Selasa, 30 Desember, 2014

KAB. BANDUNG BARAT - Dalam rangka mengembangkan industri kopi di Jawa Barat dan mendukung program gerakan penyelamatan agribisnis nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan benih Teh & Kopi Bersertifikat kepada para petaninya. Acara ini pun merupakan bagian dari puncak peringatan Hari Perkebunan ke-57 yang digelar di Perkebunan Panglejar Kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa (30/12).

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) memberikan sebanyak 1 juta benih kopi dan 7,5 juta benih teh unggul secara simbolis kepada 62 Kelompok Tani Kopi Arabika Java Preanger di 6 Kabupaten, yaitu: Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Garut, Cianjur, dan Sukabumi. Sementara benih Teh diberikan kepada 5 kelompok di 5 kabupaten, yaitu: Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Bandung, Tasikmalaya, dan Garut, yang nantinya akan memperoleh benih teh masing-masing sebanyak 1,5 juta pohon. Sementara jumlah benih teh yang telah disertifikasi dan dibagikan pada acara ini yaitu 3,5 juta pohon, dan selebihnya akan selesai disertifikasi pada Februari 2015. Melalui hal ini, Gubernur pun mengajak serta berharap agar para petani dapat meningkatkan produktivitasnya agar teh dan kopi menjadi produk unggulan nasional. "Terus kembangkan teh dan kopi sehingga akan menjadi komoditas unggulan nasional yang ada di Jawa Barat", ajak Aher dalam sambutannya.

Selain itu, Gubernur pun mengatakan bahwa Pemerintah Pusat telah menggelontorkan dana yang cukup besar untuk mengembangkan agribisnis di Indonesia. Untuk itu, Gubernur pun ingin masyarakat khususnya para petani di Jabar memanfaatkan hal ini untuk menjadi pelopor bangkitnya-khususnya industri teh nasional. "Maka tidak akan pernah mungkin ada kebangkitan teh di Indonesia kalau tidak ada kebangkitannya di Jabar", ucap Gubernur di depan para petani.

Acara yang turut dihadiri Dirjen Pertanian dan Diren Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Sekda Provinsi Jawa Barat, Wakil Ketua DPRD Jabar Abdul Haris Bobihoe, Asisten Daerah Kabupaten Bandung Barat, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jabar, Direktur PTPN VIII, serta Ketua Dewan Teh Indonesia ini, Jabar pun mencanangkan produk teh dengan label Java Preanger yang diharapkan akan menjadi produk unggulan Jabar yang go international.

Selain itu, pada kesempatan ini juga diberikan penghargaan kepada Pelaku Sejarah Nasionalisasi Perusahaan Perkebunan, diantaranya: Rd. Panji Natadikara (Alm), Kurnadi Syarif-Iskandar, Max. Isak. Salhuteru (Alm), dan H A Djuhana Sasatrawinata, serta diberikan pula pengargaan kepada Kelembagaan Teh yaitu para Kelompok Tani Teh & Kopi dari seluruh Jawa Barat. Digelar pula stand produk-produk minuman berbahan kopi dan teh.

Seperti diketahui bahwa Jawa Barat merupakan produsen teh terbesar di Indonesia. Dari luas 494.166 hektar atau 13,76% dari luas Provinsi Jawa Barat atau terluas ketiga setelah Provinis Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di Jawa Barat terdapat perkebunan teh seluas 94.850 hektar, yang terdiri dari perkebunan teh rakyat seluas 48.636 hektar, perkebunan teh swasta seluas 21.023 hektar, dan perkebunan teh negara seluas 25.191 hektar. Sementara untuk kopi, Jawa Barat memiliki perkebunannya seluas 25.004 hektar, dan perkebunan milik swasta seluas 409,42 hektar.

Sumber (Humas Pemprov Jabar)

MyLiveChat

Berita Foto

OL From Cianjur

Penerimaan Obsevasi Lapangan (OL) Peserta Diklat ...

Pameran Inovasi ...

Pembukaan Diklat ...

Pembukaan dan pengarahan Diklat Prajab Golongan ...

Follow Badiklatda on Twitter