum bisa digunakan sebelum ada kejelasan aturan dari keputusan menteri tersebut. Sehinga tidak terjadi tumpang tindih mengenai peran, kewenangan, hingga anggaran dalam penelitian dan ekskavasi antara pemerintah provinsi dan pusat.

Selain itu menurut Wagub yang lebih diutamakan adalah pengelolaan budaya dan ekonomi lokal. Sehingga keberadaan situs tersebut bisa mengembangkan masyarakat bukan mematikannya.

“Masalah kebudayaan dan nilai-nilai disana yang harus hidup. Sampai disiapkan infrastrukturnya. Sekarang kan sudah ada kereta api. Bagaimana infrastrukturnya, bagaimana kawasannya. Disitu banyak warung-warung kan. Nah mesti dipindahkan. Supaya ada manfaat buat masyarakat setempat. Jadi, gunung padang untuk jawa barat– jawa barat untuk Indonesia- indonesia untuk dunia,” pungkasnya. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

MyLiveChat

Berita Foto

OL From Cianjur

Penerimaan Obsevasi Lapangan (OL) Peserta Diklat ...

Pameran Inovasi ...

Pembukaan Diklat ...

Pembukaan dan pengarahan Diklat Prajab Golongan ...

Follow Badiklatda on Twitter