Oleh Drs. Budy Hermawan, MSi

Kepala Bagian Humas Pemrov Jawa Barat

 

 

Kesungguhan Jabar untuk mempersiapkan kekuatan PON 2016 sangat beralasan, pasalnya sebagai tuan rumah KONI Jabar sejak jauh-jauh hari telah menargetkan Jabar Kahiji dan menjadi Juara Umum untuk mengembalikan yang diraih pada PON III/1961 silam. Sebagai tuan rumah jelas target Jabar untuk meraih juara umum, Jabar  akan melakukannya secara elegan, terhormat dan memaksimalkan atlet binaan sendiri untuk mencapai Jabar Kahiji. Sukses Jabar meraih dua besar di PON Riau, memberikan spirit bagi KONI Jabar untuk bisa meraih puncak prestasi pada perhelatan dua  tahun mendatang (2016).

Semua aspek akan dievaluasi, apa yang menjadi keunggulan dan kelemahan Jabar pada PON 2012 kemarin, untuk menjadi bahan perbandingan untuk kesiapan atlet pada PON 2016. Salah satunya melakukan pemetaan kekuatan atlet secara internal maupun eksternal daerah lain. Berdasarkan SK Menteri Negara Pemuda dan Olahraga No. 0254 Tahun 2010 tanggal 22 Juni 2012, tentang Penetapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai Tuan Rumah Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016, maka Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XIX pada tahun 2016 akan diselenggarakan di Provinsi Jawa Barat. 

Pengurus Besar Pekan Olah Raga Nasional ( PB PON ) dan KONI Jawa Barat membangun komitmen menggalang prestasi Jabar Kahiji di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016.    Orang Jabar yang ada di Jabar,  tidak boleh ragu untuk meyakini kontingen Jabar akan menjadi juara umum di PON mendatang. Karena hal itu menjadi titik awal untuk melangkah, karena salah satu tujuannya yaitu menggapai jabar kahiji dengan meraih juara umum.

 

Gubernur menegaskan bahwa pada tahun 2016, Jawa Barat menargetkan catur sukses  yakni sukses penyelenggaraan sebagai tuan rumah, sukses prestasi menjadi Juara Umum PON 2016, sukses pemberdayaan ekonomi dan sukses administrasi. Pembangunan fasilitas olahraga itu sinergitas dengan target Jabar untuk mendukung program kunjungan wisatawan ke Jawa Barat. Nantinya ada sarana pertandingan olahraga dan juga ada fasilitas convention center.  Lebih lanjut, Gubernur  menyebutkan komitmen Jabar untuk menjadi tuan rumah PON 2016, yakni untuk mengembalikan prestasi Jawa Barat dan juga sebagai ajang mempromosikan potensi Jawa Barat kepada para peserta. Sedangkan lokasi pertandingan, dipastikan akan tersebar di 42 lokasi. 

 

Pelaksanaan PON di Jabar tentunya menjadi dambaan warga Jawa Barat  dalam mengangkat nama besar Jabar di kancah nasional. Apalagi, terakhir kali Jabar menjadi tuan rumah PON V pada 1961 atau 53 tahun silam. Kala itu, Jabar meraih gelar juara umum untuk ketiga kalinya, setelah PON II dan III. Kerinduan warga Jabar, khususnya Bandung,untuk menjadi tuan rumah PON, akan  terwujud pada tahun 2016.  Infrastruktur olahraga di Jabar pun dinilai jauh lebih baik dibanding beberapa tahun silam. Saat ini, Jabar khususnya Kota Bandung telah memiliki kompleks olahraga dan stadion megah, Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di kawasan Gedebage, yang rencananya menjadi tempat pembukaan dan penutupan pesta olahraga nasional tersebut. Di Kabupaten Bandung pun, masih ada stadion megah lainnya, yakni Stadion si Jalak Harupat di Kecamatan Soreang, yang bisa menggelar berbagai cabang olahraga. Beberapa Gedung Olahraga (GOR) di Bandung pun masih layak menjadi venue PON, seperti GOR C-Tra Arena yang menjadi prototipe GOR basket berkelas internasional. Atau GOR Bandung, yang sudah tak terbilang menjadi tempat penyelenggaraan kejuaraan bulu tangkis level nasional dan internasional. Apalagi penyelenggaraan PON, masih tersisa tiga tahun, sehingga masih banyak waktu untuk membenahi venue-venue yang akan menggelar pertandingan dari 43 cabang olahraga.

Dengan persiapan sedemikian rupa, wajar saja jika Bapak Gubernur Jabar Ahmad Heryawan optimistis, provinsi Jawa Barat dapat  menggelar PON dengan sukses dan  berlangsung lebih meriah dibanding dua tahun lalu di Riau. Tentunya,sukses penyelenggaraan PON XIX nanti, harus pula diikuti kesuksesan prestasi olahraga Jabar. Seperti kerinduan menjadi tuan rumah, rakyat Jabar pun rindu menjadi juara umum PON yang terakhir kali diraih 62 tahun silam tersebut. Jika pada PON XVII, Jabar hanya meraih posisi empat, lalu PON XVII naik menjadi runner up di bawah DKI Jakarta, maka pada PON XIX/2016 di rumah sendiri, Jabar harus bisa menjadi nomor satu. 

Sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi tersebut, sesungguhnya bukan hal yang mustahil untuk diraih, jika semua komponen rakyat bersatu pada untuk mewujudkannya. Ajang PON XIX memang baru digelar pada 2016. Namun, Jawa Barat sudah mempersiapkan venue di beberapa kota/kabupaten untuk menggelar pertandingan  44 cabang olahraga. Secara umum, venue cabang olahraga untuk PON di Jabar sudah siap. Kita pun tinggal melakukan beberapa renovasi di beberapa venue sehingga lebih siap untuk digunakan sebagai lokasi pertandingan PON. 

Selain merenovasi beberapa venue cabang olahraga yang sudah ada, Pemprov Jabar  pun sudah melakukan beberapa pembangunan baru venue. Di antaranya, venue cabang olahraga aquatik (renang), bola voli (pasir dan indoor), gymnasium (senam), stadion atletik, lapangan softball/baseball, dan GOR Pencak Silat. Beberapa venues tersebut diharapkan menjadi venues monumental yang bisa digunakan sebagai tempat pembinaan, hingga pertandingan cabang olahraga yang bersangkutan kedepannya. Sebagian besar berada di Arcamanik. 

Selain di Kota Bandung, beberapa venue cabang olahraga pun akan tersebar di sekitar 13 kota/kabupaten di Jabar. Mulai dari Bekasi, Bogor, Subang, KBB, Cimahi, Kab Bandung, Kota Bandung, Sumedang, Indramayu, purwakarta, sukabumi hingga Pangandaran.  Selain akan digelar di venue-venue khusus, pertandingan cabang olahraga PON XIX/2016 sendiri akan digelar di lokasi yang dimiliki institusi. Baik swasta, pemerintahan, atau institusi pendidikan. Pemprov ber koordinasi dengan beberapa stakeholder pemilik venue. Seperti TNI, Polri, perguruan tinggi, hingga pihak swasta. 

Dalam rapat kerja disepakati, pengadaan venue dilakukan melalui tiga kelompok pengerjaan. Yakni, melalui optimalisasi venue yang dimiliki Pemprov Jawa Barat, pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta lembaga lain semisal perguruan tinggi dan TNI/Polri. Metoda berikut yakni rehabilitas venue yang ada dan pembangunan baru. Seluruh sarana olahraga ini, Insya’allah akan  memenuhi standar nasional dan bahkan internasional. 

 

 

Untuk memenuhi dapat membangun venue2 tersebut, kebutuhan dana penyiapan arena pertandingan ditaksir mencapai Rp 1,2 triliun. Sebagian di antaranya diupayakan melalui Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN). Untuk dana yang bersumber dari APBN, Pemprov Jabar berusaha memperolehnya melalui mekanisme alami. Pemprov, menghindari melalui proses shortcut. Kita berusaha menghindari jalur shortcut, meskipun hal ini dimungkinkan. Namun, karena kita bertekad agar PON XIX Jawa Barat tidak hanya sukses penyelenggaraan, melainkan juga tanpa masalah pada pertanggungjawaban keuangan, maka mekanisme pemenuhan kebutuhan anggaran diusahakan natural.

Penyelenggaraan pertandingan PON XIX yang tersebar di berbagai kabupaten/kota harus berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Untuk target itu, koordinasi antara PB PON dengan Pemprov Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota harus berjalan baik. Harapan kami adalah bahwasannya sukses PON XIX harus ditandai dengan efek ekonomi di tengah masyarakat.  Sesuai misi kami yakni sukses administrasi tentunya kami tidak ingin ada persoalan apapun dalam hal pendanaan. Mengingat sumber pendanaan tidak hanya dari APBN dan APBD saja tetapi ada juga dari pihak ketiga yaitu dari sponsor. 

PB PON Jawa Barat tidak ingin ada masalah dalam hal pendanaan. Karena itu sejak awal persiapan kami sudah bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP). Keinginan masyarakat Jabar itu PON tidak hanya sekadar menyelenggarakan, tetapi juga harus menyisakan sesuatu yang berkesan bagi masyarakat. Dan, nantinya venue itu bisa digunakan untuk kejuaraan-kejuaraan lainnya. 

 

 

 

 

 

 

 

MyLiveChat

Berita Foto

OL From Cianjur

Penerimaan Obsevasi Lapangan (OL) Peserta Diklat ...

Pameran Inovasi ...

Pembukaan Diklat ...

Pembukaan dan pengarahan Diklat Prajab Golongan ...

Follow Badiklatda on Twitter