BANDUNG - Dalam menyambut tahun baru, baik tahun baru Masehi atau Syamsyiah ataupun tahun baru Hijriah atau Qomariah tidaklah harus dengan hura-hura. Moment tersebut harus dijadikan sebagai sarana ibadah dan penuh harap kepada Allah SWT.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat saat menghadiri Istighatsah Akbar Refleksi Akhir Tahun 2014 di Lapangan Mapolda Jawa Barat, Jl. Soekarno-Hatta No. 748 Bandung, serta acara Muhasabah Akhir Tahun Republika di Masjid Pusdai Jabar, Jl. Diponegoro No. 63 Bandung, pada Rabu malam (31/12). Gubernur mengatakan boleh saja merayakan tahun baru Masehi dan Hijriah yang keduanya merupakan tanda keagungan Allah SWT.
 
"Boleh melakukan penyambutan tahun baru Masehi atau tahun Syamsyiah dan tahun baru Hijriah atau tahun Qomariah, yang satu menggunakan patokan bulan dan satu lagi berpatokan pada matahari. Baik matahari maupun bulan keduanya tanda-tanda keagungan Allah SWT", ujar Gubernur dalam sambutannya.
 
Lebih lanjut Gubernur pun mengajak untuk untuk merayakan tahun baru seraya memanjatkan pujian serta doa kepada Tuhan, agar di tahun yang baru mendapatkan kebaikan baik di dunia ataupun di akhirat. “Ajak masyarakat untuk menyambuat tahun baru dengan dzikir, tahmid, dan tahlil kepada Allah SWT”, ajak Gubernur di hadapan para jamaah yang hadir.
 
Selain itu, menurut Gubernur tujuan bernegara ada tiga, yakni: mewujudkan kesejahtetraan, menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, serta menghadirkan penghambaan kepada Allah. Untuk itu, tahun baru harus dimaknai sebagai tahun harapan, yaitu harapan untuk rizki dan kehidupan yang lebih baik seraya meningkatkan ketaqwaan dan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

MyLiveChat

Berita Foto

OL From Cianjur

Penerimaan Obsevasi Lapangan (OL) Peserta Diklat ...

Pameran Inovasi ...

Pembukaan Diklat ...

Pembukaan dan pengarahan Diklat Prajab Golongan ...

Follow Badiklatda on Twitter