PT Astra International Tbk hari ini (kamis, 27/10/2016) kembali menganugerahkan Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards 2016 kepada para pemuda inspiratif pada bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, teknologi, dan kewirausahaan. Para pemenang merupakan finalis terpilih dari lebih 2.341 pendaftar tahun ini.

"Usaha yang mereka lakukan telah memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan sekitar," ujar di Prijanto Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra International, di kantor Astra International, Jakarta Pusat, 27 Oktober 2016. Acara apresiasi SATU Indonesia Awards ini merupakan penyelenggaraan ketujuh sejak digelar pada 2010.

Salah satu finalis yang berasal dari Jawa Barat, Dewis Akbar menerima penghargaan Keenam dalam program Satu Indonesia. Penghargaan tersebut adalah penghargaan dalam bidang teknologi atas prestasi Dewis Akbar yang membangun sebuah lab “Komputer Mini” Raspberry Pi, yang menjadi wadah bagi anak-anak untuk menggali pengetahuan seputar teknologi. Lab ini pun berhasil melahirkan sebuah karya yang disebut dengan “Saron Simulator”, sebuah alat musik gamelan dari komputer.

Dewis Akbar yang lahir di Bandung pada tanggal 5 Oktober 34 tahun yang lalu membuktikan kiprahnya dalam pemanfaatan teknologi. Dewis yang sejak kecil gemar membaca memang mulai menyukai dunia teknologi sejak masa kanak-kanak melaului game kegemarannya. Alumni Ilmu Komputer IPB Angkatan 36 ini mendedikasikan hasil pendidikannya untuk memperkenalkan teknologi sejak dini. Pria yang pernah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Putra Sunda Angkatan I (PKPS I) yang diselenggarakan oleh GEMA JABAR ini memfokuskan lokus bimbingannya di  SMA Negeri 1 Garut dan SD Negeri Regol 10 Garut. Prestasi yang telah ditorehkan antara lain adalah Juara 3 Climate Smart leaders 2012 dengan karya "Composting Toilet" dan menyabet Piala Emil Salim untuk tingkat SMA. Sedangkan untuk tingkat Sekolah Dasar Dewis menorehkan lebih banyak prestasi yaitu Juara INAICTA 2014, 8 Besar Finalis INAICTA 2015 melalui "Buku Tamu Android, Juara Merit APICTA 2014 melalui "Saron Simulator", Nominator AIJB 2015 dan 3 Besar Bidang Budaya AIJB 2016 dengan "Gamelan Simulator". Torehan prestasi tersebut diraih bukan tanpa persiapan dan dedikasi yang tinggi. Dengan diperkenalkannya teknologi sejak dini, Dewis berharap, kedepannya akan muncul dari Indonesia aplikasi yang bermanfaat untuk masyarakat, terutama yang dapat menghemat waktu atau mempermudah aktivitas sehingga kinerja masyarakat makin meningkat.

Dengan biaya yang terbilang minim, Dewis secara bertahap membangun Laboratorium Komputer Mini untuk digunakan oleh siswa yang berminat dalam dunia teknologi. Selanjutnya dengan dana yang diperoleh dari Astra, sedang dipersiapkan Laboratorium Komputer Keliling yang terinspirasi dari Perpustakaan Keliling. Sehingga satu sarana Laboratorium dapat digunakan oleh siswa di beberapa sekolah dan dapat dibawa ke sekolah-sekolah dengan cukup mempergunakan kendaraan. Setiap pemenang Satu Indonesia Awards mendapatkan uang hadiah 55 juta rupiah dari Astra. Dewis Akbar juga terpilih sebagai juara favorit dan mendapat apresiasi tambahan 10 juta rupiah dari Astra. Semoga stakeholder terkait bisa mendukung dan mengapresiasi langkah Dewis selanjutnya dalam memperkenalkan teknologi sejak dini, seingga kedepannya Indonesia bisa menjadi barometer perkembangan teknologi.

*red

MyLiveChat

Berita Foto

OL From Cianjur

Penerimaan Obsevasi Lapangan (OL) Peserta Diklat ...

Pameran Inovasi ...

Pembukaan Diklat ...

Pembukaan dan pengarahan Diklat Prajab Golongan ...

Follow Badiklatda on Twitter