KUNINGAN-Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan mengatakan ditangan Ibu masa depan bangsa dipertaruhkan tergantung dari cara mendidik dan mengasuh anak.

Karena perempuan merupakan center of life maka Ibu harus cerdas dan berdaya sebagai pendidik pertama dan utama.

"Mulai saat ini kita dapat bersama-sama mengevaluasi diri dan mendapat pemahaman yang utuh bagaimana melakukan pengasuhan anak yang baik dengan cinta," tutur Netty pada Parenting Indonesia Scout Chalenge West Java di Gedung Seni Dan Budaya Ewangga Kuningan, Selasa (12/4/16).

Parents Gathering (Parenting) bersama Kak Setto dan Bu Netty merupakan rangkaian dari Indonesia Scout Challege. Seminar ini menitikberatkan pada metode bagaimana mendidik anak tanpa kekerasan dirumah maupun disekolah.

Netty menyebutkan jenis orangtua dalam pola pengasuhan yang dapat membentuk karakter anak. Antara lain orangtua nyasar maksudnya orangtua yang tidak tahu bagaimana cara mendidik anak, orangtua bayar yang menganggap ukuran sukses seseorang dapat dibeli dengan dana yang berkecukupan dan orangtua sadar maksudnya sebagai orangtua memahami bagaimana menyiapkan strategi dan bagaimana cara mengasuh dengan mau belajar.

Untuk itu, menurut Netty, kita sebagai orangtua haruslah sadar akan peran anak bagi keluarga dan bangsa, dengan melakukan pendekatan komunikasi yang dapat mengembangkan potensi kecerdasan anak. "Melalui pendekatan APA dengan beri Arahan yang baik, beli Pilihan karena anak mempunyai karakter yang berbeda dan beri solusi sebagai Alasan yang edukatif sehingga menimbulkan rasa nyaman dan aman bagi anak," pungkasnya.

Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi mengungkapkan pada dasarnya semua anak itu cerdas. Namun semuanya itu tergantung dari pola pengasuhan dan cara mendidik anak dalam keluarga yang membentuk karakter.

"Kunci sukses dalam mendidik anak adalah kreatif, dengan cara yang menyenangkan dan mengedukasi membuat anak tidak merasa tertekan," tegas Kak Setto.

Indonesia Scouts Challenge merupakan aktivitas berkemah sekaligus berkompetisi untuk anak didik (Penggalang Ramu) yang duduk di bangku kelas IV hingga V SD, dengan usia maksimal 12 tahun. Diadakan mulai dari tingkatan Kabupaten, Provinsi, hingga Nasional, pemenang kegiatan ini akan diberi hadiah berangkat ke Amerika Serikat. Indonesia Scouts Challenge
terselenggara atas kerjasama antara Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Jawa Pos Group.

Parents Gathering Indonesia Scout Challenge West Java dihadiri oleh Plt. Bupati Kuningan Acep Purnama, Ketua TP PKK sekaligus Ketua P2TP2A Kabupaten Kuningan Ika Acep Purnama, Ketua Perkumpulan Umat Islam (PUI) Kabupaten Kuningan Toto khoerudin, Kepala Bidang Pendidikan Khusus Jawa Barat dan Pendidikan Layanan Khusus Jawa Barat Dadang Rahman, tenaga pengajar dan kader PKK. 

Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

MyLiveChat

Berita Foto

OL From Cianjur

Penerimaan Obsevasi Lapangan (OL) Peserta Diklat ...

Pameran Inovasi ...

Pembukaan Diklat ...

Pembukaan dan pengarahan Diklat Prajab Golongan ...

Follow Badiklatda on Twitter