• 100 Orang Anggota Baru DPRD Jabar Dilantik

    BANDUNG - Sebanyak 100 orang anggota baru DPRD Jabar periode 2014-2019 resmi dilantik oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat, Marni Emmy Mustafa, Senin (1/9) di Gedung Merdeka Jl. Asia Afrika Kota Bandung. 

    Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan itu dilakukan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jabar yang dipimpin oleh Ketua DPRD Jabar Periode 2009-2014.

    Pelaksanaan pengambilan sumpah dan janji diawali pidato sambutan Ketua DPRD Prov. Jabar, Irvan Suryanagara yang menceritakan perjalanan kinerja anggora DPRD Prov. jabar sejak awal bekerja hingga berakhir pada Senin (1/9). DPRD Jabar periode 2009-2014 adalah DPRD yang terproduktif se-Indonesia, aku Irvan.

    "Dengan puluhan Perda yang dihasilkan baik atas usulan eksekutif maupun DPRD sendiri, penyelesaian berbagai permasalahan tepat waktu, maka DPRD Jabar dinilai menjadi DPRD terproduktif se Indonesia" ujarnya, sambil disambut tepuk tangan para anggota dewan baru dan lama.

    Kemudian dilanjutnya pembacaan Keputusan Mendagri tentang pemberhentian anggota dewan periode 2019-2014 dan keputusan Mendagri tentang pengangkatan anggota dewan periode 2014-2019 yang dibacakan oleh Sekertaris Dewan.

    Usai pembacaan keputusan Mendagri dilanjutkan dengan pengambilan sumpah janji anggota, oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat, Marni Emmy Mustafa. Mengakhir prosesi pelantikan, ditanda tangani berita acara pelantikan secara simbolis oleh dua anggota dewan terpilih.

    Sidang paripurna istimewa dilanjutkan dengan serahterima pimpinan DPRD Jabar sementara, yaitu dengan menyerahkan "palu sidang" dari Ketua lama Irvan Suryanagara, kepada Ketua DPRD sementara Gatot Cahyono, MM dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Untuk selanjutnya yang memimpin sidang paripurna adalah Ketua DPRD Jabar sementara, Ir. Gatot Cahyono, MM.

    Agenda sidang paripurna dengan pimpinan yang baru adalah mendengarkan pidato sambutan Mendagri RI yang dibacakan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Usai sambutan Mendagri RI, acara sidang paripurna ditutup dengan do"a oleh Kepala Kanwil Depag Prov. Jabar.

    Menutup keseluruhan kegiatan pelantikan anggota dewan yang baru itu, dilaksanakan pemberian ucapan selamat oleh Gubernur Jabar, Wakil gubernur, Sekda Prov. Jabar, sesepuh Jabar, antara lain R.Nuriana, danny Setiawan, Lukman Abdul Hakim, dan para pimpinan OPD Prov. Jabar.

    Sementara itu sebelumnya, Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat dalam sambutannya mengatakan, bahwa pelaksanaan Pemilu di Jawa Barat baik untuk Pileg maupun Pilpres telah berjalan dengan baik, jujur dan adil sebagai pelaksanaan demokrasi. "Dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, maka pelaksanaan Pemilu di Jabar ini, termasuk kelas "dunia", bangganya. 

    "Kepada anggota dewan terpilih yang sebagaian besar adalah wajah baru, saya ucapkan selamat dan mari kita tinjukan kinerjanya sesuai aspirasi masyarakat Jawa Barat, demikian Yayat Hidayat. ( Sumber : http://www.jabarprov.go.id ) 

    Read more
  • 777 Hari Jelang PON, Jabar Canangkan 4 Kesuksesan

    BANDUNG - Pada Launching 777 Hari Jelang PON XIX 2016 sekaligus buka bersama insan pers, di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Kamis (24/7), Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mencanangkan 4 kesuksesan dalam gelaran PON yang akan dihelat di Provinsi Jawa Barat.

    Gubernur menyampaikan harapannya bahwa pada gelaran PON mendatang, Jabar ingin meraih kesuksesan dalam 4 hal, yakni: sukses administrasi, sukses ekonomi, sukses penyelenggaraan, dan sukses prestasi. Untuk itu, Gubernur pun ingin Jawa Barat menjadi juara umum, hal ini sesuai dengan target "Jabar Kahiji Jabar Ngahiji".

    Pada kesempatan ini, Gubernur mengatakan bahwa pada PB PON kali unik karena melibatkan penegak mulai dari perencanaannya. "Semua anggaran PON akan diverifikasi oleh BPKP, sehingga nantinya tidak akan ada persoalan hukum & administrasi. Semua urusan kita libatkan BPKP", jelas Aher dalam sambutanya.

    PON XIX 2016 Jabar akan dilaksanakan pada 9-16 September 2016 dengan
    44 cabang olahraga yang dipertandingkan, 755 nomor, dan diikuti 8.403 atlet. Pertandingan akan diselenggarakan di 14 kabupatan/kota dan sebagian besar di Kota Bandung. Sumber :( http://www.jabarprov.go.id ) 

    Read more
  • Aher : Pasokan Gas Lebaran Aman

    BANDUNG -- Jelang hari raya Idul Fitri tahun 2014, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menekankan bahwa pasokan gas elpiji 3 kilogram dan 12 kilogram, dapat dipastikan aman.

    Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan gas elpiji, yang diperkirakan akan naik di pekan hari raya lebaran, Pertamina akan meningkatkan suplai hingga 105% dari penyaluran normal.

    “disadari betul bahwa permintaan warga terhadap gas, baik yang 12 kg termasuk gas 3 kg itu sangat kuat, sangat tinggi, oleh karena itu suplai-nya dari pertamina akan ditingkatkan, sehingga baik bahan bakar maupun gas elpiji yang dibutuhkan masyarakat saat mudik dan arus balik dan saat idul fitri, itu sudah siap, dan insya allah tidak ada kekurangan”, papar Aher usai rapat koordinasi tingkat Provinsi Jawa Barat, Kamis (17/07).

    Dalam Penyalurannya, Pertamina menjamin proses distribusi tidak akan mengganggu arus mudik, karena dilaksanakan mulai pukul 12.00 malam hingga pukul 04.00 pagi, sehingga tidak mengganggu lalu lintas.

    Proses distribusi menuju 907 SPBU di seluruh Region III, akan diawasi oleh 443 Agen Pertamina Siaga Lebaran 2014, yang tersebar di 24 wilayah di Jawa Barat, DKI, dan Banten. (Sumber : http://www.jabarprov.go.id)

    Read more
  • Aher : Pengukuhan Asprov PSSI, Awal Kebangkitan Sepakbola Jabar

    Bandung – Pengurus Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Barat masa bakti tahun 2013-2017, secara resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin di Gedung Sate Bandung, pada Selasa(6/1).

    Pengukuhan Asprov PSSI Jabar yang kini berada di bawah kepemimpinan Duddy S Sutandi ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher). Aher berharap, dengan dikukuhkannya kepengurusan Asprov PSSI yang sangat lengkap tersebut, dapat menjadi awal kebangkitan sepakbola masyarakat di seluruh Jawa Barat.

    “Dengan kemenangan Persib Bandung, itu merupakan bukti kebangkitan sepakbola kita," ujar Aher ditemui usai pengukuhan.

    Aher juga mengungkapkan, bukan hanya prestasi yang akan dituju, melainkan juga mencetak pemain-pemain baru yang dapat menjadi unggulan dari masyarakat Jawa Barat sendiri.

    “Ada 46 juta penduduk Jawa Barat, pasti ada diantara mereka yang ketika diberi pendidikan sepakbola sejak dini dan juga melalui pembinaan dari PSSI, dapat mendorong Jawa Barat jadi kebanjiran pemain unggul," papar Aher. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • AHER : Pengusaha Harus Ciptakan Kemandirian

    BANDUNG-Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan menghadiri Munas Hipmi XV di Transluxury Hotel. Dalam sambutanya ia mengajak pengusaha muda untuk membangun kemandirian.

    "Kemandirian  sangat penting agar ekonomi Indonesia tidak mudah dipengaruhi tekanan pihak asing sehingga pengusaha muda harus bisa membangun kemandirian," ujarnya.

    Menjadi mandiri dalam segala hal sangat penting demi menghadirkan ekonomi yang tangguh. Sebab, pengusaha lokal akan menjadi pemain utama yang menguasai industri hulu hingga hilir.

    Aher menilai, selama ini ekonomi Indonesia sangat rentan goyah atas kondisi dan  akibat pengaruh dari luar negeri atau kondiai global. Hal ini tercermin dari perlemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

    Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan membuat persaingan semakin sengit. Karena itu, pengusaha muda harus memiliki daya saing berskala global. Jo. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Aher Ajak Masyarakat Rayakan Tahun Baru Dengan Ibadah

    BANDUNG - Dalam menyambut tahun baru, baik tahun baru Masehi atau Syamsyiah ataupun tahun baru Hijriah atau Qomariah tidaklah harus dengan hura-hura. Moment tersebut harus dijadikan sebagai sarana ibadah dan penuh harap kepada Allah SWT.
     
    Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat saat menghadiri Istighatsah Akbar Refleksi Akhir Tahun 2014 di Lapangan Mapolda Jawa Barat, Jl. Soekarno-Hatta No. 748 Bandung, serta acara Muhasabah Akhir Tahun Republika di Masjid Pusdai Jabar, Jl. Diponegoro No. 63 Bandung, pada Rabu malam (31/12). Gubernur mengatakan boleh saja merayakan tahun baru Masehi dan Hijriah yang keduanya merupakan tanda keagungan Allah SWT.
     
    "Boleh melakukan penyambutan tahun baru Masehi atau tahun Syamsyiah dan tahun baru Hijriah atau tahun Qomariah, yang satu menggunakan patokan bulan dan satu lagi berpatokan pada matahari. Baik matahari maupun bulan keduanya tanda-tanda keagungan Allah SWT", ujar Gubernur dalam sambutannya.
     
    Lebih lanjut Gubernur pun mengajak untuk untuk merayakan tahun baru seraya memanjatkan pujian serta doa kepada Tuhan, agar di tahun yang baru mendapatkan kebaikan baik di dunia ataupun di akhirat. “Ajak masyarakat untuk menyambuat tahun baru dengan dzikir, tahmid, dan tahlil kepada Allah SWT”, ajak Gubernur di hadapan para jamaah yang hadir.
     
    Selain itu, menurut Gubernur tujuan bernegara ada tiga, yakni: mewujudkan kesejahtetraan, menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, serta menghadirkan penghambaan kepada Allah. Untuk itu, tahun baru harus dimaknai sebagai tahun harapan, yaitu harapan untuk rizki dan kehidupan yang lebih baik seraya meningkatkan ketaqwaan dan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Aher Ajak Pejabat Esselon Lakukan Donor Darah

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kembali melakukan aktivitas rutinnya, yaitu donor darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Jl. Aceh No. 79, Kota Bandung, Kamis (2/2/17). Donor darah kali ini merupakan kedelapan kalinya bagi pria yang akrab disapa Aher ini.

    Aher mengaku pada awalnya dia tidak berani melihat jarum saat menusuk kulitnya ketika donor darah. Namun, semakin hari dia pun semakin akrab dengan kondisi tersebut. Apalagi aktivitas donor ini dia lakukan setiap tiga bulan sekali.

    “Perasaannya makin berani lihat jarum. Awalnya kan nggak berani, sekarang sudah mulai berani. Mudah-mudahan tiga bulan ke depan saya bisa lihat – nusuk jarumnya bisa keliatan,” ungkap Aher usai donor darah.

    Aher pun bekomitmen akan terus melakukan aktivitias donor darah ini. Menurutnya, donor darah akan memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh. Seperti membuat darah semakin encer (karena apabila darah kental bisa mengakibatkan kepala sering pusing) dan bisa merangsang pertumbuhan sel darah baru.

    “Selama jadi Gubernur ini yang kedelapan kali, tapi sebelumnya juga pernah. Insya Allah akan rutin terus,  tiga bulan sekali. Sampai kalau sudah pensiun jadi Gubernur pun Insya Allah saya bertekad akan terus jadi pendonor darah,” ujar Aher.

    Dalam waktu dekat, Aher juga berencana mengumpulkan para pejabat Esselon Pemprov Jawa Barat untuk donor darah. Hal ini bertujuan mendorong aktivitas donor darah di masyarakat, khususnya pegawai di lingkungan Pemprov Jawa Barat.

    Sumber ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/21147/2017/02/03/Aher-Ajak-Pejabat-Esselon-Lakukan-Donor-Darah )

    Read more
  • Aher di Desa Cibeureum : Om Tanam Pohon Om!

    KAB.BANDUNG-Desa Cibeureum terletak di Kecamatan Kertasari. Sebagian besar area Kecamatan Kertasari merupakan kawasan pegunungan. Namun, saat ini sebagian lahannya sudah beralih fungsi menjadi kawasan lahan pertanian untuk beberapa tanaman semusim.

    Untuk itu, Aher bersama Bupati Bandung, Kepala Desa Cibeureum, Camat dan Muspika di Kecamatan Kertasari melakukan penanaman pohon bersama sebagai bagian dari program restorasi hulu Sungai Citarum, Desa Cibeureum, Jl. Lapangsari No. 19, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Rabu (28/12/16).

    Aher pun mendorong masyarakat Desa Cibeureum serta seluruh masyarakat Kecamatan Kertasari agar mengubah pola tanam, khususnya tanaman untuk lahan di kawasan miring atau pegunungan dengan tanaman tegak, seperti pohon kopi, pohon kina, atau tanaman lainnya.

    “Om tanam pohon, Om!” kata Aher usai acara peresmian sambil dirinya memegang secarik kertas bertuliskan kalimat tersebut bersama Bupati Bandung di hadapan awak media.

    “Bagus ya ini buat dikampanyekan. Asalnya Om telolet Om, jadi Om tanam pohon Om!” tambahnya.

    Lebih lanjut, Aher juga menekankan dan mengajak masyarakat di kawasan pedesaan agar tidak mudah menjual lahannya. Lahan adalah sumber kemakmuran dan kemajuan masyarakat, selain ilmu pengetahuan.

    “Saya meminta kepada masyarakat supaya ketika memiliki lahan jangan dijual, sebab dialah sumber kemamuran kita. Di desa-desa lahan itu sumber kemakmuran,” kata Aher dalam sambutannya.

    Kabupaten Bandung memiliki 270 desa dan 10 kelurahan. Bupati Bandung Dadang M Naser dalam kesempatan ini mengatakan, bahwa masyarakat desa di wilayahnya harus mengubah pola pikir tentang pemanfaatan lahan di desa.

    “Konsepnya kita ubah, dibuat hutan rakyat tapi bisa tanam pertanian dengan tentram tapi hutan tetap terjaga. Jangan sampai kejadian di Cimanuk Kabupaten Garut terjadi di Kabupaten Bandung dengan kondisi gunung gundul seperti ini. Astaghfirullahaladzim!” kata Dadang.

    Senada dengan Aher, Dadang juga mengajak masyarakat untuk kembali menghijaukan kawasan hutan yang saat ini sudah menjadi lahan tanaman semusim, seperti tanaman bawang dan sayuran.

    “Hayu urang sasarengan ngahejokeun leuweng. Leuweng hejo rakyat hejo, leuweung rusak rakyat balangsat (Mari kita hijaukan hutan. Hutan hijau rakyat hijau, hutan rusak rakyat melarat),” tegas Dadang.

    Desa Cibeureum merupakan salah satu desa yang telah mendapat anggaran APBN hingga Rp 850-an juta. Sementara Kantor Desa yang diresmikan oleh Gubernur ini merupakan kantor desa pengganti yang sebelumnya rusak akibat gempa. Peletakan batu pertama kantor desa ini dilakukan pada 2012 lalu.

    Dalam konteks Jawa Barat, alokasi dana desa bagi 5.313 Desa yang ada di Jawa Barat pada tahun 2016 mencapai Rp 3,56 Triliun, dengan presentase realisasi peruntukkan bagi pembangunan fisik sebesar 93,93%, pemberdayaan masyarakat 5,54%, penyelenggaraan pemerintahan desa 0,3%, dan pembinaan kemasyarakatan 0,23%.

    Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memiliki komitmen yang tinggi terhadap kemajuan desa di Jawa Barat. Hal tersebut, didasarkan pada kondisi bahwa sebagian besar wilayah Jawa Barat adalah perdesaan. Besarnya potensi sumber daya yang ada di perdesaan, tidak dipungkiri belum dimanfaatkan secara optimal, hal ini tercermin dari tingkat kemiskinan di perdesaan yang masih tinggi, yaitu mencapai 60,3% dari 4,4 juta masyarakat miskin Jawa Barat, berada di daerah perdesaan (Data BPS 2015).

    Read more
  • Aher Dukung Penuh Atlet Jabar

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat, sekaligus Ketua Umum PB PON XIX & Peparnas XV Tahun 2016 Jawa Barat Ahmad Heryawan, mengatakan bahwa dirinya ingin membangun komunikasi yang baik dengan para atlet kontingen Jawa Barat.

    Aher sapaan akrab Gubernur Jawa Barat, berupaya untuk selalu hadir, demi dapat berkontak langsung dengan para atlet baik yang sedang berlaga di venue pertandingan, ataupun yang sedang tidak dalam pertandingan, untuk memberikan dukungan langsung.

    Minggu (18/09/2016) Aher didampingi Ketua TP PKK Jawa Barat Netty Heryawan, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) Jawa Barat Yudha M Saputra, serta Kadispenda Jabar Dadang Suharto, memberikan motivasinya pada para atlet dan pelatih di sejumlah cabang olahraga.

    Pada pukul 12.00 siang, Gubernur dan rombongan meninjau kesiapan sekaligus melaksanakan doa bersama atlet Kempo, di Sesko AD, Jl. Gatot Subroto Bandung.

    Lanjut, sekitar pukul 14.00 Gubernur meluncur ke Lanud Sulaeman Bandung, untuk mendukung atlet aeromodeling yang tengah bertanding saat itu.

    Selesai di Lanud Sulaeman, Aher bergerak menuju kawasan Ciwidey Kabupaten Bandung untuk memantau kesiapan atlet Voli Indoor yang akan bertanding Senin (19/09/2016) di Komplek Olahraga Si Jalak Harupat.

    "Hari ini saya keliling-keliling ke berbagai tempat, sedapat mungkin menyempatkan melihat atlet bertanding. Mudah-mudahan itu menguatkan hubungan kami dengan para atlet yang bertanding," ungkap Aher.

    Aher juga mengatakan, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi dalam sebuah 'permainan'. Terlebih olahraga, "(cabor) yang dijagokan bisa jadi menang, yang dianggap biasa-biasa saja tau-tau dapat emas, itulah sebuah pertandingan," ucapnya.

    Oleh karena itu, Aher memotivasi para atlet untuk terus ikhtiar, berusaha dengan 'ekstra power' memberikan yang terbaik untuk Jawa Barat. Baik dari sisi teknis di lapangan, mental, stamina, dan faktor spiritual (doa) harus diusahakan dengan sungguh-sungguh oleh semua pihak terkait.

    "Kita sebagai makhluk-Nya diharuskan melakukan ikhtiar usaha yang sangat kuat, dan pada akhirnya kutub ikhtiar harus bertemu kutub kehendak Tuhan. Kita harus punya keyakinan sekaligus doa dan usaha," tuturnya.

    "Alhamdulillah peraihan medali 'on the track' bahkan melibihi target yang diinginkan," tambahnya.

    Untuk diketahui, hingga 18 September 2016, dari update perolehan medali yang dipantau sekitar pukul 22.00 malam, Kontingen Jabar ada pada peringkat teratas, atau 'Kahiji' dengan perolehan medali emas mencapai diantaranya; 46 medali emas, 24 medali perak, 31 medali perunggu, dengan total 101 medali telah digenggam Jabar.

    Posisi tersebut dibuntuti DKI Jakarta dengan perolehan; 24 medali emas, 25 medali perak, 28 medali perunggu, dengan total medali 77.

    Sementara di urutan ketiga ada kontingen Jawa Timur dengan perolehan; 17 medali emas, 28 medali perak, 21 medali perunggu, total 66 medali.

    Karenanya, lebih tajam lagi Aher mengajak para atlet untuk 'memborong' prestasi.

    "Bertanding niat kalah ga boleh!. Bertanding itu niatnya untuk menang. Niat akan membuat kita sangat kuat. Kalau sodakoh sih boleh bagi-bagi, kalau kemenangan jangan," ujarnya lewat candaan.

    Terakhir, pukul 20.00 malam, Aher menyambangi Hotel Savoy Homann Bandung, memotivasi para atlet Catur Jabar. Pada kesempatan ini, turut hadir Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo, Ketua Umum KONI Jabar Ahmad Saefudin, para pimpinan cabor, serta pelatih.

    Sumber ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/19160/2016/09/19/Aher-Dukung-Penuh-Atlet-Jabar )

    Read more
  • Aher Dukung Penuh Bandung Jadi Smart City

    BANDUNG–Asia Africa Smart City Summit (AASCS) resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Trans Luxury Hotel, Rabu (22/04). Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Victoria, Seychelles, Jacqueline Moustache-Belle, serta wali kota dari daerah Jawa Barat dan wali kota dari kawasan Asia Afrika.

    Gubernur mendukung Bandung menjadi kota cerdas atau smart city. Menurutnya konsep smart city mampu memecahkan masalah yang terkait dengan lingkungan urban. Oleh karena itu, Ia mendorong daerah lain di Jawa Barat untuk menggunakan konsep serupa.

    “Berita Gembira Pemerintah provinsi Jawa Barat mendukung penuh semua kota di Jabar menjadi kota cerdas.” Ujar Gubernur saat memberikan sambutan berbahasa Inggris.

    “Insya Allah Pemprov akan mendukung dalam segala hal, termasuk dana, anggaran dan lain lain.” Tambahnya.

    Asia Africa Smart City Summit 2015 merupakan pertemuan pertama tingkat pemerintah kota yang diadakan di Asia dan Afrika yang membahas kota cerdas. AASCS juga bertujuan meningkatkan kerjasama dan kolaborasi di antara bangsa-bangsa untuk mengembangkan kemajuan peradaban Kota-kota di Asia Afrika.

    "Tentu saja kerja sama Selatan-Selatan (Asia Afrika) harus kuat karena orang Selatan-Selatan punya SDM yang banyak, tapi tidak merasakan  kesejahteraan buat mereka," kata dia.
     
    Saat ini negara negara di Asia Afrika memiliki polemik yang sama seperti polusi udara, kekurangan energi, minimnya tempat tinggal yang layak, serta transportasi publik yang buruk.

    Read more
  • Aher Gotong Keranda Almarhum Menuju Pemakaman

    SUMEDANG-Sekitar pukul 08:00 WIB, Gubernur Jabar melepas jenazah guru Een. Aher ikut menyalati jenazah almarhumah di Masjid Jami Al-ikhlas, tidak jauh dari rumah duka, bersama ratusan warga yang memadati Desa Ciberuem Wetan.

    Selanjutnya Gubernur Aher mengantar jasad Ibu Een menuju ke peristirahatan terakhir. Aher dan Bupati Sumedang ikut menggotong keranda almarhumah menuju Tempat Pemakaman Umum Desa Ciberuem Wetan. Ratusan pelayat lainnya ikut mengantar ke pemakanan.

    Een Sukaesih mulai mengalami gejala kelumpuhan sejak duduk di kelas 3 Sekolah Pendidikan Guru. Berdasar tes laboratorium pada 5 April 1982, Een divonis menderita Rheumathoid Artitis. Dalam kondisi sakit, Een menyelesaikan pendidikan Program Diploma 3, Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, di IKIP Bandung.

    Penyakit yang menderanya tidak membuat Ibu Een meninggalkan dunia pendidikan. Ia tetap mentransfer ilmunya kepada anak didiknya, meski dalam kondisi terbaring lemah, hingga akhir hayatnya. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Aher Imbau Warga Jabar Berlaku Tertib Saat Demo

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengimbau kepada warga Jawa Barat yang akan mengikuti aksi demo umat islam di Jakarta besok, agar berlaku tertib dan tidak melakukan tindakan anarkistis. Menurutnya,
    siapapun warga negara boleh untuk menggunakan hak konstitusinya namun disaat yang sama juga berkewajiban menjaga ketertiban dan tidak bertentangan dengan hukum.

    "Tentu itu hak konstitusi warga negara hanya saja pada saat seseorang menggunakan hak nya harus juga melaksanakan kewajibannya yaitu menjaga ketertiban, kedamaian dan tidak melakukan hal yang bertentangan dengan hukum yang berlaku jadi hak diambil kewajiban juga dilaksanakan, saya kira itu himbauan saya," kata Aher usai apel siaga  kebangsaan di Gasibu Kota Bandung, Rabu, (03/11/2016).

    Dalam apel siaga kebangsaan yang dihadiri oleh jajaran Kepolisian, TNI, Satpol PP dan Ormas di Bandung ini Aher berharap, dapat dijadikan ajang penguatan persatuan jati diri masyarakat Jawa Barat yang sesungguhnya sekaligus menyokong upaya revitalisasi kultur, etos dan karakter masyarakat Jawa Barat yang lebih baik lagi.

    "Pada momentum ini saya mengajak kepada segenap komponen masyarakat Jawa Barat mari perkuat tekad dan komitmen kita untuk menyingkirkan semua perbedaan pribadi dan golongan, abaikan ego pribadi dan kelompok demi
    membangun kebersamaan dan perdamaian," ungkapnya.

    Ditempat yang sama Kapolda Jabar Irjen Pol. Bambang Waskito mengatakan, pihaknya akan mengawal perjalanan sampai ke Jakarta bila ada warga Jabar yang akan ikut serta demo, namun harus membuat laporan terlebih dulu.

    "Kita akan kawal kalau perlu sampai lokasi kita akan layani asal lapor dulu ke kita," ujar Bambang.

    Ia meyakini kondisi keseluruhan di Jawa Barat akan berjalan aman. Pihaknya pun akan menurunkan jajarannya di titik-titik tertentu.

    "Sebetulnya demo nya kan di Jakarta tapi pengamanan tetap akan kita tingkatkan, kalau jumlah personil akan kita sesuaikan. Seperti kata Pak Gubernur Jawa Barat ini relatif aman," pungkasnya.

    Sumber : http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/19847/2016/11/03/Aher-Imbau-Warga-Jabar-Berlaku-Tertib-Saat-Demo-Besok 

    Read more
  • Aher Resmikan Mesjid ITB Jatinangor

    SUMEDANG-Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan meresmikan mesjid kampus ITB Jatinangor yang terletak di Jl. Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, sebagai salah satu dukungan dan apresiasinya dalam menghadirkan keseimbangan antara spiritual dan intelektual.

    Peresmian yang dilakukan pada Senin (19/01) pagi, juga sekaligus meresmikan Gedung Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah, Dinas Kehutanan Pemprov Jabar yang letaknya berdampingan dengan Mesjid ITB tersebut.

    “Saya kira rumah ibadah atau masjid seperti ini penting untuk menjadi bagian dari pendidikan tak terpisahkan. Jadi jangan dipandang ini adalah urusan sekunder jadi dipandang ini nomor dua. Tapi ini adalah bagian terintegrasi yang tidak terpisahkan dari sebuah kampus. Karena ini ingin membangun

    generasi muda kita yang seimbang sikap spiritualnya, seimbang sikap intelektualnya. Kalau dulu jaman GBHN-kan membangun manusia lahir dan batin, membangun manusia seutuhnya lahir dan batin nah sekarang pembangunan manusia seimbang spiritual dan intelektualnya, jasmani dan rohaninya. Nah penyeimbang untuk rohaninya kan tentu masjid,” ujar Ahmad Heryawan (Aher).

    Mesjid yang secara resmi dinamai Mesjid Al Jabbar ITB Jatinangor oleh Aher ini, berdiri diatas lahan 5.000 m2 dengan luas bangunan 1.400 m2 dan menampung 700 jamaah. Dalam pembangunannya, masjid ini terdiri dalam dua tahapan dan dimulai sejak tahun 2013-2014 dan menelan biaya sekitar 10,5 miliar rupiah.

    Keberadaan masjid berdampingan dengan gedung Balai Rehabilitas Lahan dan Konservasi Tanah seluas 1.200 m2 yang berdiri diatas tanah seluas 6.000 m2 ini, diharapkan oleh Aher bisa menciptakan manusia yang juga ramah lingkungan.  

    “Mudah-mudahan ini juga menghadirkan manusia-manusia yang ramah lingkungan. Dan kebetulan ditempat ini berdekatan dengan masjid cocok saya kira, ada balai rehabilitasi lahan.

    Lahan kita sudah rusak, diteliti disini kerusakannya untuk direhabilitasi. Dan hutan kita, lahan kita sudah gundul, disini direncanakan secara ilmiah konservasi tanah-tanah tersebut. Jadi inilah cara kita secara ilmiah untuk menangkal musibah yang sering kali hadir gara-gara tangan manusia, ulah tangan manusia yang kotor, yang salah, yang tidak mengolah alam semesta ini tidak sesuai dengan domain yang ada,” tutur Aher dalam sambutannya.

    Hal senanda juga diungkapkan oleh Rektor ITB, Akhmaloka, menurutnya keberdaaan masjid Al-Jabbar tersebut selain sebagai pusat aktifitas ibadah juga bisa mendatangkan kebaikan bagi masyakat sekitar bahkan dunia. “mudah-mudahan masjid ini bisa menjadi pusat Aktifitas Ibadah bagi ITB dan masyarakat. serta menjadi kebaikan bagi masyarakat Jatinangor bahkan bahkan dunia karena terdapat juga kampus,” Papar Akhmaloka yang pada acara tersebut juga meresmikan Labtek 1B, Laboratorium Sendimentasi dan Gedung Kuliah Umum I Kampus ITB Jatinangor.

    Pada acara yang dihadiri oleh Kadis Permukiman dan Perumahan Jawa Barat Bambang Rianto, Kadis Kehutanan Jawa Barat, Budi Susatijo serta pejabat pemkab Sumedang tersebut,  Aher bersama Akhmaloka secara resmi mengoperasikan waduk 1 yang berada dikawasan kampus ITB. Waduk tersebut selain berfungsi sebagai pengendali banjir juga dikelola sebagai sumber air kampus.

    Selain itu Aher berserta rombongan sebelum acara peresmian berkesempatan berkeliling kampus ITB seluas 47 hektar yang didalamnya selain terdapat fasilitas kampus seperti ruang kuliah, asrama, laboratorium dan saran lainnya juga terdapat pembangunan gedung yang akan dijadikan sebagai salah satu venue PON 2016 untuk cabor Futsal. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Aher: Implementasi UU Pemerintahan Daerah Sebaiknya Dipercepat

    AMBON - Gubernur seluruh Indonesia menghendaki agar penerapan Undang-Undang No. 23 tentang Pemerintahan Daerah segera dilaksanakan. Karenanya, pemerintah kabupaten/kota, provinsi, pemerintah pusat, dan pihak terkait lainnya perlu segera memiliki pemahaman yang sama atas isi undang-undang ini.

    Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Ahmad Heryawan (Aher) menegaskan hal itu di sela pembukaan Rapat Kerja APPSI 2015 di halaman belakang kediaman dinas Gubernur Maluku di Ambon, Kamis malam, 26 Februari 2015. 

    Rapat Kerja APPSI yang dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) diikuti seluruh gubernur se-Indonesia. Mendampingi JK, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. 

    Aher --yang juga Gubernur Jawa Barat-- mengungkapkan tema rapat kerja: Konsolidasi Pemerintah Daerah Menyongsong Implementasi UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. "Salah satu sasaran utama rapat kerja 2015 yakni mengakselerasi implementasi Undang-Undang tentang Pemerintah Daerah," ungkap Aher.

    Memberi contoh, kata Aher, pengaturan wewenang pemerintah kabupaten/kota dan provinsi. Dengan pemahaman yang sama atas muatan undang-undang dimaksud, akan meminimalkan kesalahfahaman sehingga pelaksanaannya dapat efisien dan efektif.

    Ditanya mengenai contoh kasus yang perlu mendapat perharian khusus, Aher menyebutkan pengaturan pelimpahan wewenang tugas dan tanggungjawab atas SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas), dari pemerintah kabupaten/kota kepada provinsi. 

    "Di sini perlu diperjelas mana wewenang (pemerintah) kabupaten/kota dan provinsi. Pendidikan adalah soal besar. Kalau tidak jelas berbahaya, siswa SMA/SMK bisa terombang-ambing nasibnya," papar Aher, yang berharap penerapan undang undang dimaksud tidak perlu menunggu batas toleransi dua tahun.

    Di tempat yang sama, Ketua Umum Dewan Pengurus APPSI Syahrul Yasin Limpo hasil raker diharap menjadi bahan bagi pemerintah pusat dalam menyusun lampiran-lampiran atas Undang-Undang No. 23/2014. Di antaranya berupa peraturan pemerintah.

    Syahrul yang juga Gubernur Sulawesi Selatan menyebutkan salah satu bagian yang mendapat perhatian prioritas peserta rapat kerja menyangkut soal penganggaran. "Penganggaran bukan hal mudah. Ini harus efektif, demi kesejahteraan masyarakat," ujar Syahrul.

    Sementara itu, Wakil Presiden JK menyinggung berbagai persoalan sistem pemerintahan daerah sepajang dua kali revisi Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah. 

    "Semua sistem pemerintahan memiliki kelemahan. Kita perlu memilih sistem yang memiliki risiko terkecil," tandas JK saat menyampaikan pengarahan, sebelum membuka resmi rapat kerja.

    Atas semua model sistem pemerintahan daerah dimaksud, JK menggarisbawahi bahwa seluruh jajaran pemerintah --termasuk para gubernur-- hanya bekerja untuk mewujudkan kemajuan dan keadilan di tengah masyarakat. Untuk ini, JK mewanti-wanti agar seluruh komponen pemerintah manaati seluruh sistem yang dibangun bersama.*** Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Aher: PON XIX, Terbesar Sepanjang Sejarah

    BANDUNG-Ketua Umum PB PON XIX Ahmad Heryawan yang juga Gubernur Jabar mengatakan, PON XIX Jawa Barat tahun 2016 banyak mengukir catatan besar. Hal itu diungkapkan Ahmad Heryawan atau Aher dalam laporannya di hadapan Presiden RI, pada Pambukaan PON XIX di Stadion GBLA Sabtu malam (17/9).

    "PON XIX mempertandingkan 44 cabang olah raga, dengan 756 nomor, 756 medali dan lebih dari 5000 atlet, official panitia yang terlibat" katanya.

    Kirab api PON juga menempuh jarak terpanjang dalam sejarah penyelenggaraan PON yang melewati hampir seluruh Kabupaten Kota di Jawa Barat.

    "Kirab api PON sslama kurang lebih 17 hari menempuh jarak lebih dari seribu kilometer melwati hampir seluruh Kabupaten Kota di Jawa Barat, dengan sumber api alam dari Majakerta Indramayu" jelasnya.

    Ahamad Heryawan berharap, penyelenggaraan PON XIX di Jawa Barat bisa menjadi ajang pengukiran prestasi yang lebih baik bagi para atlet Nasional dari PON sebelumnya. (Pun)

    Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/19149/2016/09/18/Aher-PON-XIX-Terbesar-Sepanjang-Sejarah )

    Read more
  • Aher: Satpol PP Harus Punya Kecerdasan & Kemampuan Intelijen

    BANDUNG-Dalam arahannya yang disampaikan kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Satuan Polisi Pamong Praja se-Indonesia, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan bahwa Satpol PP memiliki keunggulan dibanding PNS lainnya. Menurutnya, selain kekuatan fisik, anggota Satpol PP harus memiliki kecerdasan dan kemampuan intelijen.
     
    Dalam Rakor yang digelar di Bale Asri Pusdai Jabar, Jl. Diponegoro No. 63 Kota Bandung, Selasa siang (3/3), Aher mengatakan kecerdasan yang harus dimiliki anggota Satpol PP adalah untuk memahami undang-undang atau perda serta aturan turunannya supaya diimplementasikan dengan baik di masyarakat.
     
    “Satpol PP paling tidak harus punya dua keunggulan. Keunggulan pertama dia cerdas memahami perundang-undangan, khususnya peraturan daerah. Kewajiban Satpol PP memahami seluruh peraturan yang ada di daerah tersebut dan (aturan) turunannya," ungkap Aher dalam rakor yang turut dihadiri Dirjen Pemerintahan Umum Kemendagri RI, Kasatpol PP Jabar, dan Kasatpol PP Provinsi dan Kabupten/Kota se-Indonesia.
     
    Lebih lanjut Aher pun menjelaskan, bahwa keunggulan yang kedua yang harus dimiliki Satpol PP adalah fisik yang kuat. Karena menurutnya, ketika pelaksanaan penerapan aturan dan pengawasannya, serta ketika menyelesaikan pelanggaran penerapan aturan tersebut selain dilakukan persuasif, di lapangan sering ada kendala perlawanan yang membutuhkan kekuatan fisik yang baik.
     
    Selain dua keunggulan di atas, Aher menambahkan Satpol PP harus memiliki kemampuan dalam menganalisis situasi yang terjadi di lapangan, sehingga menurutnya para anggota Satpol PP juga harus punya kemampuan intelijen dan hasil pantauannya dapat menjadi rujukan atau bahan rekomendasi pelanggaran terhadap sebuah aturan.
     
    Aher pun mengajak kepada semua lapisan pemerintahan untuk mengubah paradigma dan tidak menjadikan Satpol sebagai PNS “buangan”, karena menurutnya hal itu merupakan paradigma yang sangat salah.
     
    “Kalau ada cara pandang yang salah dari masyarakat kita termasuk dari PNS dan kepala daerah kita, yang menganggap Satpol PP adalah PNS “buangan”, itu adalah sebuah anggapan dan paradigma yang sangat salah. Yang benar adalah Satpol PP seharusnya hadir sebagai ASN atau PNS pilihan”, ujar Aher. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Ahmad Heryawan Menilai Pilkada Serentak Masih Kondusif

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menilai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di tiga wilayah meliputi Kota Cimahi, Kota Tasik Malaya dan Kabupaten Bekasi kondusif.

    "Aman, baik dan tidak ada masalah apa-apa dan terkendali. Insya Allah pada saatnya nanti akan berjalan dengan lancar, "katanya kepada wartawan di Bandung, Minggu (5/2/2017)

    Menurutnya, jika ada masalah, hal itu sifatnya biasa terjadi saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah yaitu seperti kerusakan kertas suara.

    "Ya tentu, kartu suara rusak itu biasa kan, itu rutinitas pilkada tinggal secepatnya bisa diantisipasi sehingga pada saatnya engga ada masalah apapun dan pada saat pencoblosan engga ada masalah, itu yang penting kan,"tegasnya.

    Heryawan menegaskan masalah kertas suara bukan persoalan besar. Sebab hal itu diyakininya bisa diantisipasi sedari dini sebelum pelaksanaan Pilkada 2017 dilaksanakan pada Hari-H.

    "Justru kita harusnya dari sekarang menata masalah yang ada untuk diselesaikan segera. Jangan sampai muncul di hari H,"imbuhnya.

    Oleh karena itu, Heryawan menghimbau dalam pelaksanaan Pilkada serentak nanti agar masyarakat senantiasa menjaga ketertiban, aman dan damai. Dia pun mengingatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam menyalurkan hak pilihnya sesuai dengan yang mereka inginkan.

    "Saya imbau kepada masyarkat agar tetap menjaga ketertiban, aman dan damai. Ini yang lebih penting yaitu masyarakat harus menggunakan hak suaranya dalam memilih pemimpin,"ungkapnya.

    Gubernur berharap partisipasi masyarakat dalam pilkada serentak nanti tingi untuk membuktikan calon pemimpin yang terbaik dari pilihan masing-masing yang akan membawa masa depan daerah tersebut ke arah yang lebih baik.

    "Kita ingin partisipasi publik ini tinggi,ini untuk membuktikan bahwa kita semua peduli dengan calon pemimpin kita masing-masing. Karena mereka yang akan membawa daerahnya ke arah yang lebih baik," pungkasnya. (MAT)

    Sumber ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/21182/2017/02/06/Ahmad-Heryawan-Menilai-Pilkada-Serentak-Masih-Kondusif )

    Read more
  • Ahmad Heryawan Peroleh Gelar Doktor Kehormatan

    BANDUNG,17 Juli 2014

     

    Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menerima Gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) dalam Bidang Ketatanegaraan Islam (Siyasah Syaríyyah) dari Universitas Islam Nasional (UIN) Bandung.

    Gelar kehormatan ini diberikan kepada Ahmad Heryawan karena kontribusinya yang nyata untuk bangsa dan negara di bidang ketatanegaraan  Islam DI IndonEsia, baik melalui jabatannya sebagai gubernur maupun aktivitas pribadi dalam dakwah dan aktivitasnya di dunia politik.

    Penganugerahan gelar kehormatan ini dilaksanakan di Auditorium UIN Bandung, Jl. A.H. Nasution 105 Bandung, yang dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dari kalangan pemerintahan, partai politik, dan para akademisi.

    Promotor  penganugerahan gelar doktor kehormatan tersebut terdiri dari tiga guru besar, yaitu Prof. Dr. H. Juhaya S. Praja, sebagai ketua promotor (UIN Bandung), sedangkan co-promotor adalah Prof. Dr. Dede Rosyada, MA., (UIN Jakarta), MA dan Prof. Dr. Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si. (UIN Bandung), dan  Prof. Dr. H. Moh. Najib, M.Ag., (UIN Bandung).

    Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan Pada tahun 2011 juga telah menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Youngsan University Korea Selatan, dalam Bidang Bisnis Administrasi.

    Dalam kesempatan itu Ahmad Heryawan menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul, Transformasi Paradigma Tata Kelola Pemerintahan Menuju Masyarakat Madani Berdaya Saing Tinggi.

    Menurut Ahmad Heryawan, tranformasi paradigma merupakan perbaikan cara pandang dan sikap terhadap sesuatu untuk melahirkan percepatan perbaikan kualitas tanpa harus melakukan perubahan secara drastis.

    Transformasi Paradigma Tata Kelola Pemerintahan merupakan bagian dari ikhtiar meretas jalan menuju tatanan masyarakat madani berdaya saing tinggi, yang memiliki empat dimensi: nilai dan karakter, keseimbangan duniawi dan ukhrowi, kesejahteraan, dan harmoni alam-manusia. Proses transformasi mengedepankan pendidikan masyarakat secara terstruktur dan bersistem, yang mampu membangun jejaring kemajuan secara global, serta penekanan akan pentingnya keyakinan diri untuk mencapai keberhasilan.

    Dalam upaya mewujudkan masyarakat madani berdaya saing tinggi, diperlukan empat tema besar strategi transformasi paradigma tata kelola pemerintahan. Pertama, paradigma kesisteman tata kelola. Kedua, paradigma kepemimpinan dan birokrasi. Ketiga, paradigma kesiapan masyarakat dalam beradaptasi, dan keempat, yaitu paradigma kelembagaan; ditopang dengan kemampuan kolektivitas yang pandai melahirkan kreasi bersama, dan pandai beradaptasi secara tepat  dalam perubahan pola pikir bersifat kontekstual, serta gaya hidup mandiri dan pandai mengatur diri.

    Membangun masyarakat madani berdaya saing tinggi, perlu ditopang dengan dua pilar penting yaitu nilai-nilai wahyu keagamaan (ulum), dan nilai-nilai ilmu pengetahuan dan teknologi (funun). Kedua pilar penting tersebut sebagai landasan untuk memiliki keberanian dan konsistensi semua pihak dalam melakukan transformasi paradigma secara menyeluruh dan berimbang, yaitu serangkaian transformasi paradigma sebagai hasil formulasi pembangunan keagamaan (IMTAQ) dan pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), menuju kondisi ideal tatanan masyarakat madani di masa depan.

    Dalam rangka menjamin terlaksananya transformasi paradigma pemerintahan menuju masyarakat madani berdaya saing tinggi, dibutuhkan lima komitmen utama, yaitu: komitmen individu, komitmen multi pihak, komitmen pimpinan diseluruh tingkatan birokrasi, komitmen membangun generasi penerus yang handal dan terpercaya, dan komitmen menggalang kebersamaan untuk maju dan berkembang.

    Transformasi paradigma tata kelola pemerintahan, perlu diimbangi dengan upaya luar biasa yang bersifat terobosan, dalam peningkatan daya saing bangsa. Dengan demikian harus bergegas untuk menyelesaikan tujuh tantangan besar bangsa: melahirkan negarawan, melahirkan pemikir-pemikir besar, melahirkan pengusaha-pengusaha besar, melahirkan pemimpin nasional, melahirkan tokoh agama dan tokoh masyarakat, menciptakan sistem Indonesia multi akses, dan melaksanakan transformasi Indonesia menjadi negara berbudaya industri.

    Buku Transformasi Paradigma Tata Kelola Pemerintahan Menuju Masyarakat Madani Berdaya Saing Tinggi memberikan gambaran dan pembelajaran dari praktek baik tata kelola Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, dengan harapan dapat memandu dan memberi inspirasi bagi para pembaca untuk merespon tantangan dan harapan pembangunan kesejahteraan masyarakat, demikian Heryawan. (Sumber : http://www.jabarprov.go.id)

    Read more
  • Alm. Wawan Ridwan Di Mata Aher

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) tidak bisa menyembunyikan rasa belasungkawa mendalam atas wafatnya Sekretaris Daerah Jawa Barat Wawan Ridwan, Sabtu (21/03) pkl. 06.45 WIB di Rumas Sakit Hasan Sadikin Bandung.

    Usai menjadi imam shalat jenazah Alm. Wawan Ridwan di Masjid Daarul Muttaqqin, Aher memberikan obituari atas Almarhum. Menurutnya, Almarhum adalah sosok yang low profile dan bersahaja.

    "Sepanjang hidupnya yang saya kenal belum pernah mengatakan  beliau sakit. Hari Jumat masih rapat. Sabtu masih olahraga. Minggu masih mengantar cucu ke Bandung Utara. Hari Senin diberi disposisi untuk mewakili saya pada suatu kegiatan dan katanya sakit...baru kali itu saya mendengar pak Sekda sakit," ceritanya.

    Aher mengungkapkan sepanjang dirinya bertemu dengan teman di lingkungan Kementerian Kehutanan maupun dimanapun belum pernah ada satupun orang yg memberikan penilaian buruk. "Pak Wawan Ridwan adalah orang baik," pungkasnya.

    Read more
  • APPSI Gelar Pertemuan dengan Panglima TNI

    JAKARTA – Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang diwakili delapan Gubernur di Indonesia melakukan pertemuan dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, di Jakarta, Senin (21/7).

    Dalam pertemuan tersebut Ketua APPSI, Syahrul Yasin Limpo yang juga Gubernur Sulawesi Selatan didampingi tujuh Perwakilan Gubernur yang hadir, diantaranya: Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat), Gusnar Ismail (Gubernur Gorontalo), Agustin Teras Narang (Gubernur Kalimantan tengah), Awang Faroek Ishak (Gubernur Kalimantan Timur), Said Assagaf (Gubernur Maluku), Aladin S Mengga (Gubernur Sulawesi Barat), dan Tengku Heri Nuradi (Wakil Gubernur Sumatera Utara) menyampaikan hasil pertemuan dengan Panglima TNI tersebut kepada wartawan yang dilaksanakan di Gedung Komando TNI, Jl. Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

    Dalam pertemuan ini, Syahrul dan seluruh Gubernur menyampaikan rasa terimakasihnya kepada TNI sebagai aparat keamanan yang telah menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah selama Pilpres berlangsung.

    Syahrul mengatakan, suksesnya penyelenggaraan Pilpres di seluruh Indonesia yang aman karena hadirnya TNI di tengah masyarakat. “Suasana yang ada di Sulawesi Selatan dan seluruh Indonesia diwakili oleh beberapa Gubernur yang hadir rasanya sangat aman, damai, terkendali. Oleh karena itu, situasi ini tentu saja tidak lain karena hadir aparat keamanan TNI dan Kepolisian yang bekerja dengan cukup intens dengan Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia”, ujar Syahrul dalam konferensi pers usai pertemuan.

    Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko juga sangat mengapresiasi atas kerjasama baik antara TNI dan Pemda. “Bapak-bapak Gubernur ini menyampaikan terimakasih atas kerjasama TNI dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah dan menyampaikan perkembangan situasi perkembangan di daerah sangat kondusif”, ujar Moeldoko. Ia pun berharap dengan kondusifnya keamanan di daerah dapat terjaga hingga proses politik mencapai titik akhir yang baik.

    Untuk itu, Moeldoko pun menyampaikan inti dari pertemuan ini trediri dari dua point, yaitu: Para Gubernur mengucapkan terimakasih kepada Panglima TNI atas kerjasama TNI dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah. Kedua, Perkembangan situasi di daerah masing-masing sangat kondusif dan Panglima TNI sangat bangga dan bahagia karena Gubernur bersama TNI/Polri dapat menjaga kondisi wilayah dengan baik dan berharap proses politik mencapai titik akhir dalam keadaa yang baik.

    Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) juga menyampaikan situasi aman dan kondusif di daerah Jawa Barat. Aher mengatakan walaupun penduduk Jawa Barat besar, namun kondisi keamanan dapat terjada dengan baik karena penduduknya baik. “Kita menghimbau masyarakat Jawa Barat supaya tetap menjada kondusifitas dan rasa aman yang ada. Saya percaya meski Jawa Barat penduduknya banyak tapi masyarakatnya baik-baik. Terbukti di Pilkada, Pilgub, Pileg, dan Pilpres tidak ada persoalan apapun meskipun penduduknya banyak. Kalaupun Pilkada ada sengketa bisa selesai di MK”, ungkap Aher.

    Dalam pertemuan ini, walaupun hanya diwakili delapan Gubernur yang merupakan pengurus APPSI. Namun, hasil pertemuan akan disampaikan kepada seluruh Gubernur di Indonesia. Aher pun menambahkan pertemuan delapan pemda dengan Panglima TNI ini bukan karena daerah-daerah ini memiliki potensi konflik. Sumber : http://www.jabarprov.co.id

    Read more
  • Atasi Limbah Pabrik & Elektrikfikasi, Melalui Dua Alat Ini

    BANDUNG – Untuk mengatasi permasalahan limbah pabrik dan elektrifikasi atau kekurangan energi listrik, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melirik dua alat temuan hasil karya Dicky Zainal Arifin.

    Kedua alat ini didemonstrasikan di hadapan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di Rumah Dinasnya, Jl. Ir. H. Juanda Nomor 148 Dago, Bandung pada Senin malam (13/10). Pada demonstrasi alat yang juga disaksikan Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Jawa Barat Yerry yanuar, perwakilan para OPD terkait, serta Bupati Bandung Dadang M Nasser ini, Kang Dicky (sapaan akrab Dicky Zainal Arifin) memperagakan alat elektrifikasi listrik yang ia beri nama Balaruna. Alat ini berupa generator penghasil energi listrik yang tidak memerlukan bahan bakar untuk menghasilkanya. Uniknya, alat ini akan terus memproduksi listrik tanpa henti atau disebut overunity.

    Lebih lanjut Kang Dicky menjelaskan sistem kerja alat ini seperti angka 8, sehingga gelombang elektromagnetik yang dihasilkan putaran menghasilkan energi yang tak pernah habis, karena terus men-charge atau memberi masukan energi yang dibutuhkan. ”Itu namanya generator tanpa bahan bakar, jadi prinsipnya overunity. Overunity itu maksudnya tanpa habis-habis seperti angka delapan, overunity-seperti ouroboros. Jadi, si listrik itu akan kembali men-charge lagi, men-charge lagi, men-charge lagi seperti itu. Itu free energy sebetulnya. Dan ini hal yang selama ini dunia cari” ungkap Kang Dicky.

    Sementara biaya untuk memproduksi alat ini sangatlah terjangkau. Untuk membuat satu alat dapat menghabiskan dana hingga 1,5 juta rupiah. Namun dapat menerangi listrik hingga lima rumah karena dapat menghasilakan listrik hingga 600 watt. Namun, untuk menghasilkan energi yang lebih besar lagi, alat ini dapat disesuaikan ukurannya dengan energi yang dibutuhkan. Selain itu, alat ini pun dapat dibuat untuk sumber listrik alat elektronik tertentu, seperti balaruna untuk televisi, komputer ataupun yang lainnya.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sangat mengapresiasi dan mendukung pengadaan alat ini sebagai solusi dalam program elektrifikasi untuk desa-desa di Jawa Barat yang belum terjangkau aliran listrik. ”Kita tahu sekarang di Jawa Barat masih banyak desa-desa atau rumah yang belum ada listrik. Karena masalah instalasinya yang begitu mahal. Jadi PLN juga kita tidak bisa paksa dan harapkan untuk membangun instalasi yang begitu besar. Nah, tadi ada elektrifikasi yang dengan harga murah. Teknologi ini akan kita kembangkan ke beberapa desa, sekaligus nanti yang buat adalah masyarakat desa. Tinggal kita training, sehingga jadi pemberdayaan ekonomi masyarakat juga untuk membuat alat-alat elektrifikasi tadi”, papar Wagub.

    Wagub pun berharap alat ini dapat membantu sistem elektrifikasi masyarakat serta segera mengaplikasikan. Selain itu Wagub ingin Balaruna ini segera dipatenkan untuk menghindari pengakuan dan pemanfaatan dari pihak lain.

    Selain Balaruna, dalam mengatasi limbah yang berasal dari industri yang berdampak pada pencemaran lingkungan, Kang Dicky juga telah menciptakan Alat Pemurni Air-khususnya limbah cair industri-yang sederhana dan terjangkau.

    Wagub mengatakan bahwa saat ini masih banyak pabrik yang belum memiliki instalasi pengolahan air limbah atau Ipal yang baik. Untuk itu, pihaknya ingin mencoba alternatif teknologi tepat guna melalui Ipal yang terjangkau, sehingga dapat menjadi solusi agar dapat menjernihkan kembali air limbah yang dihasilkan industrti dan layak untuk dialirkan ke sungai-sungai.

    Melalui alat pemurni air yang diaku Kang Dicky belum diberi nama ini, Wagub berharap melalui alat ini teknologi tepat guna dapat segera diaplikasikan untuk solusi Ipal yang murah. ”Ini bisa jadi suatu solusi bagaimana dengan Ipalnya yang murah, sehingga keluarnya di bawah baku mutu air sendiri, jadi tidak di atas baku mutu air. Jadi, memang layak untuk dialirkan ke sungai-sungai kita dengan harga yang murah. Kalau berhasil kita uji coba-ini menjadi solusi, jadi tidak ada lagi nanti pabrik-pabrik yang mengeluarkan limbah B3 tadi mencemari sungai-sungai kita. Jadi peneggakkan hukum kita bisa lakukan kalau dia (industri) memang tidak mau melakukan pengolahan limbahnya”, jelas Wagub.

    Wagub pun menambahkan bahwa saat ini tengah dilakukan uji coba dalam mereklamasi sawah-sawah yang telah dialiri air limbah dengan mereklamasinya melalui pupuk tertentu.

    Alat pemurni air ini sendiri memakai teknik Fisika dan gravitasi dalam mengoperasikannya. Kang Dicky mengatakan di dalam tabung alat ini terdapat beberapa lapis penyaring air tertentu yang dapat menjernihkan air limbah yang kotor dan beracun. ”Fisikalah ini, jadi mulai gravitasi. Kita pakai gravitasi dan kemudian ada penyarigan-penyaringan. Penyaringan-penyaringan yang itu resep saya sendiri. Jadi saya tidak meniru, resep-resep ini saya buat sendiri, ada apa saja di dalamnya dan sebagainya. Makanya dari limbah yang hitam bisa keluar bening”, papar Kang Dicky.

    Sementara itu, Bupati Bandung Dadang M Nasser yang turut hadir menanggapi dengan baik adanya kedua alat pemurni air dan elektrifikasi ini. Khusus untuk alat pemurni air, ia pun berharap dengan alat ini pabrik-pabrik yang ada di wilayahnya dapat segera menerapkan Ipal yang terjangkau agar dapat segera mengendalikan limpahan limbah untuk mendukung program Citarum Bestari. ”Kami membutuhkan ini, tadi sudah bicara dengan pak Wagub-kaitan dengan penyelesaian situ hulu-hilir per 20 km Citarum. Terutama untuk Ipal limbah cair yang ada dimulai dari Ibun sampe ke Baleendah. Ini harus ada Ipal dan kita harus duduk bersama untuk membicarakannya”, harap Dadang.

    Kang Dicky mengaku tujuan dirinya menciptakan alat ini adalah untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, sehingga nantinya alat ini akan diproduksi sendiri oleh masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan listriknya.

    Untuk itu, perlu adanya upaya penerapan teknologi tepat guna agar dapat mengembalikan kondisi lingkungan dan alam kembali seperti semula. Dan hal ini dapat dilakukan melalui instalasi pengolahan limbah yang sederhana dan terjangkau bagi semua kalangan.  Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Bandung Lautan Photografer Kembali Digelar

    BANDUNG – Komunitas pecinta photografi akan kembali menggelar Bandung Lautan Photografer tanggal 14 September di Bandung.

    Kegiatan hunting objek photo itu digelar di CFD Dago dan juga halaman belakang Gedung Sate. Menurut Humas Bandung Lautan Photografer, Chevy Ferdian, Kamis (11/9) kegiatan itu digelar untuk yang ketigakalinya.

    “Ini untuk yang ketiga kalinya, untuk merekatkan persaudaraan antara pecinta photografi dan berbagai pengalaman” katanya
    Menurut Chevy, peserta Bandung Lautan Photografi bukan hanya berasal dari Bandung, tetapi sudah ada yang menyatakan keikutsertaan dari luar Bandung bahkan dari Papua.

    “Pesertanya bukan hanya dari Bandung tetapi dari luar kota bahkan dari Papua ada yang akan datang. Total peserta yang sudah confirm ke kita kurang lebih seribu orang lebih” ujarnya.

    Chevy juga menjelaskan Bandung Lautan Photografer akan menjadi agenda rutin tahunan, dan diharapkan bisa menjadi agenda Nasional. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Bank Indonesia (BI) Jawa Barat Buka Kas Layanan Terpadu

    BANDUNG 10 Juli 2014 - Mulai hari ini Bank Indonesia melaksanakan kas layanan terpadu bekerjasama dengan bank lain di Jabar

    "Ini merupakan kegiatan tambahan, untk melayani kebutuhan masyarakat dalam penukaran uang kecil," kata Gani Aziz kepala divisi sistem pembayaran BI Wilayah VI Jawa Barat dan Banten di kantor BRI Jl.Asia Afrika, Kamis.

    Selanjutnya  hal serupa akan dilaksanakan di BCA  Jl.A.Yani pada 16 Juli dan 23  Juli di BCA Jl.Soekarno Hattaa.

    Gani menuturkan, selain kas keliling juga tersedia atm dari 5 bank yang bekerjasama dengan BI seperti BRI, BNI, BCA, Bank bjb dan Mandiri.

    "Dalam satu kali beroperasi BI menyediakan Rp 3 milyar dan sistem penukarannya per paket. Paket penukaran uang pecahan kecil mulai dari Rp 20 ribu (Rp 2 juta) Rp 10 ribu (Rp 1 juta), Rp 5 ribu (Rp 500 ribu), Rp 2.000 (Rp 200 ribu) dan Rp 1.000 (Rp100 ribu)," katanya.

    Menurutnya, kas keliling juga akan beroperasi ke daerah terpencil seperti Pamempeuk Garut pada 14-17 Juli dan Pelabuhan Ratu  pada 21-24 Juli.Untuk terakhir kalinya, kas keliling akan beroperasi pada 25-26 Juli di rest area untuk membantu masyarakat yang akan mudik. Terutama di KM.90 arah Bandung-Jakarta dan KM.150 Cileunyi. Jo. (Sumber : http://jabarprov.go.id)

    Read more
  • Berbagai Lomba Meriahkan Perayaan HUT LAN ke – 57

    JAKARTA – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Lembaga Administrasi Negara yang ke 57 dirayakan dengan kegiatan jalan santai yang diikuti oleh seluruh keluarga pegawai LAN.

    Puncak peringatan yang digelar di Kantor Pusat LAN RI, Jl. Veteran No. 10 Jakarta Pusat, Minggu (10/7) diawali dengan pelepasan balon yang berjumlah 57 buah sebagai simbol kiprah LAN selama 57 tahun mengabdi untuk negeri.

    Jalan santai itu mengambil rute dari kantor pusat memutari kawasan Monas. Selepas jalan santai, panitia HUT LAN menyelenggarakan kegiatan fun games lainnya, seperti lomba memasukkan paku ke dalam botol yang diikuti oleh tim dari masing-masing unit kerja, serta lomba masak bagi pegawai pria dari masing-masing unit kerja.

    Selain menggelar lomba bagi para pegawai, kemeriahan HUT LAN ini juga diisi dengan lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak pegawai LAN. Disamping juga kegiatan Bazar yang menjual berbagai macam produk kebutuhan.

    Acara pamungkas peringatan HUT LAN ini ditutup dengan makan bersama dengan diiringi alunan musik organ tunggal. (fat/bp/humas). Sumber : ( http://lan.go.id )

    Read more
  • BI : Subsidi BBM Cabut Saja

    Bandung - Pembatasan subsidi BBM membuat masyarakat resah dan mengantri panjang di SPBU. Banyak yang mendorong agar subsidi BBM dicabut namun ada juga yang menolak. Kepala BI Wilayah Jabar Banten Dian Ediana Rae mengatakan lebih baik subsidi di cabut saja.

    "Lifting semakin hari makin rendah, sedangkan impor semakin meningkat. Jadi menurut pandangan pribadi saya, lebih baik subsidi BBM dicabut 100% dan direlokasi ke hal lain seperti proyek infrastruktur. Coba bayangkan, misal, anggaran Rp 200 triliun dialihkan ke proyek infrastruktur. Akan jadi apa dari uang itu. Kita mungkin bisa memiliki infrastruktur yang sangat memadai untuk menopang roda perekonomian," tuturnya kepada wartawan di kantor BI jalan Braga.

    Lebih lanjut dia mengatakan, relokasi anggaran subsidi BBM juga bisa digunakan untuk mensupport industri padat karya yang seiring berjalannya waktu, memungkinkan bisa mendrive pertumbuhan ekonomi dan menyerap banyak tenaga kerja.

    Dengan begitu, menurutnya, masyarakat bisa memiliki kapasitas lebih untuk membeli BBM dengan tanpa subsidi pun. Kalau subsidi tidak juga dicabut, lanjut dia, permasalahan yang berkaitan dengan subsidi BBM akan seperti kanker, dari waktu ke waktu akan meningkat dan terus berulang masalahnya.

    "Daya beli masyarakat perlu terus didongkrak. Harus ada keberanian politik dari pemerintah. Toh ini juga demi kebaikan kesehatan APBN," katanya.jo Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • BPJS Ketenagakerjaan Bandung 1 Santuni Ahli Waris Karyawan PT Grandtex Industry

    Bandung- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bandung 1 menyerahkan santunan jaminan kecelakaan kerja kepada ahli waris dari salah seorang karyawan PT Grandtex Industry yang meninggal dunia saat melakukan pekerjaanya.

    Restu Fitria Rohman, anak semata wayang dari almarhum Roni Suparman menerima langsung santunan yang diserahkan langsung oleh Darmadi selaku kepala kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung 1 sebagai ahliwaris.

    Kepala Kantor Cabang Bandung 1 Darmadi mengatakan pemberian santunan kecelakaan kerja yang menyebabkan meninggal dunia bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan merupakan amanah undang-undang disebutkan bahwa setiap peserta yang mendapat musibah kecelakaan saat bekerja wajib mendapat santunan apalagi itu menyebabkan meninggal dunia.

    Darmadi juga menambahkan bahwa santunan tersebut diberikan kepada Restu selaku ahli waris semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaiknya. Setelah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, setiap tenaga kerja mendapatkan perlindungan dari program BPJS TK, diantaranya jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan kecelakaan kerja. BPJS Ketenagkerjaan selalu berupaya memberikan perlindungan bagi tenaga kerja seperti yang telah diamanatkan oleh Undang Undang demi mewujudkan kesejahteraan bagi setiap pekerja.

    "Jaminan kecelakan kerja adalah salah satu program BPJS Ketenagkerjaan yang bertujuan untuk melindungi pekerja dari resikodan akibat yang ditimbulkan oleh pekerjaan itu sendiri. Pekerja berhak mendapatkan

    perlindungan tersebut sebagaimana telah diatur dalam UU No 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelengaara Jaminan Sosial. Untuk tahun ini saja, kita telah bayarkan santunan kecelakaan kerja mencapai 5.6 Milyar
    dengan 1.313 kasus kecelakaan kerja," tuturnya.

    Penyerahan santunan juga didampingi oleh wiwin selaku pihak perusahaan dari PT Grandtex Industry. Penyerahan santunan tersebut mencapai 112 juta, karena termasuk kategori kecelakaan yang mengakibatkan meninggaldunia dan terjadinya saat bekerja, dan semua santunan merupakan hak dari Restu selaku wahli waris. jo. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Budidaya Lele Sangkuriang Menguntungkan

    CIMAHI-Unit Pelayanan Teknis (UPT) Balai Benih Ikan Air Tawar dan Pusat Kesehatan Hewan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi mengembangkan budidaya Ikan Lele Sangkuriang. Jenis ikan air tawar ini dikembangkan karena dinilai cukup menguntungkan.

    “Harga jualnya cukup bagus, sekarang mencapai Rp 20.000 per kilogram,” kata Kusnadi, Penanggungjawab Kolam Sangkal Ikan Lele UPT Balai Benih Ikan Air Tawar dan Pusat Kesehatan Hewan Diskopindagtan Kota Cimahi di Balai Benih Ikan Air Tawar Kota Cimahi, Kompleks Nata Endah RT 02 RW 02 Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi kepada jabarprov.go.id, Senin (29/9).

    Kusnadi menjelaskan, budidaya Ikan Lele Sangkuriang memang sekarang kian digemari oleh masyarakat. Di Kota Cimahi sendiri ada dua sentra budidaya Ikan Lele Sangkuriang, yaitu di Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah dengan di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.

    Menurut Kusnadi budidaya Ikan Lele Sangkuriang cukup mudah. Sekarang masyarakat membudidayakan Ikan Lele Sangkuriang dengan menggunakan kolam terpal. Soalnya, modal yang diperlukan tidak sebanyak modal yang diperlukan untuk membuat kolam tanah atau membeli kolam fiber.

    Harga kolam terbuat dari terpal ukuran dua meter kali satu meter dengan tinggi satu meter harganya hanya Rp 300.000, sedangkan harga kolam terbuat dari fiber dengan ukuran yang sama harganya bisa mencapai Rp 3 juta.

    Masyarakat yang ingin mempelajari dan mempraktekkan budidaya Ikan Lele Sangkuriang, menurut Kusnadi, bisa datang langsung, mengunjungi Balai Benih Ikan Air Tawar Kota Cimahi di Kompleks Nata Endah, Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Lokasi tersebut mudah dijumpai, yaitu tak jauh dari SDN Cibabat Mandiri I.

    “Tapi, kalau ingin membeli ikan lele untuk budidaya pembesaran atau pembibitan, harus ke sentra budidaya Ikan Lele Sangkuriang yang dilakukan oleh masyarakat, yaitu di Kelurahan Baros dan Kelurahan Cipageran,” katanya. (enal) Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Dana Ganti Rugi Jatigede Siap Dikucurkan

    BANDUNG–Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan, dana ganti rugi waduk Jatigede siap dicairkan. Menurut Ahmad Heryawan, kesepakatan besaran dana ganti rugi itu sudah dicapai beberapa waktu lalu dengan berbagai pihak terkait. Hal itu disampaikan Gubernur di Gedung Sate, Senin (23/3).

    “Kemarin sudah kita putuskan dua hal, yaitu jumlah penerima ganti rugi, dan jumlah penerima santunan. Untuk ganti rugi 4000 lebih Kepala Keluarga jumlahnya naik dari 108 juta rupiah lebih per KK, menjadi lebih 122 juta per KK. Untuk penerima santunan 6410 KK, jumlah rupiahnya adalah 29,3 juta per KK” katanya.

    Menurut Gubernur, penerima santunan itu adalah KK yang tanahnya sudah dibeli putus oleh pemerintah beberapa waktu lalu, tetapi karena ada penundaan proyek, mereka masih tinggal di sana.

    “Penerima santunan ini mereka yang masih tinggal di sana tetapi tanahnya sudah dibayar pemerintah beberapa waktu lalu. Ini semacam uang kadeudeuh saja dari Pemerintah atas pertambahan nilai” ujar Gubernur.

    Ahmad Heryawan menambahkan, teknis pencairan dan waktu pencairan masih dibicarakan, namun yang pasti sebelum bulan Juli 2015 harus sudah selesai, karena penggenangan Jatigede dilakukan Juli 2015. (Pun) Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Deddy : Laju Pertumbuhan Ekonomi Jabar Meningkat

    BANDUNG–Sesuai dengan agenda organisasi yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART) Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Kepengurusan Kadin Jawa Barat periode 2013 -2018 menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Jawa Barat III, yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta, Jl. Sumatera Kota Bandung, Selasa (24/1).

    Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar hadir membuka secara resmi Rapimprov tersebut. Istimewanya, ‘keynote speech’ pun diberikan langsung Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Jusuf Kalla.

    Pada kesempatan tersebut, Wagub Deddy Mizwar memaparkan hal terkait kinerja perekonomian Provinsi Jawa Barat Tahun 2016. Berdasarkan berita resmi Badan Pusat statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, perekonomian Jawa Barat pada Triwulan III 2016 yang terukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai 423,13 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2010 325,18 triliun.

    “Sehingga, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)  Jawa Barat Triwulan III 2016 terhadap triwulan III 2015 tumbuh 5,76% (yoy). Jadi meningkat dibanding periode yang sama pada tahun 2015 sebesar 5,02%,” ungkap Deddy Mizwar.

    LPE Jabar juga tumbuh diatas LPE Nasional yang hanya 5,02%. Sementara itu, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi, sebesar 13,66%, sedangkan dari sisi pengeluaran dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh 13,08%.

    Sumber laju pertumbuhan, atau Source of growth (SOG) secara year-on-year (yoy) dari sisi lapangan usaha, yang memberikan andil pertumbuhan terbesar adalah lapangan usaha industri pengolahan, yaitu sebesar 1,96%, sedangkan dari sisi pengeluaran, andil positif terhadap pertumbuhan adalah komponen ekspor barang dan jasa sebesar 4,65%.

    “Selanjutnya pada bidang investasi, total realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) priode Januari sampai dengan September 2016 di Jawa Barat yaitu sebesar 111,405 triliun, atau meningkat sebesar 7,931 triliun dari periode yang sama tahun 2015. Dan ini telah mencapai 104,12% dari jumlah target investasi berdasarkan PMDB, yaitu 107 triliun,” sambung Deddy.

    “Realisasi investasi tersebut terdiri dari 82,59 triliun proyek wajib LKPM, yang meliputi 60,33 triliun PMA, dan 22,26 triliun PMDN, serta 28,815 triliun proyek PMDN non-LKPM,” tambahnya.

    Adapun jumlah tenaga kerja yang terserap keseluruhan sebanyak 307.745, meningkat sekitar 26.160 orang dari tahun 2015. Sedangkan jumlah proyek keseluruhan 28.034 proyek, meningkat sebanyak 1.960 proyek dari tahun 2015.

    Sumber ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/20995/2017/01/25/Deddy-Laju-Pertumbuhan-Ekonomi-Jabar-Meningkat )

    Read more
  • Deddy Mizwar Raih Penghargaan Widyanipuna

    BANDUNG—Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mendapatkan penghargaan Widyanipuna dalam rangka ulang tahun HU Galamedia yang ke-15 dengan tema, Bersama dan bekerjasama pasti bisa, di Hotel d Java Jln. Sukajadi Bandung, Selasa (14/10/2014).

    Layang pangajen (Penghargaan) Widyanipuna ini diberikan langsung oleh Dirut PT Galamedia Bandung Perkasa H Hilman Djajadiredja kepada pemimpin daerah lainnya yaitu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wakil Wali Kota Cimahi Sudiarto, Bupati Bandung Dadang M Naser, dan Bupati Bandung Barat Abu Bakar.

    Penghargaan ini merupakan penghargaan bagi pemimpin yang memiliki dedikasi tinggi memajukan daerahnya masing-masing. Selain itu melalui ilmunya yang tinggi, para pemimpin tersebut mampu membawa daerahnya hingga meraih berbagai prestasi.

    Penghargaan juga diberikan pada Sariban sebagai tokoh penggiat lingkungan serta Taufik Faturochman seorang tokoh budaya melalui sulap dandongeng (Sudong).

    Acara ini dihadiri juga oleh Anggota DPRD Jawa Barat Imran Serfian, Wakil Walikota Cimahi Sudiarto, Bupati Bandung Dadang M. Naser, Bupati Bandung Barat Abu Bakar, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Suherlan, Direktur Utama Galamedia beserta jajarannya, Direksi Pikiran Rakyat beserta jajarannya, Kru Galamedia, Wartawan Galamedia, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Barat dan diikuti pejabat lainnya.

    “Atas nama pribadi dan institusi pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-15 kepada keluarga besar PT. Galamedia Bandung Perkasa. Semoga seiring dengan bertambahnya usia yang ke-15, Galamedia semakin eksis sebagai salah satu wadah penyedia informasi masyarakat yang tidak diragukan lagi kontribusinya terhadap pembangunan, baik di lingkup daerah Jawa Barat maupun nasional,”ujar Deddy Mizwar dalam sambutannya.

    Deddy Mizwar berpesan kepada PT. Galamedia Bandung Perkasa untuk tetap memposisikan diri sebagai jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah dengan masyarakat dengan tidak melupakan nilai-nilai kebebasan pers yang diamanatkanoleh Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Kebebasan Pers.

    Sementara itu, Direktur Galamedia, H Hilman Djajadiredja menyambut dengan baik ulang tahun HU Galamedia yang ke-15 ini. “Momentum ulang tahun ke-15 ini mempunyai makna strategis untuk menjadikan Galamedia makin mengakar di masyarakat salah satunya dengan terus menata Galamedia online baik dari sisi SDM, design, maupun konten beritanya yang lebih real time. Selain itu, kita juga sudah menyiapkan alamat web yang lebih mudah diingat, kalau sebelumnya menggunakan klik-galamedia.com maka dalam waktu dekat ini kita akan gunakan url galamedianews.com. Portal berita yang tak henti-hentinya memberikan informasi terbaru juga akan semakin mudah diakses baik berita maupun iklan-iklannya melalui smartphone sehingga dimanapun pembaca kita bias terus mengikuti informasi terkini,”ujarnya.

    Bertepatan dengan HUT ke-15, Galamedia juga menampilkan tampilan terbaru website galamedianews.com dengan beberapa perubahan yang lebih lengkap dan atraktif guna melengkapi kebutuhan masyarakat Jawa Barat khususnya di Bandung. Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Dede Yusuf: Pramuka Harus Selalu Kreatif dan Inovatif

    BOGOR-Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat, Dede Yusuf nenegaskan, dalam mengembangkan pramuka di Jawa Barat, harus selalu kreatif dan inovatif, harus memperbaharui cara-cara kegiatan yang sesuai dengan aspirasi generasi muda dan kebutuhan masyarakat.

    “Hal tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Bapak Pramuka Indonesia, Kakak Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Beliau menyampaikan bahwa pramuka harus melakukan inovasi yang sesuai dengan selera generasi muda dan kebutuhan masyarakat dengan tanpa menghilangkan karakter bangsa,” kata Dede Yusuf  pada Peringatan Hari Pramuka ke-53 Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Lapang Sempur, Jalan Sempur, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (14/8).

    Adapun prinsip moral kepramukaan yang dikemukakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sejatinya adalah budi pekerti mulia seperti dipaparkan dalam Tri Satia dan Dasa Darma untuk mencetak putra-putri berakhlak luhur,

    “Saya berkeyakinan pramuka adalah salah satu jawaban dari kebutuhan masyarakat di setiap jaman dan dewasa ini yang penuh dengan tantangan. Pramuka harus menjadi filter bagi geraknya impor budaya, nilai-nlai sosial masyarakat dunia. Gerakan pramuka merupakan sekelompok barisan yang dipunyai masyarakat yang mampu menemukan sinergitas nasionalisme, internasionalisme dan humanisme agar berjalan beriringan,” katanya.

    Tahun 2014 bagi gerakan pramuka, menurut Dede Yusuf,  merupakan tahun yang istimewa. Pasalnya, selain memperingati hari pramuka, juga pada tahun ini pemerintah telah menetapkan pendidikan kepramukaan ke dalam kurikulum 2013 sebagai ekstra kurikuler wajib. 
    “Merupakan tugas besar dari pemerintah dan segenap insan pramuka dalam mewujudkan karakter bagi anak-anak dan remaja gerakan pramuka, khsusunya di Jabar,” katanya.   

    Sementara itu, Ka Mabicab Kota Bogor, DR. Bima Arya selaku tuan rumah Peringatan hari Pramuka ke-53 Tahun 2014 mengatakan, peringatan hari pramuka sebagai momentum bagi gerakan pramuka untuk terus berlari menjemput masa depan yang membanggakan bagi kita semua.

    Menurut DR. Bima Arya, ada dua nafas yang selaras dan seirama antara apa yang dicita-citakan dan yang direncanakan oleh Pemerintah Kota Bogor dengan gerakan pramuka yang selalu digelorakan oleh Ka Kwarda Jawa Barat, Kak Dede Yusuf. Yaitu, pertama kedekatan dan kecintaan kita semua kepada alam. Kedua, adalah aspek pembangunan karakter.

    “Kegiatan pramuka tidak boleh hanya kegiatan-kegiatan yang sejalan dengan pakem saja, tapi harus kreatif, bepikir berbeda dari biasa.  Oleh karena itu, pramuka tidak boleh hanya identik dengan kamping atau mencari jejak saja, tapi pramuka adalah tentang pembangunan karakter. Pramuka adalah tentang petualangan, pramuka adalah tentang kreatifitas, yang harus kita dorong,” katanya. (enal) Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Deklarasi Gubernur Peduli Sanitasi

    BANDUNG- Forum Advokasi & Horizontal Learning (AHL) Aliansi Kabupaten-Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Bersama Provinsi Peduli Sanitasi yang berlangsung di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (25/3).

    Antara lain melahirkan Deklarasi Gubernur Peduli Sanitasi yang dibacakan dan ditandatangani pada penghujung acara.

    Deklarasi Gubernur Peduli Sanitasi tersebut dibacakan dan ditandatangani antara lain oleh Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan dan Gubernur Jawa Timur Sukarwo, sebagai gerakan untuk mencapai Universal Akses Sanitasi di Wilayah Provinsi.

    Deklarasi tersebut berisi dua bagian, yaitu bagian pertama para Gubernur menyadari atas empat point penting, sedangkan bagian kedua berisi tekad para Gubernur dalam menumbuhkan gerakan kepedulian dan komitmen mewujudkan universal akses sanitasi di Wilayah Provinsi.

    Keempat point penting isi bagian pertama deklarasi adalah; -pertama, para Gubernur menyadari pembangunan sanitasi bersama penyediaan air bersih merupakan salah satu solusi nyata untuk upaya preventif kesehatan, terutama untuk upaya preventif dari penyakit akibat sanitasi lingkungan yang buruk.

    Kedua, para Gubernur menyadari bahwa terbentuk modalitas dalam pembangunan sanitasi dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat pusat. Ketiga, para Gubernur menyadari bahwa provinsi memegang peranan yang strategis dalam pembangunan sanitasi, baik dalam hal koordinasi pembangunan, pembinaan, pendanaan dan pelaksanaan pembangunan, hingga monitoring dan evaluasi pembangunan sanitasi di wilayah provinsi.

    Keempat, lebih dari itu, para Gubernur juga sangat menyadari bahwa pembangunan sanitasi dapat membawa multiplier effect yang besar terhadap kesehatan, kualitas lingkungan, hingga perekonomian di wilayah provinsi.

    Atas dasar kesadaran tersebut di atas, para Gubernur bertekad menumbuhkan gerakan kepedulian dan komitmen dalam bentuk: Pertama, menjaga focus pembangunan sanitasi di wilayah provinsi dengan menjadikan sanitasi sebagai salah satu prioritas pembangunan. Kedua, menumbuhkan serta meningkatkan sinetgitas pembangunan sanitasi melalui upaya: memaksimalkan modalitas pembangunan sanitasi untuk dimanfaatkan dalam perencanaan dan penganggaran formal pembangunan provinsi dan upaya konsolidasi modalitas yang ada untuk pengusulan pendanaan pusat untuk pembangunan sanitasi di wilayah provinsi. 

    Ketiga, memaksimalkan efektifitas anggaran kesehatan dalam APBD Provinsi untuk pendanaan pembangunan sanitasi di wilayah provinsi. (enal) Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Demiz: Setiap Pengeluaran Dana PON Diawasi BPK dan KPK

    BANDUNG–Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar yang juga Wakil Ketua Umum PB PON XIX dan Peparnas XV Jabar 2016 menegaskan, setiap dana yang digunakan PB PON dalam penyelenggaraannya, selalu diawasi dan dikonsulutasikan dengan BPK dan KPK. Oleh karena itu Deddy Mizwar atau yang lebih akrab disapa Demiz mempersilahkan bagi semua pihak yang ingin ikut mengawasi penggunaan dana PON dan Peparnas.

    Hal itu diungkapkan Demiz menanggapi tuduhan salah satu LSM pemerhati keuangan yang menyebutkan dugaan kebocoran dana PON Jabar.

    “Sebelum penganggaran, kemudian dalam masa penganggaran, kita selalu konsultasikan dengan BPK bahkan KPK kita persilahkan untuk terus mengawasi, agar tidak ada penyimpangan” ujarnya, di Media Center Utama PON XIX, Trans Hotel Bandung, Senin malam (19/9).

    Menurutnya, justru upaya itu dilakukan untuk menhindari terjadinya penyimpangan anggaran oleh semua pihak. “Karena kita tidak ingin ada penyimpangan oleh semua pihak, maka sejak awal kita libatkan kedua lembaga itu, agar kalaupun ada terjadi kemungkinan penyimpangan bisa kita cegah sejak awal” jelasnya.

    Demiz menjelaskan, catur sukses PON XIX itu salah satunya adalah sukses administrasi, artinya tidak ada masalah hukum yang berkiatan dengan keuangan setelah PON selesai. (Pun)

    Sumber ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/19183/2016/09/19/Demiz-Setiap-Pengeluaran-Dana-PON-Diawasi-BPK-dan-KPK )

    Read more
  • Diskominfo Prov. Jabar, Berikan Santunan

    BANDUNG-Dalam kaitannya dengan ibadah di Bulan Ramadhan, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat adakan kegiatan pemberian santunan bagi fakir dan miskin, Selasa (22/7) lalu, bertempat di Lobby Kantor Diskominfo, Jl. Tamansari Bandung.

    Pemberian santunan secara simbolis disampaikan Kepala Dinas, Dudi Sudradjat, kepada 10 orang perwakilan warga yang tidak mampu yang berada di Kelurahan Babakan Siliwangi Kec. Coblong Bandung. Adapun jumlah keseluruhan santunan diberikan kepada 50 orang warga yang kurang mampu.

    Dudi Sudradjat dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa pemberian santunan ini sebagai bentuk kepedulian para PNS di lingkungan kantornya untuk berbagi rezeki bersama warga yang kurang mampu. Di hari yang suci ini, kita berbagi kebahagian bersama warga dhuafa, demikian Dudi.

    Acara pemberian santunan tersebut, diakhiri dengan buka bersama dimana sebelumnya disampaikan siraman rohani dengan menghadirkan Udztad Teuku Maulana.

    Hadir pada kesempatan tersebut, para PNS, dan  Purna Bhakti dari Dinas Kominfo Prov. Jabar. Pertemuan dengan para Purna Bhaktu itu, sekaligus menjadi ajang silaturahmi. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • DPRD Jabar Sahkan Perda Program Metropolitan

    BANDUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mensahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)Pengelolaan Pembangunan dan Pengembangan Metropolitan dan Pusat Pertumbuhan Jawa Barat, pada rapat Paripurna di Gedung DPRD Jawa Barat, Jl. Diponegoro 22 Bandung, Kamis (17/7).

    Rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Jabar, Irfan Suryanagara ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.

    Deddy mengatakan bahwa Perda ini merupakan acuan dan menjadi penggerak pembangunan dan ekonomi di Jawa Barat. “Tiga wilayah ini (Bandung Raya, Cirebon Raya, Bodebek-Karpur) akan menjadi penggerak percepatan pembangunan di Jawa Barat”, ujar Deddy dalam padangan akhirnya, di depan 60 Anggota DPRD Jabar yang hadir pada Paripurna tersebut.

    Sementara itu, Ketua DPRD Jabar berpendapat bahwa ini merupakan Perda unik dan akan mengatur percepatan dan pemerataan pembangunan Jabar, melalui 3 wilayah metropolitan tersebut. Untuk itu, nantinya pusat pembangunan yang selama ini berada di wilayah barat akan bergeser dan dikembangkan ke wilayah timur Jawa Barat. “Perda ini unik karena pusat sendiri ada Perda lintas provinsi yang kurang greget. Di sini kita harapkan akan ada pusat pertumbuhan baru, sehingga tidak akan nada ketimpangan”, kata Irfan kepada wartawan usai Paripurna.

    Program Metropolitan Jawa Barat merupakan pengembangan dan percepatan pusat pembangunan dan kegiatan ekonomi melalui tiga lokasi, yaitu: Wilayah Bodebek-Karpur (Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta), Wilayah Bandung Raya, dan Cirebon Raya. Program ini bertujuan untuk memberikan pemerataan pembangunan dan ekonomi ke seluruh Jawa Barat.

    Program ini diharapakan dapat merangsang dan berdampak pada kegiatan ekonomi, sehingga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, dalam prosesnya perlu pengeloalaan yang baik. Karena apabila tidak-akan memunculkan persoalan baru, seperti kemacetan lalu lintas, pemukiman kumuh, banjir, kekurangan air bersih, sampah, polusi udara, dan kesalahan pembangunan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat. (Sumber : http://www.jabarprov.go.id)

    Read more
  • DPRD Jabar Tetapkan AKD

    BANDUNG. DPRD Jabar, dalam sidang paripurna yang berlangsung, Kamis (23/10) menetapkan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

    Dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Jabar, Ine DPRD ditetapkan susunan pimpinan dan anggota AKD masing-masing Komisi-Komisi, Badan Anggaran, Badan Musyawarah, Badan Pembentukkan
    Perda  dan Badan Kehormatan.

    Dalam rangkaian sidang paripurna akhirnya disepakati pimpinan AKD. Berikutnya Ketua Bangar , Ketua Badan Pembuatan Perda, Ketua Banmus dan Ketua BK

    Untuk Komisi 1 bidang pemerintahan  Syahrir , Ketua Komisi 2 bidang Perekonomian Ridho Budiman Utama (FPKS), Ketua Komisi 3 Bidang Keuangan dan Pendapatan Didin Supriadin , Komisi 4 bidang infrastruktur dan pembangunan  Ali Hasan dan Komisi 5 bidang kesra Agus Welianto dari Fraksi PDI Perjuangan

    Selanjutnya, Ketua Bangar Ine Purwadewi Sundari (F PDI Prjuangan), Ketua Badan Pembuatan Perda Yusuf Puad (FPPP), Ketua Badan Musyawarah Ine Purwadewi Sundari (Fraksi PPP)  dan Badan Kehormatan Saefudin zuhri (Fraksi PKB).

    Read more
  • Eratkan Tali Silahturahmi, Open House Jangan hanya Tradisi

    Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN RI) Agus Dwiyanto menggelar open house perayaan Idul Fitri 1435 Hijriah di kediamannya di Jalan Garuda no. 75 Klaseman Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Agus menerima kunjungan dari pejabat eselon dan pegawai di lingkungan LAN RI untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan di hari kemenangan umat Islam ini.

     

    “Silaturahmi ini untuk lebih mengakrabkan antar pegawai LAN RI, yang mungkin selama ini hanya mengenal wajahnya saja,” ujar Kepala LAN RI itu di kediamannya, Rabu (30/7/2014).

     

    Agus Dwiyanto terlihat santai dengan batik berwarna merah dan sesekali berbincang-bincang akrab dengan sejumlah tamu-tamunya sembari menikmati hidangan yang disediakan.

     

    Beliau menambahkan, “open house jangan hanya dijadikan tradisi namun lebih dari itu mempererat tali silahturahmi keluarga besar LAN”.

     

    Hidangan yang disiapkan merupakan hidangan khas Yogyakarta seperti gudeg jogja, sambal goreng krecek, lele mangut, sate ayam, bakso, soto, nasi merah dan bacem. Ada pula bakmi Jawa yang bisa dipesan sesuai dengan selera, ada bakmi goreng dan bakmi godhog yang langsung dibuat dengan menggunakan kompor arang.

     

    Selain itu disajikan pula berbagai penganan khas seperti jenang dodol, gethuk, gethuk trio, lemper bakar, lanting dan tempe benguk. Sajian untuk minuman juga menarik untuk dinikmati, ada dawet tape ketan dan es buah.

     

    Tampak semua tamu yang hadir antusias menikmati semua menu yang disajikan dengan diiringi musik yang dibawakan oleh pegawai dan keluarga besar LAN RI. “Silahkan menikmati semua hidangan yang disajikan. Hanya boleh pulang setelah semua hidangan habis,” canda Agus disambut gelak tawa seluruh tamu yang hadir. (dan—CQ-PH)

    Read more
  • Ferry : Jabar Tidak Ada Mafia Beras

    BANDUNG-Kepala Disindag Prov.Jabar Ferry Sofwan menegaskan, tidak ada mafia beras yang bermain di Jabar yang membuat harga beras di tingkat konsumen dan pengecer naik signifikan dalam dua pekan ini.

    "Kalau pak menteri bilang ada mafia mungkin dilokasi lain, kalau Jabar, saya tegaskan tidak mungkin," ujarnya disela pemantauan stok beras di bulog Jabar.

    Dia mengatakan Jabar menjadi sentra produksi beras bukan tempat pemasaran beras. Mafia beras hanya akan bisa terjadi di tingkat pemasaran yang mempermainkan stok dan harga.

    Namun ia mengakui jika harga beras di Jabar khususnya Kota Bandung sudah naik sejak awal tahun dan hingga Februari sebesar 11 persen.

    "Saya meminta kepada kepala daerah untuk mengajukan usulan operasi pasar ke sub divre bulog. Jangan menunggu terlalu lama sehingga harga beras bakal naik lagi," tuturnya.

    Daerah di Jabar yang sudah siap menggelar OP adalah Bandung, Bekasi, Karawang, Bogor, Depok, dan Ciamis. Harga beras OP dijual Rp 7.400 per kg. jo. Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Fungsi Drainase Tak Maksimal, Badan Jalan Banjir Cileuncang

    CIMAHI-Hujan deras yang mengguyur Kota Cimahi, Senin (11/8) siang, membuat sejumlah ruas jalan di Kota Cimahi banjir cileuncang. Berdasarkan pantauan jabarprov.go.id di Jalan Jenderal Amir Machmud, Wilayah Cimindi, banjir cileuncang disebabkan drainase di sepanjang jalan tersebut tidak berfungsi maksimal. Padahal, drainase tersebut selesai diperbaiki beberapa waktu lalu.

    Selain itu, kondisi drainase lebih tinggi dari badan jalan sehingga air yang tidak tertampung dalam drainase, meluap ke badan jalan. Arus lalu lintas kendaraan baik dari arah Barat, yaitu dari Cimahi menuju Kota Bandung, maupun sebaliknya dari arah Timur, yaitu dari Kota Bandung menuju Wilayah Kota Cimahi, agak tersendat.

    Di beberapa titik ruas jalan yang ketinggian airnya hingga mencapai antara 20 cm sampai dengan 50 cm, seperti di mulut Jalan Gunung Batu dan ujung jembatan layang Cimindi Timur bagian utara hingga depan Percetakan Advent,. menyebabkan sejumlah pengendara sepeda motor harus menepi karena mesin motornya mati.

    Banjir Cileuncang juga terjadi di Jalan Maharmartanegara, sebelah selatan Pasar Cimindi. Arus kendaraan di jalan tersebut juga tampak tersendat. Pengendara kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, harus ekstra hati-hati karena ruas jalan tersebut di titik sebelah selatan Pasar Cimindi, sepanjang kurang lebih 500 meter, kondisinya banyak berlubang. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Gejolak Harga BBM, Ganggu Penyerapan Naker

    BANDUNG-Gejolak Harga BBM Berpeluang Ganggu Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja. Pemprov. Jabar telah menargetkan percepatan naker secara bertahap.

    Target jumlah penyerapan naker di tahun 2018 ditargetkan sebesar 2 juta orang. Untuk mengejar target tersebut, setiap 6 bulan ditargetkan ada penambahan 200.000 orang tenaga kerja baru.

    Adapun target yang dikejar sampai akhir tahun 2014 sebanyak 450.000 orang, sementara itu realisasinya sampai Agustus 2014 baru terealisasi sebesar 250.000 orang.

    Dengan adanya gejolak BBM, jika saja untuk saat ini harganya melonjak, maka berpotensi memperlambat penyerapan naker, papar Kadis Nakertrans Jabar, Hening Widiatmoko dalam keterangannya kepada jabarprov.go.I'd
    (26/8).

    Hening, lebih lanjut memaparkan, jika BBM naik, industri akan lambat dalam menyerap naker baru karena dengan naiknya BBM akan menyebabkan naiknya biaya produksi. Kenaikan BBM, untuk sektor ketenagakerjaan juga akan berdampak pada naiknya KHL dan selanjutnya akan berimbas pada naiknya upah minimum.

    Menyikapi kondisi ini, jika BBM akan naik harganya dari segi waktu harus dilakukan setelah ditetapkan UMK, dari sisi waktu idealnya dilakukan kisaran Bulan Desember karena upah minimum ditetapkan yang
    pada umumnya dilaksanakan  pada Bulan November.

    Hening, lebih lanjut memamaprkan, alih profesi jika industri banyak berhenti akibat tingginya biaya produksi bisa saja terjadi. Tetapi hal itu, membutuhkan biaya tambahan yaitu biaya re training yang membutuhkan biaya cukup besar, jelasnya. (Nur) Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Geladi Posko Opsgab Wira Siaga 34 ditutup

    LEMBANG-“Geladi yang dilaksanakan melalui Tactical Floor Game (TFG)  dalam setiap operasi gabungan selalu memiliki kompleksitas dan karakteristik tersendiri sehingga melalui geladi  ini profesionalitas para Perwira Siswa akan selalu terasah dan terlatih”, demikian antara lain sambutan Dansesko TNI Letjen TNI Sonny Widjaya pada saat upacara penutupan Geladi Posko I PKB  Opsgab Wira Siaga XXXIV di Bangsal Srutasala, Seskoau, Lembang Bandung, Jumat (3/10/2014) yang dibacakan Danseskoau Marsda TNI Potler Gultom, S.H. M.M. 

    Ditambahkan Dansesko TNI, proses pembelajaran ini akan memberikan efek positif dalam meningkatkan kemampuan analisis para Perwira Siswa secara komprehensif dan integratif yang memberikan pemahaman tentang pentingnya kesamaan pola pikir, pola sikap dan pola tindak serta keterpaduan antar matra secara utuh dalam kegiatan operasi gabungan.

    Geladi Posko I PKB Opsgab Wira Siaga XXXIV di Seskoau dilaksanakan selama 5 hari bertempat di Pusat Olah Yudha Seskoau.   Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan akhir sekolah yang dilaksanakan secara integrasi, sebagai puncak pendidikan para Perwira Siswa Sesko (Pasis) TNI dan Sesko Angkatan, Tahun Pelajaran 2014.  Secara riil kegiatan PKB Opsgab Wira Siaga XXXIV, merupakan pembulatan proses belajar mengajar dari para Pasis Sesko TNI dan Sesko Angkatan, khususnya dalam bidang studi operasi.  

    Rangkaian Upacara Penutupan Geladi Posko I PKB Opsgab Wira Siaga XXXIV di Seskoau meliputi pelepasan tanda peserta sebagai penilai dan pelaku oleh Danseskoau, pembacaan sambutan serta pemberian ucapan selamat.  Upacara dihadiri pula oleh Wadan Seskoau Marsma TNI Warsono., para pejabat dan Patun Sesko TNI, Seskoad, Seskoal serta Seskoau.  Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Geopark Ciletuh, Pinggiran Surga di Jawa Barat

    KAB. SUKABUMI - Memiliki keunikan geologi, keanekaragaman flora dan fauna, serta pemandangan bentang alam yang menawan, menjadikan Geopark Ciletuh layak disebut Pinggiran Surga yang berada di Jawa Barat. 

    Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, saat melakukan Deliniasi Kawasan Ciletuh bersama tim Kerja di Panenjoan, Taman Jaya, Kamis (26/03).
     
    Rasa kagum tersebut diungkapkannya setelah menyaksikan langsung keunikan Geopark Ciletuh di beberapa spot seperti Sodong Parat, Batunuggul, Ciwaru, dan Panenjoan Taman Jaya.
     
    Kawasan Ciletuh tersebut rencananya akan dikembangkan di 6 titik lokasi dengan anggaran sebesar Rp 200 Miliar dalam APBDP. Salah satu target pengembangan adalah akses jalan. Akses jalan sejauh 12 km menuju Ciwaru, Kecamatan Ciemas akan diperbaiki. Selain itu, akan dibuat juga akses untuk pejakan kaki dan akses laut dari Pelabuhan Ratu.
     
    Selain perbaikan tersebut, Deddy juga menginginkan pembenahan sungai yang tercemar sendimentasi tanah, akibat pertambangan dan rusaknya daerah hulu sungai, sehingga bila semua sudah dibenahi, maka Ciletuh semakin pantas untuk dikatakan sebagai Pinggiran Surga.
     
    “Tadi laut tercemar. Itu karena hulunya sudah rusak. Saya belum pernah kesana tetapi pasti sudah rusak. Itu harus ditanami kembali, sehingga tidak ada sendimentasi tanah yang begitu kotor yang mencemari laut. Satu tadi penambangan di Cimarinjung, kedua sungainya di hulunya kita bisa benahi. Itu jauh lebih mudah tetapi memang butuh waktu bisa 5-10 tahun tapi harus ditanami. Nah, kalau itu clear saya kira ini pinggiran surga,” tegas Deddy pada awak media.
     
    Kawasan Ciletuh merupakan sebuah Geopark, hal ini karena terdapat fenomena geologi yang unik. Diantaranya, terdapat kumpulan batu melans sebagai akibat dari tumbukan lempeng benua dan kerak samudra yang berumur tersier (50-60 juta tahun). Serta ada pula kontak batuan yang berumur kapur (150 juta tahun), dan batuan baru yang berumur sekitar 60 juta tahun.
     
    Menurut Dosen Geologi Unpad Mega Fatimah Rosanah, yang turut serta dalam Rombongan Tim Kerja mengatakan, di Pulau Jawa ada 2 lokasi lain yang mempunyai keunikan seperti Ciletuh, yaitu di Bayat dan Karang Sambung, Jawa Tengah. Tetapi kedua lokasi tersebut berada di tengah hutan. Sedang Ciletuh mempunyai kelebihan karena pemandangan pantai dan keanekaragaman alamnya.
     
    “Ada di Bayat dan Karang Sambung Jawa Tengah. Tetapi berada di tengah hutan. Disini mempunyai amphitheater yang disebabkan longsor besar, salah satu Buktinya banyak air terjun,” jelas Mega pada awak media.
     
    Menurut Mega, selain batuan Melans, di kawasan Ciletuh ada juga keunikan lainnya, yaitu adanya batuan Oviolit. Batuan ini merupakan batuan paling dalam dari kerak bumi yang ada di kedalaman sekitar 100 km lalu muncul ke atas permukaan bumi.
     
    “Ada juga batuan Oviolit, batuan paling dalam dari kerak samudera yang berbatasan dengan mantel bumi yang komposisinya peridotit. Yang harusnya berada puluhan ribu kilometer di bawah bumi sana. Tapi kita sekarang kita lihat dipermukaan. Yang mengangkat 100 km lebih naik ke permukaan. Ini bukti tumbukan lempeng Benua Eropa-Asia dengan benua Laut Samudera Eurasia-Hindia dan Australia, yang terbentuk pada umur kapur-kurang lebih 100 juta tahun yang lalu,” terang Mega.
     
    Karena berbagai keunikan dan keunggulan ini, Ciletuh menurut Mega sudah diakui secara internasional dan berpotensi menjadi sarana penggerak ekonomi masyarakat. Namun, tetap harus dikembangkan dengan mengikuti kaidah konservasi dan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. “Ini sudah diakui secara internasional. Kemudian ada keragaman flora-fauna dan keragaman budaya, sehingga menjadi potensi geowisata,” tutur Mega.
     
    Turut serta dalam rombongan, Asisten Daerah Bidang Perekonomian & Pembangunan Setda Provinsi Jawa Barat Yerry Yanuar-yang juga Ketua Tim Kerja Geopark Ciletuh, Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik, serta Kepala Dinas Perikanan & Kelautan Jabar Jafar Ismail. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Gubenur Lantik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji

    BEKASI-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melantik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan Meal Test Penerbangan Embarkasi Jakarta-Bekasi Provinsi Jawa Barat tahun 2014 di Asrama Haji, Bekasi, Selasa, (12/8). Pelantikan ini dihadiri langsung Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefudin.

    Menurut Ahmad Heryawan (Aher) pembentukan kepanitian tesebut merupakan awal dari proses besar ibadah haji di tahun ini.

    “Dengan dilantiknya panitia penyelenggara ibadah haji Provinsi Jawa Barat tahun 1435 H ini sebagai pertanda bahwa proses besar ibadah haji dimulai. Harapan penyelenggaraan haji ini tentunya adalah harapan 20% kurang lebih seluruh jamaah haji yang ada di Indonesia. Jadi insya allah kalau Jabar jadi percontohan, ini percontohan yang berhasil untuk 20 % jamaah haji Indonesia,” terang Aher. Jemaah asal Jawa Barat dan Banten sebanyak kurang lebih 36 ribu jamaah atau 20% dari total haji seluruh Indonesia.

    Aher melantik 23 orang panitia inti dari total 393 orang PPIH. Sedang sisanya sebanyak 270 orang, sebagai panitia pembantu.

    Pada acara ini Aher melakukan serah terima tanah hibah asrama Embarkasi Jakarta-Bekasi kepada Kementrian Agama, dengan luas total are + 30 ribu m2. Hadir pula Walikota Bekasi Rahmat Efendi, Dirjen-Dirjen Kementerian agama serta perwakilan OPD ini. SUmber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Gubernur : Dengan Al Quran, Tidak Akan Hidup Disorientasi

    BANDUNG-Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan, apabila kita berpegang pada Al quran, maka dalam kehidupannya tidak akan timbul disorientasi. Hal demikian karena, al quran itu merupakan petunjuk bagi manusia.

    Hal demikian itu, disampaikan Ahmad Heryawan saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan Pemprov. Jabar, Senin (14/7) malam, bertempat di Masjid Raya Provinsi Jawa Barat.

    Dijelaskan Ahmad Heryawan, "apapun statusnya dan siapapun orangnya selama ia memegang al quran dan menjadi pedoman serta petunjuknya, maka ia tidak akan tersesat atau disorientasi dalam kehidupannya. Oleh karena itu, jadikanlah al quran sebaga
    i tameng, hujjah dan petunjuk agar kehidupan kita tidak melenceng.
     
    Mudah-mudahan kita dengan al quran tidak tersesat ditengah jalan, dan tidak disorientasi. Dalam kehidupan ini Kita tidak ikut metode Yahudi dan tidak ikut pula metode Nasrani, tapi kita senantiasa ikut pada ajaran yang dibawa Nabi Muhammad Saw.     

    Mudah-mudahan bersama masyarakat Jawa Barat dan bersama al quran, menapak kehidupan yang lebih baik dan sejahterah, demikian harapan Ahmad Heryawan. (Sumber : http://www.jabarprov.go.id

    Read more
  • Gubernur Ajak Para Siswa, Biasakan Baca Al Qur'an

    BANDUNG-Gubernur Heryawan ajak semua ummat Islam untuk membiasakan membaca Al Qur'an Satu Juz per-hari. Jadi kalau ini terbiasa, maka dalam satu bulan kita bisa menamatkan al qur'an sebanyak 30 Juz.

    "Ajakan Heryawan itu, ia sandarkan pada ketentuan, bahwa membaca Al Qur'an itu bagian dari kewajiban, selain  bagian dari mengimani Al Qur'an, dan bagian dari menghafalkan dan mengamalkan isinya. 

    Hal demikian dikemukakan Gubernur Heryawan, Senin (3/2) saat memberikan sambutan dalam acara "Meningkatkan Minat Baca Al Qur'an Bagi Siswa-Siswi di Jawa Barat, bertempat di Halaman SMA 3 dan 5 Bandung.

    Menurut Gubernur Heryawan, menghafal Al Qur'an itu hukumnya fardhu kifayah, namun bukan fardhu a'in. Sebab menurutnya, akan berbahaya kalau sampai tidak ada orang yang mampu menghafal Al Qur'an.

    "Rosul SAW bersabda : "Seseorang yang dalam dadanya tidak ada sedikitpun hafalan Al Qur'an, maka ia bagaikan rumah yang rongsok". Kan kita paling tidak hafal Surat Al Fathihah", atau Surat Al Ikhlas, kata Gubernur seraya disambut hadirin karena senangnya.

    Kemudian Gubernur menegaskan kembali hadits Nabi SAW tentang "hati tidak akan kering, apabila akrab dengan Al Qur'an. "Hati seseorang tidak akan kering, apabila kita akrab dengan bacaan Al Qur'an, apalagi menghafalnya". Oleh karena itu Gubernur Heryawan mengajak ummat Islam untuk membiasakan membaca Al Qur'an, semisal, membacanya pada malam Jum'at dengan membaca Yasin dan atau membacanya satu juz dalam satu malam.

    Kegiatan Minat Baca Al Qur'an di Lingkungan Siswa-Siswi di Jabar ini, dipandu oleh Udztad Yusuf Manshur yang sekaligus sebagai penceramah. Kegiatan ini diikuti pula oleh para siswa-siswi SMA di 14 tempat di di Kab/Ko se-Jabar melalui Video Conference. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Gubernur Bagikan Leaflet Peta Mudik

    BANDUNG-Gubernur Ahmad Heryawan, di Pintu Gerbang Cileunyi Gate 10 kembali bagikan leaflet Peta Mudik kepada para pemudik yang menggunakan Jalur Selatan ke arah Jateng dan Jatim, Rabu (23/7).

    Gubernur membagikan leaflet kepada lima kendaraan yang keluar Tol Cileunyi dan seraya memberikan pesan untuk berhati-hati dalam perjalanan sekaligus mendoakan selamat sampai di tujuan.

    Even membagikan leaflet Peta Mudik tersebut diselenggarakan secara kerjasama antara Harian Umum Pikiran Rakyat, Jasa Marga, Polda Jabar dan Pihak Sporsor dari Indofood dan bank BJB.

    Usai membagikan selebaran peta mudik itu, Gubernur berpesan kepada  pemudik terutama kendaraan motor roda dua, agar senantiasa memperhatikan himbauan petugas. Diantaranya, tidak membawa muatan yang berlebih, beristirahat sekiranya lelah dan mempersiapkan fisik kendaraan agar tidak terjadi kendala di perjalanan.

    Mengenai jalan-jalan yang ada di wilayah Jawa Barat, diungkapkan oleh Gubernur, bahwa kondisinya sudah baik dan siap dilalui kendaraan pemudik.  Begitupun daerah-daerah yang seringkali terjadi kemacetan, telah diupayakan ditertibkan sehingga nantinya dapat memperlancar arus lalu lintas. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Gubernur Bersama Angklung Beraksi di Gedung Sate

    BANDUNG-Gubernur Jabar Ahmad Heryawan hadiri dalam acara "Angklung Beraksi" yang diselenggarakan dalam rangka Peringatan "Angklung Day", Minggu (16/11), bertempat di Halaman Gedung Sate Bandung.

    Kurang lebih 1000 siswa/siswa dari Tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas dari Kota Bandung  ikuti acara 'Angklung Beraksi". Dihadapan Gubernur Heryawan, para siswa/siswi pelajar memainkan enam buah lagu dengan menggunakan angklung. Satu buah lagu diantaranya dipimpin oleh gubernur sebagai dirigennya.

    Acara yang digagas oleh Kebumi-UPI itu, tampaknya untuk tahun ini adalah yang keduakalinya dan lebih semarak. Selain pertunjukkan angklung bersama, juga diselenggarakan lomba menggambar untuk tingkat usia 7-13 tahun. Ada pula special performance, yaitu dari kelompok "Angklung Buhun Gubrag" dari Kabupaten Bogor.

    Gubernur Ahmad Heryawan dalam sambutan sebelum pertunjukkan angklung bersama mengungkapkan, bahwa sejak UNESCO menetapkan Angklung sebagai karya agung, maka angklung menjadi warisan dunia. Oleh karena itu, kita harus terus membudayakan angklung.

    Gubernur sebut, para siswa/siswi yang hadir di tempat ini adalah para siswa sebagai pewaris angklung dunia. "Siapkah kalian menjadi pewaris angklung, maka dijawab oleh para siswa "siaaaap".

    Untuk mengimplementasikan angklung sebagai warisan dunia dan para siswa menyatakan kesiapan untuk mewarisi angklung, maka Gubernur berencana membuat surat edaran kepada para sekolah untuk seluruh tingkatan, agar disetiap sekolahnya dibentuk Tim Kesenian Angklung.  

    Menurut Gubernur, karena angklung sudah menjadi warisan dunia, maka angklung bukan lagi milik Jawa Barat atau milik Indonesia, tetapi angklung telah menjadi milik dunia. Oleh karenanya, lanjut Gubernur, kita berharap angklung dimainkan di seluruh dunia.

    Pada kesempatan pertunjukkan angklung bersama ini, hadir pula Sekda Prov. Jabar, Wawan Ridwan, Kadisparbud, Nunung Sobari, dan Wakil Rektor UPI. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Gubernur Buka Puncak Acara Perayaan HUT Jabar De-Syukron

    BANDUNG-Gubernur Ahmad Heryawan buka resmi Perayaan Puncak Acara HUT Jabar Ke-69, Jum'at (19/9) di Jl. Dipenogoro depan Gedung Sate Bandung dengan ditandai pemukulan bedug bersama-sama Pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Prov. Jabar lainnya.

    Dalam sambutan sebelum membuka resmi, Gubernur kembali mengungkapkan harapannya agar Jawa Barat dapat menjadi "Kahiji" dalam Pekan Olah Raga Nasional. Keyakinan tersebut didasari besarnya potensi atlit nasional asal Jawa Barat dan persiapan-persiapan yang telah dilakukan. "Kami yakin, Jawa Barat akan menjadi Kahiji dalam PON nanti, harapnya.

    Selain kahiji dibidang olah raga pada PON mendatang, Gubernurpun berharap agar Jabar menjadi provinsi pertama di Indonesia yang sukses membangun monorel. Keyakinan itu didasari adanya persiapan pembangunan bersama investor dari China yang saat "DeSyukron" kali ini hadir mengikuti acara pembaukaan.

    "Tadinya saya berharap saat ini akan juga diresmikan pelaksanaan pembangunan monorel", namun karena sesuatu hal menjadi tertunda, dan akan dilaksanakan diwaktu kemudian, ujarnya. 

    Mengenai prototype kereta monorel, diperkirakan akan sampai di Kota Bandung pada sore hari ini dan akan diperlihatkan kepada publik, infonya.

    Sementara itu sebelumnya, diadakan pemberian penghargaan dan hadiah berupa uang kepada para pemenang Lomba Foto untuk Kategori Wartawan, OPD dan Umum, serta Komunitas TIK.

    Asisten Administrasi Setda Prov. jabar, Iwa Karniwa selaku panitia penyelenggara menginformasikan rangkaian-rangkaian kegiatan dalam rangka menyukseskan HUT Jabar Ke-69. Menurutnya, acara puncak HUT Jabar  diramaikan dengan Pameran tematik dengan isi : Bidang TIK, Pemerintahan, Pembangunan Pangan dan kuliner. Untuk pameran TIK, menampilkan beberapa kebolehan dari beberapa penguruan tinggi TIK di Bandung, seperti UNIKOM dan Telkom. Menurut Iwa Karniwa, dipuncak acara ini akan digelar pula wayang golek semalam suntuk, dan akhirnya acara DeSukron akan ditutup dengan Pertunjukkan Video Mapping dengan latar gedung sate. Acara ini akan dilaksanakan, pada Sabtu (20) malam. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Gubernur Buka Resmi PORDA XII Tahun 2014 di Kab. Bekasi

    BEKASIKAB-Gubernur Jabar Ahmad Heryawan buka resmi penyelenggaraan Pekan Olah Raga Daerah (PORDA) XII Tahun 2014 di Kabupaten Bekasi, Rabu (12/11) malam. Peresmian ditandai penekanan tombol menyalakan kembang api secara bersama dengan, Bupati Bekasi, Ketua Koni Jabar, Ketua DPRD Prov. Jabar dan Pangdam III/Siliwangi.

    Gubernur dalam sambutan singkatnya berharap agar PORDA kali ini bisa melahirkan atlit-atlit handal untuk menyongsong Jabar Kahiji dalam Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Jawa Barat pada Tahun 2016.

    "Dengan jumlah penduduk yang banyak, Jabar telah menyumbang atlit berprestasi ke tingkat nasional, oleh karena itu sangatlah pantas kalau di PON natinya, Jabar keluar sebagai juara umum, harapnya.

    Gubernur Heryawan berharap agar PORDA kali ini bisa menjadi batu loncatan bagi suksesnya PON mendatang.

    Dalam hal penyelenggaraan PON mendatang, Gubernur kembali mengulang pentingnya catur sukses PON. Pertama sukses prestasi, yaitu Jabar sebagai Kahiji. Kedua, sukses penyelenggaraan. Ketiga, sukses administrasi. Keempat, sukses ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

    Diakhir sambutannya, Gubernur apresiasi atas penyelenggaraan PORDA di Bekasi ini. Gubernur menepis isu, bahwa PORDA di Bekasi bakalan tidak jadi. Nyatanya, menurut Gubernur, PORDA hari ini bisa berlangsung. Oleh karena itu, saya apresiasi kesungguhan Pemkab Bekasi dalam penyelenggaraan PORDA ini". Selamat bertanding dan junjung sportifitas", demikian Gubernur.

    Acara yang dikemas cukup apik itu, mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan para kontingen.

    Diawali defile 26 kontingen Kab/Ko se-Jabar, kemudian  sambutan dari Ketua Penyelenggara, Bupati Bekasi, Ketua KONI Jabar dan ditutup peresmian oleh Gubernur.

    Acara selanjutnya, yaitu menyalakan obor PORDA, pengucapan janji atlit dan sumpah wasit.

    Rangkaian acara pembukaan PORDA diakhiri dengan pertunjukkan Kesenian Tradisional Kolosal yang menampilkan sekitar 500  pelajar mempertontokan tari tradisional diantaranya Tari Jaipongan. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Gubernur Kukuhkan dan Lantik Pejabat Esselon II Pemprov. Jabar

    BANDUNG-Sebagai konsekuensi adanya SOTK baru dan dalam rangka menghadapi awal tahun baru 2017, Gubernur Ahmad Heryawan mengukuhkan dan melantik para pejabat esselon II (Pengguna Anggaran), Eselon III (Tim Anggaran) dan Eselon IV (Pengelola Keungan) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Sabtu (31/12) bertempat di Aula Barat Gd.sate Bandung.

    Sebanyak 188 pejabat dilantik/dikukuhkan, yang terdiri dari : Eselon 1 (Sekda Prov.Jabar); Eselon II A (46 orang); Eselon II.B (13 orang); Esselon III.A (22 orang); Eselon III.B (1 orang) dan Eselon IV.A (105 orang).

    Adapun yang dilantik sebagai pejabat baru pada eselon II diantaranya, yaitu, Kepala Kesbangpol Prov.Jabar, yang dijabat oleh Ruddy Gandakusumah dan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang dijabat oleh Ir.Hendi Jatnika. Sementara itu, Gubernurpun mengangkat Ahmad Hadadi menjadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menggantikan Asep Hilman. Ahmad Hadadi sebelumnya telah menjabat sebagai Asisten Kesejahteraan Rakyat pada Setda Prov. Jabar. Sedangkan eselon II lainnya dikukuhkan sebagai konsekuensi adanya SOTK yang baru.

    Hadir dalam acara pelantikan itu, Wakil Gubernur Deddy Mizwar, Pimpinan DPRD Jabar, Bobby Ho dan undangan lainnya.

    Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/20725/2016/12/31/Gubernur-Kukuhkan-dan-Lantik-Pejabat-Esselon-II-Pemprov-Jabar )

    Read more
  • Gubernur Lantik Pejabat Eselon di Halaman Gd.Sate

    BANDUNG-Sebagai tindak lanjut pengisian pada SOTK baru, Gubernur Ahmad Heryawan untuk keduakalinya melantik para pejabat eselon II dan III di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Senin (9/1), bertempat di Halaman Gedung Sate Bandung.

    Sebanyak kurang lebih 1300 pejabat yang terdiri dari eselon II dan III dilantik pada jabatan baru dan struktur baru serta pejabat baru pada struktur lama. Pembacaan nama-nama yang dilantik itu berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 08.30 sampai 11.30. Pembacaan dilakukan secara bergantian oleh para pejabat eselon II dan III. Pelantikan diawali pengangkatan sumpah jabatan oleh Gubernur. Saat kata-kata sumpah berbunyi, "saya akan bekerja dengan jujur dan tertib", maka kalimat ini dibaca sebanyak tiga kali oleh Gubernur dan diikuti tigakali pula oleh pejabat yang dilantik. Tampaknya ini merupakan penegasan dan perhatian pimpinan kepada bawahannya, bahwa "bekerja dengan jujur dan tertib".

    Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Heryawan kembali menegaskan, bahwa "yang diharapkan kepada pejabat yang baru dilantik itu", adalah dua hal. Pertama, "loyalitas", dan yang kedua, adalah "kinerja-kinerja".

    Dimaksud "loyalitas", adalah loyal kepada satu matahari, yaitu Gubernur yang dibantu oleh wakil Gubernur. Kemudian "kinerja" adalah kerja untuk mencapai visi Jawa Barat", jelas Gubernur.

    Gubernur menyampaikan selamat dan rasa syukurnya atas dilantiknya para pejabat baru seraya menegaskan, "bahwa jabatan itu bukan kemuliaan tetapi beban dan amanat serta amanat itu harus ditunaikan dengan baik", pungkas Gubernur. 

    Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/20777/2017/01/09/Gubernur-Lantik-Pejabat-Eselon-di-Halaman-GdSate )

    Read more
  • Gubernur Lantik Pejabat Eselon di Halaman Gedung Sate

    BANDUNG-Sebagai tindak lanjut pengisian pada SOTK baru, Gubernur Ahmad Heryawan untuk keduakalinya melantik para pejabat eselon II dan III di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Senin (9/1), bertempat di Halaman Gedung Sate Bandung.

    Sebanyak kurang lebih 1300 pejabat yang terdiri dari eselon II dan III dilantik pada jabatan baru dan struktur baru serta pejabat baru pada struktur lama. Pembacaan nama-nama yang dilantik itu berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 08.30 sampai 11.30. Pembacaan dilakukan secara bergantian oleh para pejabat eselon II dan III. Pelantikan diawali pengangkatan sumpah jabatan oleh Gubernur. Saat kata-kata sumpah berbunyi, "saya akan bekerja dengan jujur dan tertib", maka kalimat ini dibaca sebanyak tiga kali oleh Gubernur dan diikuti tigakali pula oleh pejabat yang dilantik. Tampaknya ini merupakan penegasan dan perhatian pimpinan kepada bawahannya, bahwa "bekerja dengan jujur dan tertib".

    Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Heryawan kembali menegaskan, bahwa "yang diharapkan kepada pejabat yang baru dilantik itu", adalah dua hal. Pertama, "loyalitas", dan yang kedua, adalah "kinerja-kinerja".

    Dimaksud "loyalitas", adalah loyal kepada satu matahari, yaitu Gubernur yang dibantu oleh wakil Gubernur. Kemudian "kinerja" adalah kerja untuk mencapai visi Jawa Barat", jelas Gubernur.

    Gubernur menyampaikan selamat dan rasa syukurnya atas dilantiknya para pejabat baru seraya menegaskan, "bahwa jabatan itu bukan kemuliaan tetapi beban dan amanat serta amanat itu harus ditunaikan dengan baik", pungkas Gubernur. 

    Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/20777/2017/01/09/Gubernur-Lantik-Pejabat-Eselon-di-Halaman-GdSate )

    Read more
  • Gubernur Pimpin Rakor Persiapan Mudik dan Lebaran

    BANDUNG - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memimpin langsung Rapat Koordinasi Persiapan Mudik dan Lebaran 2014. Rakor digelar di Aula Barat Gedung Sate, Kamis (17/7). 

    Rakor membahas semua aspek yang terkait mudik dan lebaran di wilayah Jawa Barat, mulai dari sembako, jalur mudik hingga sarana transportasi, yang dipersentasikan oleh masing-masing Dinas terkait.

    "Untuk jalur mudik, mohon diperhatikan pasar-pasar tumpah yang ada di beberapa daerah. Saya minta Kepala Daerah bisa koordiansi dengan dinas terkaitnya untuk mebertibkan" ujar Gubernur.

    Soal pasar tumpah ini Gubernur Jabar Ahmad Heryawan secara khusus meminta agar.pemeribtah daerah setempat bisa melakukan penertiban secara persuasif dan tegas.

    "Harus persuasif dan tegas Saya kira. Karena ini momentum yang baik untuk melakukan penertiban. Pasar tumpah itukan melanggar aturan, maka tetap harus ditertibkan" katanya.

    Rakor dihadiri Wakapolda Jaar, Pangdam 3 Siliwangi, Kejati Jabar dan beberapa Bupati Walikota. (Sumber : http://www.jabarprov.go.id)

    Read more
  • Gubernur Pimpin Upacara Peringatan Hari Agraria 2014

    BANDUNG-Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Rabu (24/9) bertindak selaku pimimpin upacara pada upacara Peringatan Hari Agraria Tahun 2014 Tingkat Provinsi Jawa Barat, bertempat di Halaman Kantor Wilayah Pertanahan Provinsi Jawa Barat, Jl. Sukarno Hatta Bandung.

    Hadir menyertai Gubernur Jabar diantaranya, Walikota Bandung, Ridwan Kamil, Asisten Setda Prov. Jabar, Iwa Karniwa, pimpinan OPD terkait, Kakanwil BPN dan unsur pejabat PBN lainnya.

    Pada even upacara HUT Agraria tersebut, gubernur menyerahkan penghargaan Presiden kepada pegawai Kanwil BPN teladan dan berprestasi. Kemudian menyerahkan sertifikat hak kepemilikan tanah dan bangunan kepada perusahaan dan Sertifikat atas nama Pemprov. Jabar atas kepemilikan tanah dan bangunan yang diterimakan oleh Asisten Setda Prov. Jabar Iwa Karniwa.

    Pada kesempatan sambutan, Gubernur Heryawan membacakan sambutan Kepala BPN Pusat. Sambutan Kepala BPN Pusat Herman Supanji, pada intinya mengemukakan tentang berbagai program untuk membenahi masalah pertanahan, baik dari aspek regulasi maupun aspek teknis dilapangan. Menurut Herman Supanji, masih banyak hal yang harus segera dibenahi, dan karenanya mengajak seluruh perangkat BPN untuk terus berbenah diri. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Gubernur Sampaikan Nota Pengantar RAPBD 2015

    BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaian Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2015. Gubernur menyampaikan hal ini dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat di Gedung DPRD Jabar Jl. Diponegoro 27 Bandung, pada Rabu (12/11).
     
    Gubernur Ahmad Heryawan mengatakan anggaran tahun 2015 akan difokuskan pada pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi pertanian, dan lingkungan. “Fokusnya masih sama dengan tahun yang lalu, kita masih focus di pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi pertanian secara khusus, lalu pertaniannya, isu lingkungan-dengan Citarum Bestari masih menjadi unggulan”, ungkap Gubernur usai rapat.
     
    Gubernur pun menambahkan, selain itu perhatian pada seni dan budaya, olahraga, perlindungan perempuan, pemuda, dan pariwisata serta ketahanan keluarga masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam perencanaan anggaran APBD Jabar tahun depan. Termasuk, penyelesaian dan pembangunan venue PON 2016, serta infrastruktur pendukungnya menjadi fokus perhatian juga.
     
    Sementara itu, dalam nota pengantar yang dibacakan di hadapan para Anggota DPRD Jabar, Gubernur mengatakan bahwa penyusunan RAPBD Tahun 2015 merupakan sebuah momentum yang sangat penting untuk melaksanakan lanjutan pemabangunan di Jawa Barat dalam rangka mewujudkan visi pembangunan tahun 2013-2018 yaitu “Jawa Barat Maju dan Sejahtera Untuk Semua”.
     
    Penyusunan RAPBD Tahun 2015 ini merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, yang pelaksanaannya berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah menjadi Permendagri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Permendagri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, serta Permendagri Nomor 37 tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan APBD tahun 2015.
     
    Perkiraan Pendapatan daerah yang tercantum dalam RAPBD Tahun 2015, yaitu: Rp 22,132 Triliun lebih atau meningkat 11,17% dibanding pendapatan pada APBD Tahun 2014 ini. Pendapatan ii berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperkirakan menjadi Rp 15,38 Triliun lebih atau meningkat 18,01% dari tahun sebelumnya.
     
    Sementara itu, Dana Perimbangan diperkirakan mencapai Rp 2,7 Triliun lebih atau mengalami pengurangan sebesar Rp 118,28 Milyar lebih. Dan Pendapatan Daerah lainnya yang sah mengalami penurunan sebesar Rp 4,8 Milyar lebih atau turun 0,12%.
     
    Pada kebijakan Belanja; Anggaran Belanja Langsung pada tahun 2015 mencapai Rp 5,406 Triliun lebih yang meningkat dari tahun 2014 murni sebesar Rp 3,918 Triliun lebih. Sedangkan Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 17,815 Triliun lebih atau meningkat dari tahun 2014 murni sebesar 17,276 Triliun lebih. Untuk itu, dari hasil perhitungan perkiraan Pendapatan dan Penerimaan Pembiayaan, maka volume APBD Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp 23,532 Triliun lebih meningkat dibanding tahun 2014 murni sebesar Rp 21,496 Triliun lebih atau meningkat sebesar 9,47%.
     
    Pada Rapat Paripurna ini, Gubernur pun mengajukan 3 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yaitu: Raperda tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Raperda Ketenagalistrikan, dan Raperda tentang Keolahragaan untuk dibahas pada Kwartal III tahun Sidang DPRD 2014 ini. (Sumber: http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Gubernur Serahkan Penghargaan Kepada Pendidik

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan serahkan penghargaan kepada 84 orang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tingkat Jawa Barat dari berbagai jenjang pendidikan di Jawa Barat, Kamis (7/8), bertempat di Aula Barat Gedung Sate Bandung.

    Dari keseluruhan penilaian pendidik dan tenaga kependidikan itu, Kota Depok menjadi terbanyak meraih prestasi juara pertama, sehingga mendapat predikat sebagai juara umum dan trophy juara umum diserahkan langsung oleh Gubernur Heryawan kepada Kota Depok.

    Dalam laporannya, Kadisdik Prov. Jabar, Wahyudin Zarkasy melaporkan, bahwa para pendidik dan tenaga kependidikan berprestasi ini mendapat penghargaan berupa uang dengan masing-masing juara 1  sebesar Rp 7.500.000 ; Juara Kedua, Rp 4.500.000 dan Juara III sebesar Rp 3.500.000. Untuk pendidik dan tenaga kependidikan Luar Biasa, juara pertama mendapat Rp 7.500.000 ; juara kedua, Rp 5.000.000 dan juara ketiga Rp 3.500.000. Kemudian untuk pemenang lomba kreatifitas pembelajaran pendidikan luar biasa, juara pertama Rp 8.000.000, juara kedua Rp 6.500.000 dan juara ketiga, Rp 4.000.000,-

    Biaya untuk penghargaan tersebut tercantum dalam DPA Kadisdik Prov. jabar Tahun 2014. Sedangkan untuk penghargaan dari gubernur itu sendiri, sesuai janji gubernur akan diberikan penghargaan berupa menunaikan Umroh bagi mereka yang mendapat juara pertama dari seluruh kategori.

    Trophy penghargaan Kepada para pendidik dan tenaga kependidikan berprestasi tersebut, diberikan langsung oleh gubernur kepada 84 orang berprestasi. Dalam pemberian trophy tersebut, Gubernur didampingi wakil Gubernur, Deddy Mizwar dan Kadisdik Prov. Jabar, Wahyudin Zarkasy. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Gubernur Serahkan Satu Unit Mobil Ambulan Untuk PMI Jabar

    BANDUNG—Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyerahkan satu unit mobil ambulance kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Barat sebagai bantuan alat transportasi pengangkut darah. Penyerahan bantuan tersebut diserahkan Ahmad Heryawan (Aher) pada saat kunjungan sekaligus donor darah ke kantor PMI Provinsi Jawa Barat, Selasa (30/9) pagi.

    Sebelum penyerahan, dilakukan penandatanganan berita acara bantuan kendaraan oleh Gubernur Ahmad Heryawan dan Ketua PMI Provinsi Jawa Barat Irjen Pol Adang Rohyana. Acara ini dihadiri dan disaksikan oleh Kepala Biro PBD, Kepala Biro HPU, Kepala BPBD, Kepala Dinas Kesehatan, dan diikuti pejabat lainnya.

    Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, memberikan penghargaan terhadap petugas PMI sebagai organisasi pahlawan kemanusiaan. “Alhamdulilah, saya dapat bertamu ke sini dan tentu saja,  saya memberikan apresiasi kepada seluruh pahlawan kemanusiaan di PMI. Perlu kita selamatkan karena termasuk tenaga kemanusiaan,” ujar Heryawan dalam sambutannya di kantor PMI Provinsi Jawa Barat, Jl. Aceh No 79, Bandung.

    Heryawan juga meminta PMI untuk terus melakukan sosialisasi dan meningkatkan kampanye donor darah. “Tidak harus ada sebuah peristiwa yang mengingatkan seseorang bahwa donor darah itu adalah sehat tetapi kemudian diberikan sosialisasi yang memadai dan orang paham bahwa itu penting dan sehat untuk membangun kesadaran. PMI harus ada sosialisasi yang kuat, BPJS juga seperti itu, dan alhamdulilah sekarang keluhan-keluhan terkait pembiayaan terselesaikan. Dan mudah-mudahan kampanye donor darah semakin ditingkatkan,” ujarnya.

    Ketua PMI Provinsi Jawa Barat, Irjen Pol Adang Rohyana mengatakan, kesiapan petugas PMI dalam upaya membangun Jawa Barat. “Kehadiran beliau disini memberikan semangat kepada kami seluruhnya, berterimakasih sekali, dan kami seluruh jajaran PMI untuk membangun Jawa Barat. Yang kedua, kami juga sangat berterimakasih sekali atas segala dukungan, antara lain bantuan-bantuan yang diberikan kepada kami, alhamdulilah kami akan terima dan Insya Allah akan kita teruskan dan kita gunakan untuk kepentingan masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.

    Menyikapi kurangnya alat transportasi pengangkut darah di daerah Jawa Barat, PMI juga akan memberikan bantuan kepada daerah yang membutuhkan. “Kami akan menjadikan sebagai kepedulian daripada untuk kepentingan bagi kepentingan masyarakat Jabar, antara lain, kami memang prihatin, kalau pengambilan darah dari kabupaten masih ada yang belum mencukupi, tetapi kalau alat pengangkutnya itu tidak sempurna, di khawatirkan darah yang di bawa ke lokasi itu sudah akan tercemar. Jadi ini sudah tidak aneh lagi, sehingga dengan adanya bantuan dari Bapak Gubernur, akan kami berikan dan itu nanti akan kita pinjamkan kepada daerah-daerah yang membutuhkan,” tambahnya. Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Gubernur Tawarkan Alam Jabar Ke Producer Film

    BANDUNG-Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya Jawa Barat kepada para producer film, untuk dijadikan materi film atau lokasi pembuatan film. Hal itu disampaikan Gubernur usai penandatangnan MoU antara Provinsi Jabar dengan Persatuan Producer Film Indonesia (PPFI), di Gedung Sate, Kamis (15/1).

    "Keindahan alam dan kekayaan budaya Jawa Barat sangat lengkap untuk film. Jika Anda menyusuri Pantai Selatan dari Pangandaran hingga ke Pelabuhan Ratu, pantai-pantainya tidak kalah indah dari tempat lain. Belum lagi pegunungan dan kawah. Rasa-rasanya hanya Jawa Barat yang memiliki kawah dimana pengunjung bisa langsung menyentuh dasar kawah yaitu Kawah Putih" katanya.

    Ahmad Heryawan juga berharap, tahun ini harus ada minimal satu produksi film yang bercerita tentang latar belakang budaya Jabar atau minimal berlokasi di Jawa Barat.

    "Saya berharap tahun ini juga lahir satu produaksi film yang berlatar belakang budaya Jawa Barat. Saya siap mensponsori dan ikut membantu pemasarannya" tegas Gubernur.
    MoU antara Pemprov Jabar intinya berisi tentang kemudahan perizinan menggunakan lokasi syuting di wilayah Jabar. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )  

    Read more
  • Gubernur Tinjau Lokasi Banjir Bandang Garut

    GARUT-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meninjau secara langsung lokasi terparah bencana banjir bandang yang ada Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut pada Rabu (21/9/16). Pada kesempatan ini, atas nama Pemprov Jawa Barat dan seluruh masyarakat Jabar, Gubernur pun mengucapkan belasungkawa kepada para korban.

    Aher mengatakan bahwa peristiwa bencana seperti ini memang tidak diinginkan. Namun, bencana ini harus dicari penyebabnya, seperti rusaknya lingkungan alam karena ulah manusia.

    "Saya atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat ikut berbela sungkawa atas terjadinya musibah meluapnya sungai Cimanuk yang menimbulkan banyak korban," kata Gubernur dalam peninjauan ini.

    "Pada saat yang bersamaan juga kita harus mencari penyebab mendasar mengapa ini terjadi. Saya tentu tidak mau menentukan mengapa ini terjadi, biar nanti kita investigasi. Kalau memang ini faktornya karena perilaku manusia yang merusak lingkungan mari kita perbaiki bersama-sama ke depan dan hal ini juga harus kita jadikan pelajaran," ajak Aher.

    Gubernur pun mengaku pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, serta pihak terkait lainnya untuk antisipasi serta program penanggulangan pascabencana atau mitigasi, termasuk berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membuat rumah susun bagi korban yang telah kehilangan tempat tinggal.

    "Tadi saya sudah mendapat gambaran, bahwa nanti akan ada rumah rusunawa. Nanti Bupati akan membicarakannya dengan Kementerian PUPR dan dengan pemerintah provinsi juga kita akan bantu bersama-sama," ujar Gubernur.

    "Kita akan bantu secepat mungkin supaya masyarakat kita kembali hidup seperti sedia kala dan normal kembali termasuk traumanya secara perlahan dengan para kiyai atau rohaniawan dan psikolog untuk mengembalikan kepercayaan diri atau trauma hiling," katanya.

    Hingga pukul 17.00 WIB, Rabu (21/9/16), korban akibat bencana ini di Kabupaten Garut tercatat sebanyak 833 orang, yaitu 20 orang meninggal dunia, terdiri dari 8 orang laki-laki, dan 12 orang perempuan, serta 15 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Sementara korban luka berat sebanyak 47 orang dan luka ringan 12 orang. Selain itu, sebanyak 735 orang warga mengungsi di lokasi aman yang masih dekat dengan daerah terdampak dengan Posko Utama Bencana yang dipusatkan di Kodim 0611/Garut.

    Akibat bencana ini 633 unit rumah terendam, 57 unit hanyut, dan 7 rumah roboh. Sarana infrastruktur yang rusak diantaranya jembatan, dan fasilitas umum seperti RS Dr. Slamet tergenang serta satu kantor kepolisian yakni Polsek Tarogong Kidul dan Kantor Kecamatan Tarogong Kidul juga ikut tergenang.

    Sumber ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/19220/2016/09/21/Gubernur-Tinjau-Lokasi-Banjir-Bandang-Garut )

    Read more
  • Gubernur Waspadai Penyebaran Ebola di Jabar

    BANDUNG - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan, Pemprov Jabar sudah mengantisipasi penyebaran Ebola dengan berbagai upaya. Hal itu diungkapkan Ahmad Heryawan usai sebuah acara di Bandung, Rabu (5/21).

    "Kita sudah antisipasi dengan meyiapkan rumah sakit rujukan di beberapa daerah dan rumah sakit besar seperti RSHS" katanya.

    Selain menyiaokan rumah sakit rujukan, Ager juga menyebutkan kesiapsiagaan itu dilakukan kuga di bandara-bandara kedatangan luar negeri yang terus ke Jabar.

    "Kita juga antisipasi di tempat-tempat kedatangan dari luar negeri seperti bandara, pelabuhan dan lain-lain, yang akan meneruskan perjalanan ke Jabar" ujarnya.

    Aher juga meyakini bahwa Pemerintah Pusat juga sudah melakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus Ebola. (Pun) Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Gubernur, "Saya Tidak Makan Buah Impor"

    BANDUNG-Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menghimbau masyarakat agar mengkonsumsi buah-buahan lokal. Hal itu diungkapkan Gubernur, terkait berita buah apel asal Amerika yang diduga mengandung bakteri mematikan baru-baru ini.

    Menurut Gubernur, di Gedung Sate sudah tidak menkonsumsi buah impor sejak lama.

    “Saya tidak mau makan kalau buah-buahan impor. Itu sudah Saya terapkan sejak lama di Gedung Sate dan juga di dinas-dinas Provinsi” ujar

    Sekarang dengan adanya berita apel Amerika itu, menurut Aher, semakin menguatkan pihaknya untuk tetap menkonsumsi buah-buahan lokal, karena dijamin lebih berkualitas dan sehat.
    “Saya semakin yakin buah-buahan lokal lebih sehat dan berkualitas karena tidak mengandung zat berbahaya. Maka Saya himbau juga masyarakat untuk menkonsumsi buah-buahan lokal. Kita tidak kekurangan sumber alam buah-buahan kok” tegasnya.
    Dengan menkonsumsi buah-buahan lokal, selain lebih sehat, juga membantu petani buah di Jawa Barat.

    “Gak apa-apa kan meskipun sebagian harganya agak sedikit mahal dari buah impor, tapi dijamin kualitas dan kesehatannya, daripada buah impor yang murah tetapi kita tidak jamin kesehatannya?” pungkas Aher. (Pun) Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Gubernur: Hentikan Penyakit Desemberan

    BANDUNG - Guberbur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan, penumpukan kegiatan dan pengeluaran anggaran di bulan Desember adalah kebiasaan yang tidak baik.

    Oleh karena itu Ahmad Heryawan mengajak semua Bupati dan Walikota se-Jabar untuk menghentikan kebiasaan yang sering disebut 'penyakit Desemberan' itu. Hal itu disampaikan Ahmad Heryawan pada acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Angaran dari APBN di Gedung Sate, Senin (15/12).

    "Mari kita hentikan penyakit Desemeran itu, karena itu mengindikasikan kurang baiknya perencanaan kegiatan pada tahun berjalan" katanya.

    Menurut Gubernur, salah satu cara untuk menghentikan penyakit Desemberan itu dengan membuat program tahun berjalan.

    "Selain membuat program tahun berjalan secara merata, kita juga harus disiplin terhadap program yang sudah direncanakan sebelumnya. Kalau kegiatan bulan Januari, ya harus selesai Janauari dan seterusnya" ujar Gubernur.

    Dalam kesempatan itu,Gubernur juga menyampaikan pesan Presiden RI agar penggunaan anggran bisa seefektif dan seefesien mungkin. Total dana pada DIPA yang bersumber dari APBN 2015 untuk Provinsi Jabar, lebih dari Rp 30 triliun. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Gubernur: Teknologi Jangan Berhenti di Prototipe

    KOTA BOGOR–Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, temuan teknologi apapun jangan hanya berhenti di prototipe, tetapi harus dikembangkan sehingga bermanfaat bagi kehidupan. Hal itu diungkapkan Kang Aher di acara road show HUT ke-70 Provinsi Jabar di Kota Bogor, Minggu (14/6).

    “Kalau teknologi hanya berhenti sampai pada tahap prototipe, tidak akan ada gunanya. Teknologi itu hanya sebagai temuan saja. Tetapi kalau terus diekembangkan menjadi alat dan membantu kehidupan manusia, maka manfaatnya akan sangat besar” ujarnya.

    Menurut Aher, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendukung setiap temuan teknologi agar bermanfaat untuk semua bidang.

    “Kita ingin terus mengembangkan teknologi di berbagai bidang, seperti pertanian dan perikanan. Selama ini kekayaan laut Jabar di Selatan saja misalnya itu sangat besar sekali potensinya, tetapi karena kita belum menggunakan teknologi, maka hasil lautnya dinikmati negara lain yang telah memiliki teknologi” ujar Aher.

    Aher juga mengungkapkan, teknologi harus bisa berkolaborasi dengan ekonomi, karena manfaat teknlologi itu nantinya bisa berdampak pada peningkatan ekonomi. (Pun) Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Hadirkan Prestasi Olah Raga di Lingkungan Kerja

    BANDUNG-Sekecil apapun even pertandingan olah raga, dipastikan para atletnya ingin menjadi juara dan berprestasi, apalagi even olah raga ini di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu, semangat untuk meraih prestasi tersebut, hendaknya dihadirkan di lingkungan kerja dengan melalui prestasi kerja.

    Hal demikian dikemukakan Gubernur Ahmad Heryawan saat menutup Pekan Olah Raga Pemerintah Provinsi Jawa Barat Ke-10 Tahun 2014, Selasa (2/9) di Halaman Gedung Sate Bandung.

    "Hadirkan semangan ingin berprestasi atau ingin menjadi juara itu di lingkungan kerja, sehingga akan tercipta iklim kompetisi berprestasi, ujar Gubernur.

    "Untuk meraih prestasi itu, tentunya selain semangat, juga adanya faktor latihan dan konsumsi makanan. Karenanya saya menghimbau agar para pegawai negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengkonsumsi makanan yang baik dan berolah raga secara rutin. Dengan demikian akan tercipta kebugaran fisik. Dengan kebugaran fisik yang baik, akan menunjang prestasi dalam bekerja, demikian harapan Gubernur Heryawan.

    Pada kesempatan penutupan POR Pemprov. Jabar Ke-10 tersebut, Gubernur serahkan tropy kejuaran kepada para juara di cabang-cabang olah raga. Untuk POR yang ke-10 Tahun 2014 ini, keluar sebagai juara umum, yaitu kontingen dari Asisten Administrasi IV Setda Prov. Jabar. Tropy Gubernur diserahkan langsung oleh Gubernur Heryawan kepada Asisten Daerah Bidang Administrasi, Iwa Karniwa.

    Lima terbaik peraih emas terbanyak, meliputi : Asda Administrasi Setda Prov. Jabar, raih 6 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Dinas Pendapatan Daerah, raih 5 emas, 5 perak dan 2 perunggu. Dinas Olah Raga dan Pemuda, raih 4 emas, 2 perak dan 4 perunggu. Dinas Perhubungan raih, 4 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Dinas Bina Marga raih, 2 emas, 1 perak dan 9 perunggu. ( Sumber : http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Hapernas 2014, Jabar Raih Adiupaya Puritama

    JAKARTA - Pada peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2014, Jawa Barat kembali meraih Penghargaan Adiupaya Puritama sebagai Provinsi Pembina Pemerintahan Kabupaten/Kota Terbaik Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Pemukiman. 

    Penghargaan ini diberikan oleh Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat Rildo Ananda Anwar kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada Malam Resepsi Hapernas di Hotel Bidakara, Jakarta pada Kamis malam (25/9).
     
    Penghargaan ini merupakan yang keenamkalinya diraih Jawa Barat. Gubernur mengatakan penghargaan ini memilki makna bahwa apa yang telah dilakukan mendapat apresiasi dan diharapkan menjadi pemicu untuk terus berprestasi. “Maknanya apa yang kita kerjakan dinilai pihak lain. Mudah-mudahan penghargaan ini memicu kita untuk terus berprestasi”, ungkap Gubernur kepad wartawan usai acara.
     
    Gubernur pun menambahkan dengan penduduk Jawa Barat yang banyak, rebutan lahan untuk perumahan dan lahan pangan memang sering terjadi. Namun, pihaknya terus berupaya untuk menjaga keseimbangan agar kebutuhan perumahan tetap terpenuhi dan lahan untk pertanian pun tetap ada. Gubernur juga mengatakan bahwa pihaknya terus meminta para pengembang untuk terus menyediakan perumahan yang murah dan terjangkau namun layak huni.
     
    Pada tahun  ini, tiga wilayah di Jawa Barat, yaitu: Kabupaten Bandung meraih Penghargaan untuk Kategori Kabupaten, Kota Cirebon meraih Kategori Kota Menengah/Kecil, dan Kota Bandung meraih Penghargaan Kategori Kota Metropolitan/Besar.
     
    Dalam urusan perumahan dan permukiman, Kabupaten Bandung telah memiliki visi "Permukiman Kabupaten Bandung yang Layak, Tertata, dan Berkelanjutan Tahun 2015", melalui "Sabilulungan RAKSA Desa", yaitu: Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pembanhunan Sarana dan Prasarana Rumah Sederhana Sehat, Realisasi Pembangunan Hunian Berimbang, Pembangunan Rusunawa (Kasiba Jatisari) 1 Twin Blok (PU) Jatisari tahun 2014, Pembangunan Perumahan Skala Besar (Kasiba/ Lisiba Jatisari), dan Gerakan keterpaduan program dan Pembiayaan PKP untuk MBR melalui Kegiatan PLPBK.
     
    Sementara Kota Cirebon telah melaksanakan berbagai upaya yaitu, melalui: Perumahan Formal Bersubsidi, Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah, Bantuan Pemasangan Sambungan Instalasi Gas dan Air Minum Bagi MBR, Pengelolaan Bank Sampah/Sampah Tuntas Tingkat RW, Pengelolaan Limbah Kawasan Perkotaan, Pengelolaan Limbah Kawasan Permukiman Kumuh (Sanimas), serta upaya kemunculan Tanaj Timbul yang tidak digunakan untuk permukiman kumuh.
     
    Dan dihari jadinya pada 25 September 2014, Kota Bandung mendapatkan penghargaan ini sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke-204. Program Perumahan dan Permukiman di Kota Kembang ini, antara lain: Program Jangka Pendek melalui perbaikan Rutilahu di beberapa lokasi kelurahan di Kota Bandung, Program Jangka Menengah melalui penataan kawasan padat; penataan PSU Permukiman Padat dan peningkatan infrastruktur permukiman, serta Program Jangka Panjang melalui revitalisasi kawasan "Membangun Tanpa Menggusur"; pembangunan Apartemen Rakyat; Kawasan Baru Gedebage "Bandung Technopolis".
     
    Hapernas diperingati tiap tanggal 25 Agustus, dengan tema tahun ini yaitu: "Membangun Rumah, Membangun Bangsa". Dan Adiupaya Puritama adalah penghargaan yang diberikan kepada mereka yang berjasa dalam penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman untuk pemenuhan kebutuhan rumah atau tempat tinggal yang layak bagi masyaralat terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
     
    Penghargaan ini diberikan pada 3 kategori, yaitu: Tokoh yang berjasa dalam penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman yang tahun ini diberikan kepada Mohammad Hatta (Bapak Perumahan Nasional)-yang diwakili oleh putrinya Meutia Hatta, serta tokoh perumahan Johan Silas yang telah mengembangkan Kampung Improvement Program (KIP). Kategori lainnya, yaitu: Kategori Kabupaten, Kota Menengah/Kecil, Kota Metropolitan/Besar, dan Kategori Provinsi. Selain Bandung & Cirebon, Kabupaten Malang, Kota Palu, Kota Jambi, dan Kota Administrasi Jakarta Timur meraih penghargaan yang sama tahun ini.
     
    Selain itu, malam resepsi ini dihadiri oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil, Perwakilan Kepala Daerah Penerima Penghargaan, serta sesepuhan atau tokoh perumahan nasional lainnya. Dan dimeriahkan oleh hiburan tarian tradisional serta penampilan dari trio B3 dan paduan suara dari Kementerian Perumahan Rakyat. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Hari Jadi Jawa Barat ke-71 “Kerja Nyata Untuk Jabar Juara”

    BANDUNG-DPRD Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mengadakan rapat paripurna daerah dalam rangka Peringatan Hari Jadi Jawa Barat ke 71 Tahun 2016 pada jum'at (19/8) bertempat di gedung DPRD Jawa Barat Kota Bandung. 

    Acara yang dihadiri Ketua DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi, Wakil Ketua DPRD, Irianto MS Syaifuddin, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, serta para anggota DPRD dan DPD dari Provinsi Jawa Barat ini memiliki agenda untuk memperingati ulang tahun Provinsi Jawa Barat, serta ajang silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat selaku eksekutif dan DPRD Jawa Barat selaku legislatif.

    Dalam rapat paripurna ini, antara DPRD Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat saling mendengarkan pencapaian kebijakan selama ini serta rencana kerja di masa depan antara DPRD Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bertujuan untuk menyatukan visi dan misi antara kedua instansi tersebut agar semakin kompak dan sejalan dalam mengerjakan segala kebijakan yang dibuat.

    Dalam sambutannya, ketua DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi, mengungkapkan “peringatan hari ulang tahun Provinsi Jawa Barat yang ke-71 ini harus menjadi pemicu semangat bagi kita untuk terus melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan DPRD Provinsi Jawa Barat selaku mitra strategis harus mampu bekerjasama dalam melakukan segala pembangunan dan kebijakan di masyarakat Jawa Barat.”

    Rapat paripurna DPRD Jawa Barat ditutup oleh ketua DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi, serta pimpinan DPRD lainnya dengan didampingi oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dan Wakil Gubenur Jawa Barat, Deddy Mizwar. Dalam penutupan dilakukan saling bersalaman antara pimpinan DPRD dengan Gubenur serta Wakil Gubenur Jawa Barat sebagai simbol dukungan dan kerjasama antara legislatif dan eksekutif.

     

    Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Hari Kesaktian Pancasila, Wagub Bacakan Ikrar Kesetiaan

    BANDUNG -- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Rabu pagi (1/10).

    Turut hadir pula, istri Wakil Gubernur, Hj. Giselawati Wiranegara dan istri Gubernur Hj. Netty Prasetiyani yang mengenakan busana kebaya. Sementara itu, Gubernur Ahmad Heryawan tidak dapat menghadiri upacara karena tengah menghadiri pelantikan DPR RI di Jakarta. Meskipun demikian, upacara tetap berlangsung dengan khidmat.

    Pada upacara yang bertema “Penguatan Nilai-Nilai Pancasila untuk Meningkatkan Kualitas Demokrasi” tersebut, Deddy Mizwar membacakan Ikrar Kesetiaan terhadap Pancasila dengan disaksikan oleh ratusan peserta upacara. Upacara yang juga turut dihadiri oleh para pejabat Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat.

    Puncak peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Nasional juga ditutup dengan ikrar kesetiaan pada Pancasila yang dibacakan oleh Marzuki Alie Ketua DPR RI. 

    Berikut ikrar kesetiaan pada Pancasila: "Dengan Rahmat Tuhan yang Maha Esa, Kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan RI pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada kenyataannya telah banyak terjadi rong-rongan baik dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan RI. Bahwa rong-rongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan bangsa Indonesia terhadap kejahatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara. Bahwa dengan semangat kebersamaan yang didasari oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya persatuan RI". Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Ilegal Tapping, Polda Sudah Tetapkan Tersangka

    BANDUNG – Kepolisian Daerah Jawa Barat sudah menetapkan tersangka atas kasus ilegal tapping atau pencurian minyak dari pipa pertamina di Subang Jawa Barat. Ditemui usai menghadiri pelantikan anggota DPRD jabar di Gedung Merdeka Bandung, Senin (1/9) Wakapolda Jabar Irjen Polisi Rycko Amelza Dahniel mengatakan, selain 6 orang tersangka yang sudah ditangkap, pihaknya juga sedang melakukan pengejaran terhadapa beberapa orang pelaku.

    “Kita sudah amankan 6 orang dan sudah kita tetapkan sebagai tersangka, dan masih melakukan pengejaran terhadap beberapa pelaku yang masih buron” ungkapnya.

    Wakapolda juga menyatakan, kasus itu murni kriminal, tidak ada hubungannya dengan kelangkaan BBM beberapa waktu lalu.

    “Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para tersangka, untuk sementara kasus ini murni kriminila pencurian dengan motif ekonomi” katanya.

    Tentang keterlibatan orang dalam petugas Pertamina sendiri, Wakapolda menegaskan memang ada keterlibatan orang dalam dan sedang dikembangkan penyelidikannya. Siapa yang memerintahkan, siapa yang memiliki dana dan lain-lain. Menurut Wakapolda Jabar, kasus seperti ini untuk pertamakalinya di Jawa Barat.

    “Modus operandinya mereka mendirikan warung kecil di atas patok petunjuk pipa pertamina, lalu di dalam warung itulah mereka melakuan penggalian. Modus pencurian seperti ini untuk pertamakalinya di Jawa Barat” ujarya. ( Sumber : http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Industri Mikro Kecil di Jabar Tumbuh

    BANDUNG - Produksi industri kecil dan mikro di Jabar pada kuartal II 2014 tumbuh. BPS Jabar menyebutkan pertumbuhan produksi industri kecil Jabar mencapai 7,67%.

    Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Jabar Drs. H. Ruslan mengatakan pertumbuhan industri mikro kecil ini jauh lebih baik dibandingkan dengan kuartal I 2014.

    "Triwulan sebelumnya bahkan melambat sebesar 1,68 %," tuturnya di kantor BPS Jabar. Jenis industri kecil yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah industri bahan kimia dan barang bahan kimia yakni mencapai 22,37 %.

    Industri yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah jenis reparasi dan pemasangan mesin sebesar 8,18%. Sementara itu berbalik, industri besar khususnya manufaktur justru

    mengalami penurunan, yakni disebut BPS Jabar turun sebesar 1,75% dari triwulan sebelumnya. Industri yang mengalami penurunan terbesar adalah sektor alas kaki dan industri kulit sebesar 9,50%. jo. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Inggris Tertarik Sejumlah Proyek Infrastruktur

    BANDUNG–Negara Inggris mengaku tertarik sejumlah proyek infrastruktur yang saat ini tengah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Proyek pembangunan transportasi menjadi perhatian Inggris untuk menanamkan investasinya.

    Usai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Deddy Mizwar bersama beberapa OPD terkait di Ruang Lokantara Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung pada Kamis (19/3), Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan, Jawa Barat merupakan provinsi terbesar dan penting untuk Inggris. Untuk itu, pihaknya ingin meningkatkan kerjasama dengan Jawa Barat, khususnya investasi dalam pembangunan beberapa proyek transportasi yang menurutnya memiliki rencana yang baik.

    “Ini kunjungan dan pertemuan kedua saya dengan Pemerintah Jawa Barat. Kami berdiskusi bagaimana memperdalam hubungan kerjasama antara Inggris dengan Jawa Barat. Kami berdiskusi misalnya tentang proyek-proyek transportasi umum, seperti bandara”, ungkap Moazzam.

    Moazzam mengatakan ada banyak perusahaan di Inggris yang memiliki pengalaman baik dalam pembangunan bandara dan jalan tol. Dan ada beberapa perusahaan Inggris yang kini sudah melakukan investasinya di Indonesia dan Jawa Barat khususnya, serta siap untuk meningkatkan kerjasamanya termasuk kerjasama dengan pihak swasta atau public private partnership dalam beberapa proyek, seperti Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan beberapa proyek jalan tol.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Deddy Mizwar mengungkapkan kerjasama yang ditawarkan Inggris sangat menarik, karena melibatkan pihak swasta yang memungkinkan untuk mengalirnya investasi ke Jawa Barat.

    “Public private partnership, bagaimana menciptakan pihak swasta dengan sebuah feasibility study oleh professional Inggris ini, yang memungkinkan akan mengalirnya investasi dari berbagai kalangan, bukan hanya pemerintah saja. Baik dengan swasta maupun individu. Ini menurut saya menjadi pola kerjasama yang menarik”, ujar Wagub.

    Kerjasama tersebut bisa dilakukan dalam segala bidang. Namun, Wagub mengaku pihak Inggris sangat tertarik dengan proyek BIJB Kertajati dan beberapa proyek jalan tol seperti Cisumdawu. Namun, khusus untuk Bandara Kertajati, menurut Wagub PT BIJB harus dibenahi terlebih dahulu dan harus siap dalam mejalankan kerjasamanya.

    “BIJB-nya harus dibenahi dulu, sehingga bisa dilakukan kerjasama dalam beberapa model. Saya kira BIJB harus siap, karena ini bukan hanya bandara, tapi aerocity-nya dan mungkin perusahaan penerbangan juga. Saya kira menyeluruh”, papar Wagub.

    Wagub pun menuturkan kerjasama dalam beberapa proyek infrastruktur ini perlu untuk dilakukan. Karena hal ini untuk mendorong industri, pariwisata, dan pertanian di Jawa Barat.

    Selain kerjasama dalam bidang infrastruktur, dalam pertemuan tersebut dibahas pula rencana pembentukan Sister Province. Namun, pihak Inggris pun terlebih dahulu akan mengkaji wilayahnya yang cocok untuk dijadikan sister province bagi Jawa Barat. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Investor Singapura Lirik Monorel Bandung

    BANDUNG-Pemerintah Kota Bandung kembali kedatangan investor dari Singapura, yang tertarik membangun sistem transportasi berbasis rel di Bandung.

    Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, pada prinsipnya pihak Pemkot Bandung mempersilakan siapapun investornya bisa datang ke kota Bandung, yang ingin membangun alat trasportasi berbasis rel.
    “Jadi istilahnya itu trasportasi berbasis rel, bisa monorel bisa non monorel, jadi ada kereta yang di gantung ada yang bisa pake magnet atau LRT,” ujarnya.

    Menurut Walikota, setiap investor yang tertarik membangun di kota Bandung, harus serius dan harus memiliki jaminan finansial yang pasti sehingga dalam pelaksanaannya tidak bermasalah.

    “Program transportasi massal berbasis rel tersebut sudah lama digagas, jadi kalau ada investor yang berminat merupakan investor yang memili dana besar, karena untuk megaproyek seperti monorel ini padat modal,” tuturnya.

    Walikota mengharapkan, proyek pembangunan moda trasportasi berbasis rel bisa secepatnya terealisasi, sehingga dapat bermanfaat dan dinikmati oleh masyarakat Bandung.

    “Saya ingin warga Bandung bisa menikmati secepatnya. Ya harapan kita konstruksi tahun depan, sekarangkan masih persiapan lelang-lelang,” katanya. (Parno). Sumber ( http://jabarprov.go.id )

    Read more
  • Jabar Berikan Benih Teh & Kopi Bersertifikat

    Selasa, 30 Desember, 2014

    KAB. BANDUNG BARAT - Dalam rangka mengembangkan industri kopi di Jawa Barat dan mendukung program gerakan penyelamatan agribisnis nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan benih Teh & Kopi Bersertifikat kepada para petaninya. Acara ini pun merupakan bagian dari puncak peringatan Hari Perkebunan ke-57 yang digelar di Perkebunan Panglejar Kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa (30/12).

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) memberikan sebanyak 1 juta benih kopi dan 7,5 juta benih teh unggul secara simbolis kepada 62 Kelompok Tani Kopi Arabika Java Preanger di 6 Kabupaten, yaitu: Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Garut, Cianjur, dan Sukabumi. Sementara benih Teh diberikan kepada 5 kelompok di 5 kabupaten, yaitu: Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Bandung, Tasikmalaya, dan Garut, yang nantinya akan memperoleh benih teh masing-masing sebanyak 1,5 juta pohon. Sementara jumlah benih teh yang telah disertifikasi dan dibagikan pada acara ini yaitu 3,5 juta pohon, dan selebihnya akan selesai disertifikasi pada Februari 2015. Melalui hal ini, Gubernur pun mengajak serta berharap agar para petani dapat meningkatkan produktivitasnya agar teh dan kopi menjadi produk unggulan nasional. "Terus kembangkan teh dan kopi sehingga akan menjadi komoditas unggulan nasional yang ada di Jawa Barat", ajak Aher dalam sambutannya.

    Selain itu, Gubernur pun mengatakan bahwa Pemerintah Pusat telah menggelontorkan dana yang cukup besar untuk mengembangkan agribisnis di Indonesia. Untuk itu, Gubernur pun ingin masyarakat khususnya para petani di Jabar memanfaatkan hal ini untuk menjadi pelopor bangkitnya-khususnya industri teh nasional. "Maka tidak akan pernah mungkin ada kebangkitan teh di Indonesia kalau tidak ada kebangkitannya di Jabar", ucap Gubernur di depan para petani.

    Acara yang turut dihadiri Dirjen Pertanian dan Diren Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Sekda Provinsi Jawa Barat, Wakil Ketua DPRD Jabar Abdul Haris Bobihoe, Asisten Daerah Kabupaten Bandung Barat, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jabar, Direktur PTPN VIII, serta Ketua Dewan Teh Indonesia ini, Jabar pun mencanangkan produk teh dengan label Java Preanger yang diharapkan akan menjadi produk unggulan Jabar yang go international.

    Selain itu, pada kesempatan ini juga diberikan penghargaan kepada Pelaku Sejarah Nasionalisasi Perusahaan Perkebunan, diantaranya: Rd. Panji Natadikara (Alm), Kurnadi Syarif-Iskandar, Max. Isak. Salhuteru (Alm), dan H A Djuhana Sasatrawinata, serta diberikan pula pengargaan kepada Kelembagaan Teh yaitu para Kelompok Tani Teh & Kopi dari seluruh Jawa Barat. Digelar pula stand produk-produk minuman berbahan kopi dan teh.

    Seperti diketahui bahwa Jawa Barat merupakan produsen teh terbesar di Indonesia. Dari luas 494.166 hektar atau 13,76% dari luas Provinsi Jawa Barat atau terluas ketiga setelah Provinis Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di Jawa Barat terdapat perkebunan teh seluas 94.850 hektar, yang terdiri dari perkebunan teh rakyat seluas 48.636 hektar, perkebunan teh swasta seluas 21.023 hektar, dan perkebunan teh negara seluas 25.191 hektar. Sementara untuk kopi, Jawa Barat memiliki perkebunannya seluas 25.004 hektar, dan perkebunan milik swasta seluas 409,42 hektar.

    Sumber (Humas Pemprov Jabar)

    Read more
  • Jabar Gelar Apel Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2014

    BANDUNG- Menjelang sepekan Lebaran, jajaran instansi di  Jabar menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2014 dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada Perayaan Idul Fitri 1435 H.

    Apel berlangsung di Lapangan Gazibu, (21/7)  dipimpin Gubernur Jabar H. Ahmad Heryawan.

    Kegiatan tersebut, dihadiri Gubernur Kapolda Jabar serta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah Jabar.

    Gubernur, dalam kegiatan tersebut membacakan amanat tertulis Kapolri. Kapolri, dalam amanat tertulisnya memaparkan melalui  momen operasi Ketupat Lodaya tahun 2014  tahun  ini aksi kriminal menjadi prioritas pengawasan seperti curas dan curat serta kecelakaan lalu lintas.

    Diharapkan aksi-aksi kasus tersebut melalui pengawasan dalam operasi ketupat lodaya tahun 2014  Polri dengan dibantu TNI dan instansi lainnya  diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kasus-kasus tersebut. (Nur) Sumber : http://www.jabarprov.go.id

    Read more
  • Jabar Jadi Percontohan Dunia

    BANDUNG-Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis mengatakan bahwa pemilihan Jawa Barat sebagai tuan rumah ajang penyiaran internasional pada 22-24 Februari 2017 di Bandung akan dijadikan penrcontohan bagi negara lain.

    "Kita sangat yakin bukan hanya Konferensi Asia Afrika tetapi sesuatu yang kita anggap Jabar menjadi percontohan bagi daerah lain,"katanya kepada wartawan di Gedung Pakuan Bandung, Sabtu (18/2/2017)

    Yuliandre mengaku memilih kota Bandung sebagai tuan rumah ajang penyiaran internasional yang digagas Organisasi Konferensi Islam (OKI), yaitu OIC Broadcasting Regulathory Authority Forum (Ibraf). Sebab Bandung pernah dijadikan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA). Selain itu, Kota Bandung memiliki keragaman budaya yang unik. 

    "Representasi di Indonesia yang paling kuat adalah Kota Bandung Jawa Barat. Kita berharap bisa dijadikan suatu nilai yang bermakna bagi seluruh negara, untuk meyakinkan bahwa Indonesia itu membawa pesan kebaikan bagi siapa saja,"jelasnya.

    Menurutnya, penduduk Indonesia mayoritas umat muslim di dunia. Selama ini ada berbagai isu yang selalu mendeskreditkan muslim dalam segala informasi. "Kita ingin menunjukan bagaimana negara-negara yang mayoritas muslim dibentuk, Indonesia begitu pluraristiknya tetapi  membawa sesuatu yang baik artinya berbeda-beda tetap satu pikiran dan hati,"pungkasnya. (MAT)

    Sumber ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/21417/2017/02/18/Jabar-Jadi-Percontohan-Dunia )

    Read more
  • Jabar Ngagaya di Depan Gedung Sate

    BANDUNG-Dengan mengambil thema "Jabar Ngagaya", ditampilkan berbagai kreasi tata busana dengan bahan dasar kain sarung pada even HUT Jabar Ke-69, pada Sabtu (20) sore bertempat di Jl. Dipenogoro depan Gedung Sate Bandung. Puluhan model yang tergabung pada berbagai sekolah menengah kejuruan, komunitas model dan beberapa Perguruan Tinggi Bandung unjuk kebolehan dalam menata busananya.

    Pagelaran busana kreasi berbahan dasar Kain Sarung itu dimotori oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dengan kepala dinasnya, Ferry Sofwan. Diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT Jabar Ke-69 yang jatuh pada setiap Tanggal 19 Agustus.

    Setiap peserta dinilai oleh dewan juri akhli, dan peserta yang menampilkan kreasi orisinal akan mendapat penilaian tertinggi.

    Wagub Jabar Deddy Mizwar hadir pada acara tersebut dan memberikan apresiasi positif atas setiap penampilan peserta. Selain wagub, hadir pula Sekda Prov. Jabar dan pimpinan OPD Prov. Jabar.

    Penyelenggaraan semacam karnaval busana kreasi itu, diapresiasi masyarakat. Hal demikian tampak dari antusias warga yang memadati  Jl. Dipenogoro Bandung. Walaupun diakhir acara sempat turun hujan yang cukup lebat, namun acara tetap berlangsung.

    Usai acara karnaval busana kain sarung ini, dimalam harinya sekitar Pukul 21.00 akan berlangsung pertunjukkan Video Mapping dengan latar bangunan Gedung Sate. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Jabar Penyumbang PDRB Terbesar

    BANDUNG - Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu penyumbang PDB terbesar setelah Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Timur. Hal itu membuatnya menjadi daerah penting bagi nasional.

    Hal itu dikatakan Anggota Dewan Komisioner OJK Ilya Avianty dalam out look perekonomian 2016 di GEdung Sate Jumat.

    "Pangsa PDRB Jawa Barat terhadap PDB nasional mencapai 13,30% pada triwulan III-2015, atau sebesar Rp307,37 Triliun (Harga Konstan)," katanya.

    Secara sektoral, struktur PDRB Jawa Barat masih ditopang oleh Sektor Industri Pengolahan (42,96%) terutama Industri Pakaian Jadi, Industri Kertas, Industri Bahan Kimia dan Industri  Komputer serta Elektronika.

    Sektor pembentuk PDRB lainnya adalah Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (15,83%) serta Sektor Konstruksi (8,24%). Dari sisi permintaan, struktur PDRB Jawa Barat masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga (61,69%).

    Di sisi inflasi, laju inflasi gabungan tujuh kota di Jawa Barat pada bulan September 2015 mencapai 6,11% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional yang mencapai 6,83% (yoy). Tingginya inflasi di Jawa Barat tidak terlepas dari kontribusi inflasi di kota Bandung dan Bogor, yang masing-masing mencapai 6,90% dan 6,25%.

    Sementara itu, kondisi stabilitas sistem keuangan Jawa Barat cukup baik. Hal ini tercermin dari perkembangan beberapa indikator perbankan, seperti: aset, dana pihak ketiga (DPK) dan kredit, serta risiko kredit yang relatif rendah. Total aset bank umum di Jawa Barat pada September 2015 naik 12,85% (yoy) mencapai posisi Rp506,8 triliun. Posisi kredit/pembiayaan meningkat 10,04% (yoy) menjadi Rp324,5 triliun.

    Di sisi lain, DPK yang dihimpun tumbuh 11,62% (yoy) menjadi Rp362,1 triliun. Risiko kredit yang dicerminkan oleh Non Performing loan (NPL) atau jumlah kredit bermasalah pada September 2015 tetap terkendali.Persentase NPL gross tercatat sebesar 2,9%. Kenaikan pertumbuhan kredit yang lebih rendah daripada pertumbuhan DPK mengakibatkan Loan to Deposit Ratio (LDR) bank umum konvensional di Jawa Barat turun dari 89,0% pada September 2014 menjadi 88,0% pada September 2015.

    Sementara itu, kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perbankan Jawa Barat sampai dengan Triwulan III-2015 mencapai Rp73,5 triliun atau 24,63% dari total kredit. Pengembangan usaha mikro kecil dan menengah di Jawa Barat merupakan salah satu solusi dalam meredam kemungkinan gejolak finansial global.

    "Mencermati perkembangan di atas, kami menaruh harapan optimis terhadap daya tahan perekonomian Jawa Barat dalam menghadapi berbagai tantangan yang diakibatkan oleh gejolak perekonomian global tersebut," katanya.

    Namun demikian, salah satu faktor kunci agar hal tersebut terwujud yakni perlu didukung oleh kondisi yang kondusif, serta koordinasi dan sinergi yang baik antara berbagai pemangku kepentingan yakni Pemerintah Daerah, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Lembaga Jasa Keuangan, Akademisi, pelaku usaha maupun elemen masyarakat lainnya.

    "Untuk itu saya mengharapkan agar semua pihak dapat melakukan konsolidasi dan bersinergi untuk menghadapi semua kemungkinan permasalahan yang dapat terjadi. Selain itu, diharapkan semua pihak menjaga kondisi tetap kondusif, sehingga dapat tercipta iklim berusaha yang mendukung dan relatif tenang," katanya. jo Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Jabar Raih Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing

    JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Barat meraih Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing dari Kementerian Pertanian RI. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menerima langsung penghargaan ini dari Menteri Pertanian Suswono pada Jumat siang (10/10) di Kantor Kementerian Pertanian Jl. Harsono R M No. 3, Jakarta Selatan.

    Tahun ini Jawa Barat mendapatkan penghargaan produk pertanian unggulan terbanyak, yaitu lima kategori dari 14 kategori yang ada. Selain itu, ada pula dua grand award untuk produk olahan pertanian berdaya saing. Penghargaan ini diberikan dalam gelaran acara Kemilau Daya Saing Produk Pertanian dalam rangka bulan mutu pertanian 2014-yang mengambil tema “Standardisasi Mutu Produk Pertanian Memenangkan Pasar Bebas Asean”.

    Gubernur menuturkan bahwa penghargaan ini merupakan prestasi dalam pengendalian mutu dan keamanan pangan yang telah dilakukan Jawa Barat. Selain itu, hingga saat ini Jawa Barat terus melakukan standardisasi pangan, melalui pengawasan dari zat-zat berbahaya serta terus memberikan perhatian berupa promosi produk-produk pertanian yang dihasilkan pengusaha.

    “Tentu saja ini mengingatkan kita, mendorong kita untuk membangun sebuah gerakan ke depan yaitu gerakan bagaimana membuat pangan kita tetap bermutu dan aman. Aman dari marabahaya penyakit yang sering kali dibawa oleh pangan karena tidak bersih, karena pestisida, karena mengandung zat-zat aktif yang membahayakan tubuh kita”, ungkap Gubernur usai acara.

    Anugerah produk pertanian berdaya saing merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian Pertanian yang diberikan kepada produk pertanian yang memiliki daya saing dan mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

    Pada tahun ini Jawa Barat mendapat penghargaan sebagai provinsi dengan produk pertanian unggulan berdaya saing terbanyak, dengan meraih 5 kategori produk olahan pertanian dari 14 kategori yang ada.

    Turut hadir dalam acara ini Kepala Badan Standardisasi Nasional, Kepala Badan POM, serta Gubernur Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Lampung, serta perwakilan Gubernur DIY, dan Jawa Timur, serta Kepala Dinas Provinsi Lingkup Pertanian.

    Digelar pula pasar tani serta pameran produk-produk pertanian dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia termasuk Jawa Barat. Pada pameran ini stand Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangannya menghadirkan berbagai jenis produk unggulan pertanian diantaranya: berbagai jenis produk sayuran organik, buah-buahan, beras organik, serta kebutuhan pangan lainnya. Serta ada pula stand dari Asosiasi Pengolah Hasil Holtikultura (Aspehorti) Jawa Barat yang menghadirkan berbagai macam kemasan untuk produk-produk pertanian. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Jabar Raih Tiga Tropy di LSCPN

    CIANJUR - Pada gelaran Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional (LCSPN) 2014 di Istana Kepresidenan Cipanas, Cianjur, Sabtu (9/8), Jawa Barat meraih tiga trofi pada tiga kategori lomba. Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar pun memberikan apresiasinya pada pemenang lomba-yang diikuti siswa-siswi SD dan SMP dari seluruh Indonesia ini.

    Kategori lomba yang dimenangkan, yaitu: Juara Pertama Lomba Cipta Puisi Tingkat SD, Juara Tiga Lomba Lukis Tingkat SMP, dan Juara Harapan Tiga Lomba Lukis Tingkat SD. Wakil Gubernur pun memberikan apresiasinya terhadap para siswa-siswi ini, walaupun pada lomba ini tidak ada juara umum, karena dalam satu kategori hanya diwakili satu orang dari setiap provinsinya.

    "Tidak ada juara umum, tapi biasanya Jabar kalau lomba kesenian Juara Umum karena begitu beragamnya. Kalau ini tidak harus banyak, satu kategori satu tidak bisa diwakili dua atau tiga tim", ujar Wagub usai acara.

    Wagub pun berharap dengan adanya lomba cipta seni ini dapat menumbuhkan apresiasi anak terhadap seni dan budaya sejak dini. Karena menurutnya hal ini dapat menjadi alternatif dan pilihan hidup bagi anak, terutama bagi mereka yang mempunyai talenta, agar dapat memajukan seni dan budaya nusantara.

    LCSPN tahun ini meruapakan tahun ke-9 sejak diadakan pertama kali 2006 lalu. Tahun ini lomba diikuti 99 siswa SD dan 132 siswa SMP dari seluruh Indonesia yang sebelumnya telah melalui tahap seleksi di tiap provinsi. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Jabar Raih Wahana Tata Nugraha Wiratama

    JAKARTA-Kembali, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan. Kali ini di bidang perhubungan darat untuk Kategori Provinsi : Wahana Tata Nugraha Wiratama dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menerima Piala Penghargaan yang diserahkan langsung Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, didampingi Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi, yang juga didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik, di Istana Wakil Presiden Jakarta, Selasa (31/01/2017).

    Piala Wahana Tata Nugraha sendiri merupakan penghargaan dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi yang memiliki komitmen untuk membina, membangun, dan meningkatkan kinerja dalam bidang perhubungan.

    Selain Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terdapat 10 Provinsi lainnya yang menerima Piala Wahana Tata Nugraha Wiratama Tahun 2016 yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

    Dalam sambutannya pada acara penyerahan penghargaan, Wapres Jusuf Kalla mengatakan, suatu sistem transportasi dapat diukur dari dua aspek yakni kelancaran dan keamanannya.

    JK, sapaan akrab Wapres menuturkan kelancaran transportasi dapat ditinjau dari rata-rata kecepatan di jalan raya. Sementara terkait keamanan, sepanjang tahun 2016, JK menyebutkan bahwa pihak Kepolisian mencatat terdapat kurang lebih 100.000 kasus kecelakaan transportasi, dengan korban meninggal lebih dari 23.000 jiwa di jalan raya.

    "Artinya masih banyak yang harus kita perbaiki dari sisi transportasi. Tentu ini tidak mudah karena setidaknya ada delapan faktor yang mempengaruhi baik buruknya sistem transportasi," kata Wapres JK.

    Adapun Wapres menyebutkan sejumlah faktor berpengaruh dalam hal transportasi antara lain; jumlah penduduk yang terus meningkat, jumlah kendaraan meningkat, serta faktor kawasan atau wilayah perekonomian, dalam arti suatu kawasan yang ekonominya maju akan menjadi serbuan masyarakat sehingga terjadi kepadatan.

    Maka infrastruktur transportasi yang menunjang perlu menjadi perhatian lebih. Selain hal tersebut, manajemen angkutan umum dan lalu lintas, serta sosialisasi disiplin masyarakat, juga menjadi hal yang perlu ditindaklanjuti.

    Tak lupa, Wapres mengungkapkan apresiasinya pada para peraih penghargaan.

    "Saya mengucapkan selamat kepada para Gubernur, Bupati, Walikota yang mendapatkan penghargaan Wahana Tata Nugraha Wiratama, artinya mereka telah bekerja keras untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem angkutan darat di daerah masing-masing," ujarnya.

    Atas penghargaan ini Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan ini sebagai motivasi, sekaligus pemicu untuk terus memperbaiki pelayanan transportasi kepada masyarakat dengan semakin baik lagi.

    "Penghargaan yang diraih ini bukan sekadar seremonial saja. Hadirnya pelayanan transportasi yang prima ini penting. Karena transportasi ini sarana penghubung yang mendukung berkembangnya kemajuan ekonomi, sosial, dan juga demokrasi," tutupnya.

    Sumber ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/21091/2017/01/31/Jabar-Raih-Wahana-Tata-Nugraha-Wiratama )

    Read more
  • Jabar Siap Jadi Percontohan Santri Bangun Desa

    BANDUNG–Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan kesiapannya jika Jawa Barat akan dijadikan proyek percontohan Program Santri Bangun Desa dari komunitas organisasi umat Islam. Hal itu ditegaskan Ahmad Heryawan di CFD Dago, Minggu (15/2).
    “Insya Allah siap. Untuk hal-hal yang baik tidak ada kata ditunda-tunda” katanya.

    Ahmad Heryawan juga menerangkan, sebelum Santri Bangun Desa akan digulirkan, Jawa Barat sebenarnya sudah melakukan program serupa.

    “Kita sudah menyekolahkan pemuda dari Desa untuk jadi sarjana dan kembali ke Desanya  untuk membangun, ada juga program pertanian dan peternakan Desa untuk pengembangan ekonomi” tegasnya.

    Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mendukung program santri membangun desa, dan menurutnya harus terus dikembankan. (Pun) Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id    

    Read more
  • Jabar Siap Menyambut MAE 2015

    BANDUNG - Moment Asean Economic Community atau dikenal dengan istilah Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah di depan mata. Dengan moment tersebut, hubungan kerjasama di negara-negara di Asean akan semakin terbuka. Khususnya di bidang ekonomi, dimana arus perdagangan di negara-negara Asean pun akan semakin bebas.

    Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk mencapai 20 persen dari total penduduk Indonesia merasa perlu untuk bersiap menyambut MEA tak terkecuali warga Jabar.  Berkaitan dengan ini, Biro Humas, Protokol dan Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Gedung Sate menyelenggarakan Seminar Kehumasan dengan tema “Persiapan Jawa Barat Sambut MEA 2015” Kamis (27/11) yang diikuti perwakilan dari 27 kabupaten kota sejawabarat, perwakilan DPRD Jabar, Deputi Komisioner OJK Pusat, Lucky Fathul Aziz dan Staf Ahli Kementrian Perdagangan Sondakh Anggraini, Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal.

    Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan bahwa suka atau tidak, diterima atau tidak, Masyarakat Ekonomi Asean ini akan hadir di Indonesia. Jawa Barat dengan populasinya yang tinggi tentu harus siap menghadapinya.
     
    "Suka atau tidak, diterima atau tidak, MEA ini hadir ditengah-tengah kita. Nah sekiranya kita siap atau tidak dalam menghadapinya? Ya harus siap," ungkap Ahmad Heryawan.

    Ahmad Heryawan menambahkan, di seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat ini utamanya adalah para pelaku UKM yang akan lebih merasakan dampaknya.
     
    "Pelaku UKM di Kabupaten/Kota seJawa Barat ini paling banyak, mereka nanti yang lebih merasakan dampak dari perdagangan bebas MEA. Nah kita pun sebagai masyarakat akan kena imbasnya, dan pastinya pula akan berdampak pada perputaran ekonomi di Jawa Barat itu sendiri," ungkap Ahmad Heryawan. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Jabar Tuan Rumah Munas XV HIPMI Tahun 2015

    BANDUNG–Jawa Barat diputuskan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) ke XV Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), yang akan dilaksanakan pada 12-14 Januari 2015 mendatang.

    Ditemui usai audiensi dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), di Gedung Pakuan pada Rabu (10/12) siang, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat HIPMI Raja Sapta Oktohari mengungkapkan, bahwa terpilihnya Jawa Barat sebagai tuan rumah Munas XV berdasarkan kepada keputusan bersama anggota HIPMI di seluruh Indonesia.

    “Hasil dari promosi yang dilakukan oleh Pak Gubernur, akhirnya HIPMI memutuskan untuk memilih Jawa Barat sebagai tuan rumah Munas”, tegas Raja. “Proses pengambilan keputusan itu sebenarnya melalui mekanisme pengumpulan suara dari teman-teman HIPMI di seluruh Indonesia”, lanjutnya.

    Raja mengaku sangat bersyukur atas antusiasme dan support yang diberikan Aher dengan maksimal dalam menyambut pelaksanaan Munas. “Bahkan Pak Gubernur terlibat dalam  pembuatan video pada saat kami melakukan seleksi untuk tempat diselenggarakannya Munas”, ungkap Raja.

    Bagi Aher, keputusan menjadikan ibukota Jawa Barat sebagai lokasi pelaksanaan Munas merupakan pilihan yang tepat, karena kota Bandung memiliki banyak kelebihan, diantaranya iklim kota yang sejuk, suasana yang nyaman, serta lengkapnya fasilitas dan potensi industri kreatif yang besar. Aher juga mengungkapkan, dengan diselenggarakannya Munas HIPMI di Jawa Barat, dapat menjadi kesempatan untuk mendongkrak ekonomi kreatif masyarakat.

    “Peserta HIPMI yang datang untuk Munas mencapai 4000 hingga 5000 orang, dan spending anggota HIPMI berkisar antara 10 sampai 15 juta rupiah per orang per harinya. Kalau 4000 orang yang hadir berarti spending-nya mencapai 40 milyar rupiah per harinya”, papar Aher.

    Jumlah tersebut, menurut Aher, belum termasuk pengeluaran pribadi anggota HIPMI untuk berbelanja produk-produk industri kreatif di kota kembang tersebut. Namun di luar hal tersebut, Aher mengaku sangat mengapresiasi kegiatan dari organisasi anak muda seperti HIPMI. Bagi Aher, HIPMI merupakan wadah bagi para calon pengusaha besar dan pemimpin-pemimpin bangsa kelak.

    “HIPMI itu organisasi anak-anak muda calon-calon pengusaha dan pemimpin bangsa. Boleh jadi kedepannya mereka akan terjun di dunia politik”, ungkap Aher. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Jadikan Indonesia Negara Kepulauan Terbesar Dunia

    BANDUNG-Dengan jumlah lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Dan hal ini tidak terlepas dari sebuah dokumen bernama Deklarasi Djuanda, dimana dalam deklarasi ini, Indonesia menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia-termasuk laut sekitar dan yang ada di dalam kepulauannya, merupakan satu kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.

    Deklarasi ini dicetuskan pada tanggal 13 desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia ketika itu, Djuanda Kartawidjaja. Sejak saat itu, luas wilayah Indonesia menjadi 2,5 kali lipatnya, yang semula 2.027.087 km² menjadi 5.193.250 km².

    Untuk itu, usai menghadiri peringatan Deklarasi Djuanda dalam rangka Dies Natalis Universitas Pasundan ke-54 dan peringatan 101 tahun Paguyuban Pasundan di Kampus IV Unpas, Jl. Dr. Setiabudhi No. 193 Bandung, pada Jumat (19/12) Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan bahwa deklarasi ini jangan sampai dilupakan dan perlu diketahui masyarakat Indonesia. Karena menurutnya melalui deklarasi ini Indonesia akan lebih berdaulat, aman, dan kokoh.

    “Ini fakta sejarah yang terlupakan. Oleh karena itu, deklarasi ini secara kenegaraan sudah diperingati sebagai Hari Nusantara. Dan perlu dikemukakan. Bayangkan apa jadinya kelautan Indonesia kalau tidak ada Deklarasi Djuanda, apa jadinya coba?”, tutur Gubernur usai acara kepada wartawan.

    Lebih jauh Gubernur pun menuturkan, deklarasi ini telah menyatukan antara seluruh kepulauan Indonesia yang terpisah-pisah serta menghindari pihak asing yang dapat menguasai wilayah NKRI. “Ya antara Sumatera dengan Kalimantan dipisahkan oleh laut lepas. Antara Jawa dengan Kalimantan dipisahkan oleh laut lepas. Bisa dibayangkan orang-orang asing berkeliaran di situ”, tambah Gubernur.

    Melalui deklarasi ini, Indonesia dapat menguasasi kekayaan kelautan yang melimpah dan menjadi negara kepulauan terbesar di dunia, yang dapat dimaknai secara mendalam oleh masyarakat Indonesia.

    Menurut Aher, hal ini dapat dimaknai dengan cara memanfaatkan potensi kelautan yang dimiliki ini, untuk dikelola dengan baik agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • JAWA BARAT SIAP MENJADI PENYELENGGARA TERBAIK PEKAN OLAH RAGA NASIONAL XIX 2016

    Oleh Drs. Budy Hermawan, MSi

    Kepala Bagian Humas Pemrov Jawa Barat

     

     

    Kesungguhan Jabar untuk mempersiapkan kekuatan PON 2016 sangat beralasan, pasalnya sebagai tuan rumah KONI Jabar sejak jauh-jauh hari telah menargetkan Jabar Kahiji dan menjadi Juara Umum untuk mengembalikan yang diraih pada PON III/1961 silam. Sebagai tuan rumah jelas target Jabar untuk meraih juara umum, Jabar  akan melakukannya secara elegan, terhormat dan memaksimalkan atlet binaan sendiri untuk mencapai Jabar Kahiji. Sukses Jabar meraih dua besar di PON Riau, memberikan spirit bagi KONI Jabar untuk bisa meraih puncak prestasi pada perhelatan dua  tahun mendatang (2016).

    Semua aspek akan dievaluasi, apa yang menjadi keunggulan dan kelemahan Jabar pada PON 2012 kemarin, untuk menjadi bahan perbandingan untuk kesiapan atlet pada PON 2016. Salah satunya melakukan pemetaan kekuatan atlet secara internal maupun eksternal daerah lain. Berdasarkan SK Menteri Negara Pemuda dan Olahraga No. 0254 Tahun 2010 tanggal 22 Juni 2012, tentang Penetapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai Tuan Rumah Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016, maka Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XIX pada tahun 2016 akan diselenggarakan di Provinsi Jawa Barat. 

    Pengurus Besar Pekan Olah Raga Nasional ( PB PON ) dan KONI Jawa Barat membangun komitmen menggalang prestasi Jabar Kahiji di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016.    Orang Jabar yang ada di Jabar,  tidak boleh ragu untuk meyakini kontingen Jabar akan menjadi juara umum di PON mendatang. Karena hal itu menjadi titik awal untuk melangkah, karena salah satu tujuannya yaitu menggapai jabar kahiji dengan meraih juara umum.

     

    Gubernur menegaskan bahwa pada tahun 2016, Jawa Barat menargetkan catur sukses  yakni sukses penyelenggaraan sebagai tuan rumah, sukses prestasi menjadi Juara Umum PON 2016, sukses pemberdayaan ekonomi dan sukses administrasi. Pembangunan fasilitas olahraga itu sinergitas dengan target Jabar untuk mendukung program kunjungan wisatawan ke Jawa Barat. Nantinya ada sarana pertandingan olahraga dan juga ada fasilitas convention center.  Lebih lanjut, Gubernur  menyebutkan komitmen Jabar untuk menjadi tuan rumah PON 2016, yakni untuk mengembalikan prestasi Jawa Barat dan juga sebagai ajang mempromosikan potensi Jawa Barat kepada para peserta. Sedangkan lokasi pertandingan, dipastikan akan tersebar di 42 lokasi. 

     

    Pelaksanaan PON di Jabar tentunya menjadi dambaan warga Jawa Barat  dalam mengangkat nama besar Jabar di kancah nasional. Apalagi, terakhir kali Jabar menjadi tuan rumah PON V pada 1961 atau 53 tahun silam. Kala itu, Jabar meraih gelar juara umum untuk ketiga kalinya, setelah PON II dan III. Kerinduan warga Jabar, khususnya Bandung,untuk menjadi tuan rumah PON, akan  terwujud pada tahun 2016.  Infrastruktur olahraga di Jabar pun dinilai jauh lebih baik dibanding beberapa tahun silam. Saat ini, Jabar khususnya Kota Bandung telah memiliki kompleks olahraga dan stadion megah, Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di kawasan Gedebage, yang rencananya menjadi tempat pembukaan dan penutupan pesta olahraga nasional tersebut. Di Kabupaten Bandung pun, masih ada stadion megah lainnya, yakni Stadion si Jalak Harupat di Kecamatan Soreang, yang bisa menggelar berbagai cabang olahraga. Beberapa Gedung Olahraga (GOR) di Bandung pun masih layak menjadi venue PON, seperti GOR C-Tra Arena yang menjadi prototipe GOR basket berkelas internasional. Atau GOR Bandung, yang sudah tak terbilang menjadi tempat penyelenggaraan kejuaraan bulu tangkis level nasional dan internasional. Apalagi penyelenggaraan PON, masih tersisa tiga tahun, sehingga masih banyak waktu untuk membenahi venue-venue yang akan menggelar pertandingan dari 43 cabang olahraga.

    Dengan persiapan sedemikian rupa, wajar saja jika Bapak Gubernur Jabar Ahmad Heryawan optimistis, provinsi Jawa Barat dapat  menggelar PON dengan sukses dan  berlangsung lebih meriah dibanding dua tahun lalu di Riau. Tentunya,sukses penyelenggaraan PON XIX nanti, harus pula diikuti kesuksesan prestasi olahraga Jabar. Seperti kerinduan menjadi tuan rumah, rakyat Jabar pun rindu menjadi juara umum PON yang terakhir kali diraih 62 tahun silam tersebut. Jika pada PON XVII, Jabar hanya meraih posisi empat, lalu PON XVII naik menjadi runner up di bawah DKI Jakarta, maka pada PON XIX/2016 di rumah sendiri, Jabar harus bisa menjadi nomor satu. 

    Sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi tersebut, sesungguhnya bukan hal yang mustahil untuk diraih, jika semua komponen rakyat bersatu pada untuk mewujudkannya. Ajang PON XIX memang baru digelar pada 2016. Namun, Jawa Barat sudah mempersiapkan venue di beberapa kota/kabupaten untuk menggelar pertandingan  44 cabang olahraga. Secara umum, venue cabang olahraga untuk PON di Jabar sudah siap. Kita pun tinggal melakukan beberapa renovasi di beberapa venue sehingga lebih siap untuk digunakan sebagai lokasi pertandingan PON. 

    Selain merenovasi beberapa venue cabang olahraga yang sudah ada, Pemprov Jabar  pun sudah melakukan beberapa pembangunan baru venue. Di antaranya, venue cabang olahraga aquatik (renang), bola voli (pasir dan indoor), gymnasium (senam), stadion atletik, lapangan softball/baseball, dan GOR Pencak Silat. Beberapa venues tersebut diharapkan menjadi venues monumental yang bisa digunakan sebagai tempat pembinaan, hingga pertandingan cabang olahraga yang bersangkutan kedepannya. Sebagian besar berada di Arcamanik. 

    Selain di Kota Bandung, beberapa venue cabang olahraga pun akan tersebar di sekitar 13 kota/kabupaten di Jabar. Mulai dari Bekasi, Bogor, Subang, KBB, Cimahi, Kab Bandung, Kota Bandung, Sumedang, Indramayu, purwakarta, sukabumi hingga Pangandaran.  Selain akan digelar di venue-venue khusus, pertandingan cabang olahraga PON XIX/2016 sendiri akan digelar di lokasi yang dimiliki institusi. Baik swasta, pemerintahan, atau institusi pendidikan. Pemprov ber koordinasi dengan beberapa stakeholder pemilik venue. Seperti TNI, Polri, perguruan tinggi, hingga pihak swasta. 

    Dalam rapat kerja disepakati, pengadaan venue dilakukan melalui tiga kelompok pengerjaan. Yakni, melalui optimalisasi venue yang dimiliki Pemprov Jawa Barat, pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta lembaga lain semisal perguruan tinggi dan TNI/Polri. Metoda berikut yakni rehabilitas venue yang ada dan pembangunan baru. Seluruh sarana olahraga ini, Insya’allah akan  memenuhi standar nasional dan bahkan internasional. 

     

     

    Untuk memenuhi dapat membangun venue2 tersebut, kebutuhan dana penyiapan arena pertandingan ditaksir mencapai Rp 1,2 triliun. Sebagian di antaranya diupayakan melalui Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN). Untuk dana yang bersumber dari APBN, Pemprov Jabar berusaha memperolehnya melalui mekanisme alami. Pemprov, menghindari melalui proses shortcut. Kita berusaha menghindari jalur shortcut, meskipun hal ini dimungkinkan. Namun, karena kita bertekad agar PON XIX Jawa Barat tidak hanya sukses penyelenggaraan, melainkan juga tanpa masalah pada pertanggungjawaban keuangan, maka mekanisme pemenuhan kebutuhan anggaran diusahakan natural.

    Penyelenggaraan pertandingan PON XIX yang tersebar di berbagai kabupaten/kota harus berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Untuk target itu, koordinasi antara PB PON dengan Pemprov Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota harus berjalan baik. Harapan kami adalah bahwasannya sukses PON XIX harus ditandai dengan efek ekonomi di tengah masyarakat.  Sesuai misi kami yakni sukses administrasi tentunya kami tidak ingin ada persoalan apapun dalam hal pendanaan. Mengingat sumber pendanaan tidak hanya dari APBN dan APBD saja tetapi ada juga dari pihak ketiga yaitu dari sponsor. 

    PB PON Jawa Barat tidak ingin ada masalah dalam hal pendanaan. Karena itu sejak awal persiapan kami sudah bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP). Keinginan masyarakat Jabar itu PON tidak hanya sekadar menyelenggarakan, tetapi juga harus menyisakan sesuatu yang berkesan bagi masyarakat. Dan, nantinya venue itu bisa digunakan untuk kejuaraan-kejuaraan lainnya. 

     

     

     

     

     

     

     

    Read more
  • Jelang Mudik Lebaran Ribuan Tenaga Kesehatan Siap Diturunkan

    BANDUNG. Sebagaimana rutin dilaksanakan menjelang masa mudik Lebaran, keberadaan tenaga medis selalu dilibatkan untuk memberikan kenyamanan dalam suasana mudik lebaran.

     

    Keberadaan tenaga medis, merujuk kepada tahun-tahun sebelumnya berperan untuk membantu petugas lainnya di Posko Mudik.

     

    Untuk tahun ini, ribuan tenaga media siap diturunkan, ungkap Kadinkes Jabar, Alma Lucyati dalam keterangannya kepada jabarprov.go.I'd (2/7), 

     

    Alma, lebih lanjut memaparkan petugas medis merujuk pada tahun-tahun yang lalu ditempatkan di posko-posko mudik bersama aparat Kepolisian dan petugas Dishub.

     

    Adapun ribuan petugas tenaga medis yang diturunkan semuanya berasal dari petugas medis Kabupaten/Kota termasuk didalamnya tenaga medis Di Puskesmas. Tenaga medis dari Dinkes Provinsi juga diturunkan.

     

    Keberadaan tenaga medis, dalam suasana Lebaran akan mulai bekerja diantaranya dalam kegiatan pemeriksaan kondisi kesehatan sopir dan cek urin sopir.

     

    Berkenaan dengan kesiapan tenaga medis dalam menyambut suasana lebaran, hari ini 2 Juli 2014 akan digelar rakor dengan jajaran Kepolisian.

     

    Dalam rakor tersebut, ujar Alma dari laporan yang diterima akan dibentuk tim posko pengamanan mudik Lebaran. Tim tersebut meliputi jajaran Kepolisian, Dishub dan Dinkes. (Nur) (Sumber: http://jabarprov.go.id)

    Read more
  • Kang Aher: Pramuka Harus Jadi Pelopor Wirausahawan Baru

    KUNINGAN -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta Pramuka menjadi pelopor pencetakan wirausahawan baru. Hal itu tentu sangat mendukung program 100.000 wirausahawan baru yang digulirkan pemerintah provinsi. Apalagi menurutnya Pramuka memiliki sistem pembinaan yang mengarah pada kemandirian dan pembinaan karakter.

    "Pramuka harus menjadi pelopor mencetak wirausahawan baru. Saya optimis dengan pola pembinaan kemandirian yang dijalankan Pramuka, akan mampu menumbuhkembangkan jiwa wirausaha," tegas Kang Aher sapaan akrabnya di hadapan 300 peserta Musyawarah Daerah Kwartir Daerah Jawa Barat, di Hotel Tirta Sanira, Kabupaten Kuningan (28/5) siang.

    Pada acara penutupan itu, Kang Aher juga meminta Pramuka meningkatkan peran aktif dalam membangun Jawa Barat. Tentu harus ada upaya sinergis antara pemangku kepentingan dan kebijakan. Tentu, lanjut Kang Aher, pemerintah provinsi akan terus meningkatkan perhatiannya pada pembinaan Pramuka di Jawa Barat.

    "Yakinlah, perhatian dan bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat jauh lebih besar dari daerah lain di Indonesia. Karena kita sadar posisi dan peran Pramuka dalam pembangunan generasi muda penerus pembangunan," ujar Kang Aher mengakhiri sambutan penutupan Musda XIII Gerakan Pramuka Jabar 2015 tersebut.

    Dalam penutupan Musda itu, Gubernur berkenan menyampaikan "kadedeuh" kepada para kwarda dan pembina  terbaik, masing-masing Rp 5 juta berupa tabungan. Sementar hasil dari musda, kembali menetapkan Dede Yusuf menjadi Ketua Kwarda Jabar periode 2015-2020. Sebelumnya menjabat periode 2010-2015. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Karawang Menjadi Tempat Observasi Lapangan

    KARAWANG-Guna mengamati penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten/Kota sesuai dengan amanat Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah dan berbagai peraturan perundangan lainya, dikaitkan dengan isu actual yang mencakup aspek Pemerintahan, pembangunan, Politik dan kemasyarakatan, serta keuangan Daerah, Kabupaten yang terpilih oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementrian Dalam Negri Republik Indonesia untuk menerima Kunjungan peserta Orientasi Kepemimpinan dan Penyelenggaraan Pemerintahan daerah. Peserta Observasi Lapangan tersebut diterima langsung kedatangannya oleh Bupati Karawang H.Ade Swara didampingi Sekda, Para Asisten, Serta seluruh Kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang pada Ruang Rapat Lantai II Gedung Singaperbangsa Karawang, Senin (17/3). Mengawali sambutannya Bupati menginformasikan tentang gambaran perkembangan Kabupaten Karawang sebagai salah satu Kabupaten di Pantai Utara Provinsi Jawa Barat yang secara administratif terbagi ke dalam 30 wilayah kerja Kecamatan, 297 Desa dan 12 Kelurahan. Menurut Bupati, Kabupaten Karawang merupakan lumbung Padi di Jawa Barat, dimana lebih dari separuh luas wilayah Karawang (97.000 hektar) merupakan wilayah pertanian, disisi lain Kabupaten Karawang juga tumbuh menjadi daerah Industri yang tentunya membawa perubahan kultur bagi masyarakatnya. untuk itu, tidak berlebihan kiranya apabila dalam kesempatan yang baik ini kami gunakan sebagai media untuk menginformasikan dinamika pembangunan di Kabupaten Karawang khususnya dalam upaya perwujudan Visi “Karawang sejahtera berbasis pembangunan berkeadilan dilandasi iman dan taqwa” sebagai acuan pelaksanaan berbagai kebijakan, program serta kegiatan pembangunan” ungkapnya. Pada kesempatan itu pula Bupati memaparkan beberapa hal mengenai Program Pemerintahan yang selama ini dipimpinnya, yaitu mengenai Karawang yang saat ini menjadi perbincangan oleh Negara lain terutama Korea, Taiwan dan Jepang. Menurutnya Karawang saat ini masih sebagai tujuan utama Negara – Negara yang ingin berinfestasi di Indonesia. Masih menurut Bupati, bahwa Karawang pada saat ini mendapat kepercayaan mengenai target PAD (pendapatan asli daerah), yang tadinya 160 Milyar pada Tahun 2011, namun sekarang di Tahun 2014 ini Karawang berupaya merealisasikan targetan PAD dari pusat sebesar 700 MIlyar. Demikian juga mengenai Bidang Pendidikan, Karawang merupakan satu satunya Kabupaten di Jawa Barat ataupun diindonesia sekalipun yang mengambil Kebijakan mengenai APBD yang 46 % dialokasikan pada pendidikan, dimana Pemerintah Kabupaten Karawang berupaya menggratiskan biaya pendidikan mulai dari tingkat SD sampai dengan Tingkat SLTA. Sementara itu Menurut Ketua Rombongan dari Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementrian Dalam Negeri Dra.Hartini.MM, bahwa seluruh data dan informasi yang dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode analisis SWOT, Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (tantangan) akan dibahas serta dituangkan dalam bentuk laporan dan penyampaian rekomendasi kepada Pemerintah Daerah yang menjadi lokus Observasi Lapangan. Seluruh proses Observasi Lapangan akan difasilitasi oleh pejabat Widyaiswara senior Badan Diklat Kemendagri selama 2 (dua) hari serta diharapkan selesai pada hari Rabu Tanggal 19 Maret 2014 dan selanjutnya akan bertolak kembali ke Jakarta untuk melanjutkan kegiatan Olah Praja pada Kamis Tanggal 20 Maret 2014. (@opa)(Sumber:www.jabarprov.go.id)

    Read more
  • Kendala Elektronik, Kemunculan Mock Up Monorel di Launching Monorel Bandung Raya Tertunda

    BANDUNG--Rencana Pemprov Jawa Barat menghadirkan mock up monorel di soft launching Monorel Bandung Raya, Jumat (19/9) pagi ini tertunda.

    Mock up berdimensi 1:1 yang akan ditempatkan di halaman Gedung Sate yang juga tengah menggelar Pesta Rakyat De Syukron 2014 ini mengalami kendala teknis.

    Asisten Daerah IV Bidang Administrasi Setda Jabar yang juga Penanggung Jawab proyek tersebut,Iwa Karniwa mengatakan rangkaian satu gerbong monorel tersebut mengalami penundaan pengiriman ke Gedung Sate. "Kejadiannya mendadak kemarin, ada kendala di bagian elektronik," katanya di Bandung. 

    Menurut Iwa, pihaknya sangat berusaha untuk bisa menghadirkan mock up tersebut pada saat launching yang digelar hari ini. Namun karena kendala teknis tersebut, pihaknya mengaku tidak bisa memaksakan mock up tersebut asal ada. "Kami meminta maaf, bukan barangnya tidak ada tapi memang ada kendala soal elektronik yang harus diselesaikan," katanya.

    Iwa menjanjikan mock up tersebut akan tetap hadir dalam rangkaian De Syukron yang akan berakhir pada Sabtu (20/9) nanti. Menurutnya begitu permasalahan elektronik diatasi, para teknisi yang merakit gerbong tersebut akan bergerak cepat. "Rencananya Jumat malam rangkaian bakal tiba di Gedung Sate. Sekali lagi kami minta maaf," katanya.

    Menurutnya dalam acara soft launching Monorel Bandung Raya, prosesi akan ditandai dengan menabuh bedug yang dilakukan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, 5 Kepala Daerah di Bandung Raya, serta pihak BUMN China. 

    "Tanpa mengurangi rencana semula, soft launching akan tetap digelar. Masyarakat masih bisa melihat monorel tersebut di sisa hari De Syukron," katanya. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Kerajinan Berenuk Cibarusah Pikat Minat Netty

    KAB. BEKASI-Siapa bilang buah yang tidak bisa dikonsumsi berarti tak memiliki manfaat sama sekali?. Di Kabupaten Bekasi ada beragam hasil kerajinan yang dibuat dari buah berenuk. Uniknya kerajinan ini sampai menarik minat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan, untuk melakukan kunjungan ke Sentral Kerajinan Berenuk di Perumahan TNI POLRI Cibarusah Jaya Blok C2 No. 19 Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi, Senin (6/2/2017).

    Buah berenuk atau biasa juga dikenal buah maja ini berwarna hijau, mirip buah jambu bali dan memiliki bau yang cukup pekat, namun tidak bisa dikonsumsi karena rasanya yang pahit. Tumbuhan asal Amerika Tengah dan Amerika Selatan Tropis ini hidup liar di kebun-kebun warga sebagai pembatas lahan. Biasanya warga memanfaatkan buah berenuk sebagai pembasmi hama tikus dan bahan pakan obat ternak sapi. Selain itu, buah berenuk yang cukup melimpah terbuang sia-sia.

    Adalah Dadi Suryadi, yang berhasil menyulap buah bernama latin Crescentia Cuteje ini menjadi kerajinan yang bernilai seni dalam bentuk toples, gantungan kunci, hiasan, bahkan tas. Dadi menjelaskan, sebelum diolah menjadi kerajinan, buah berenuk harus terlebih dahulu dikeringkan dengan cara dijemur selama kurang lebih dia minggu. Setelah kering, isi buah berenuk yang seperti serat dikeluarkan hingga kosong, lalu dihaluskan dan dilakukan pengecatan dengan motif-motif yang beragam.

    "Sudah dicoba dikeringkan dengan cara dibakar dan di oven, namun ternyata hasilnya jelek. Harus selalu kering oleh matahari," jelas Dadi.

    "Yang dijadikan kerajinan itu buah yang tua, kalau yang muda dijadikan pakan obat sapi. Isi buah yang kering juga bisa dijadikan pupuk organik, biar ga terbuang," sambungnya.

    Melihat keunikan kreatif ini, Netty mengungkapkan bahwa perlu adanya pembinaan khusus agar potensi kriya ini dapat berkembang. Pembinaan tersebut mencakup pemilihan bahan baku yang berkualitas, survei minat pasar, penyebaran pemasaran hingga bantuan permodalan. Untuk itu Netty mengarahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bekasi agar dapat berkoordinasi dengan pihak provinsi dalam membantu pembinaan produksi kerajinan buah berenuk ini.

    "Perlu ada pembinaan untuk mengembangkan kerajinan ini. Biasanya produk lokal kita kalah bersaing karena terbentur masalah kualitas, ini salah satunya yang harus dibenahi," pungkas Netty.

    "Kalau sudah produktif, sentra kriya ini bisa berdampak pada tenaga kerja juga. Ibu-ibu disini bisa dipekerjakan, daripada jadi TKW," lanjutnya.

    Sumber ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/21218/2017/02/07/Kerajinan-Berenuk-Cibarusah-Pikat-Minat-Netty )

    Read more
  • Kerjasama bank bjb dengan Kejati Jabar

    Bandung - Bertempat di Lantai 9 Kantor Pusat bank bjb, bank bjb melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman dengan kejaksaan tinggi (Kejati) Jabar tentang penanganan masalah hukum perdata dan tata usaha negara.

    Penandatangannan kerjasama ini dilakukan Direktur Kepatuhan dan manajemen Resiko bank bjb Zaenal Aripin dan Kepala kejati Jabar Feri Wibisono.

    Zaenal mengatakan kerjasama ini merupakan kesepakatan perpanjangan kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya pada tahun 2010. Perpanjangan kerjasama ini nantinya berlaku sejak 2014 hingga 2016.

    "Mou ini meliputi  peningkatan kompetensi teknis antara bank bjb dengan Kejati dalam bentuk kegiatan diklat, workshop dll. Terkait penanganan kasus perdata dan tata usaha, seperti kredit macet," ungkapnya senin petang.

    Melalui kerjasama ini diharapkan terjalin kerjasama dan sinergi yang erat antara dua oihak. Hal ini sebagai langkah untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang berprinsip good corporate governance atau GCG.
    jo. (Sumber : http://www.jabarprov.go.id)

    Read more
  • Lagi, Putra Jawa Barat Berprestasi

     PT Astra International Tbk hari ini (kamis, 27/10/2016) kembali menganugerahkan Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards 2016 kepada para pemuda inspiratif pada bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, teknologi, dan kewirausahaan. Para pemenang merupakan finalis terpilih dari lebih 2.341 pendaftar tahun ini.

    "Usaha yang mereka lakukan telah memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan sekitar," ujar di Prijanto Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra International, di kantor Astra International, Jakarta Pusat, 27 Oktober 2016. Acara apresiasi SATU Indonesia Awards ini merupakan penyelenggaraan ketujuh sejak digelar pada 2010.

    Salah satu finalis yang berasal dari Jawa Barat, Dewis Akbar menerima penghargaan Keenam dalam program Satu Indonesia. Penghargaan tersebut adalah penghargaan dalam bidang teknologi atas prestasi Dewis Akbar yang membangun sebuah lab “Komputer Mini” Raspberry Pi, yang menjadi wadah bagi anak-anak untuk menggali pengetahuan seputar teknologi. Lab ini pun berhasil melahirkan sebuah karya yang disebut dengan “Saron Simulator”, sebuah alat musik gamelan dari komputer.

    Dewis Akbar yang lahir di Bandung pada tanggal 5 Oktober 34 tahun yang lalu membuktikan kiprahnya dalam pemanfaatan teknologi. Dewis yang sejak kecil gemar membaca memang mulai menyukai dunia teknologi sejak masa kanak-kanak melaului game kegemarannya. Alumni Ilmu Komputer IPB Angkatan 36 ini mendedikasikan hasil pendidikannya untuk memperkenalkan teknologi sejak dini. Pria yang pernah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Putra Sunda Angkatan I (PKPS I) yang diselenggarakan oleh GEMA JABAR ini memfokuskan lokus bimbingannya di SMA Negeri 1 Garut dan SD Negeri Regol 10 Garut. Prestasi yang telah ditorehkan antara lain adalah Juara 3 Climate Smart leaders 2012 dengan karya "Composting Toilet" dan menyabet Piala Emil Salim untuk tingkat SMA. Sedangkan untuk tingkat Sekolah Dasar Dewis menorehkan lebih banyak prestasi yaitu Juara INAICTA 2014, 8 Besar Finalis INAICTA 2015 melalui "Buku Tamu Android, Juara Merit APICTA 2014 melalui "Saron Simulator", Nominator AIJB 2015 dan 3 Besar Bidang Budaya AIJB 2016 dengan "Gamelan Simulator". Torehan prestasi tersebut diraih bukan tanpa persiapan dan dedikasi yang tinggi. Dengan diperkenalkannya teknologi sejak dini, Dewis berharap, kedepannya akan muncul dari Indonesia aplikasi yang bermanfaat untuk masyarakat, terutama yang dapat menghemat waktu atau mempermudah aktivitas sehingga kinerja masyarakat makin meningkat.

    Dengan biaya yang terbilang minim, Dewis secara bertahap membangun Laboratorium Komputer Mini untuk digunakan oleh siswa yang berminat dalam dunia teknologi. Selanjutnya dengan dana yang diperoleh dari Astra, sedang dipersiapkan Laboratorium Komputer Keliling yang terinspirasi dari Perpustakaan Keliling. Sehingga satu sarana Laboratorium dapat digunakan oleh siswa di beberapa sekolah dan dapat dibawa ke sekolah-sekolah dengan cukup mempergunakan kendaraan. Setiap pemenang Satu Indonesia Awards mendapatkan uang hadiah 55 juta rupiah dari Astra. Dewis Akbar juga terpilih sebagai juara favorit dan mendapat apresiasi tambahan 10 juta rupiah dari Astra. Semoga stakeholder terkait bisa mendukung dan mengapresiasi langkah Dewis selanjutnya dalam memperkenalkan teknologi sejak dini, seingga kedepannya Indonesia bisa menjadi barometer perkembangan teknologi.

    *red

    Read more
  • Lobang Jalan Banyak Telan Korban

    KAB. BANDUNG - Lobang jalan di Jl. Adipati Agung Baleendah ini sudah benyak menelan korban kecelakaan motor. Lubang jalan itu persis berada di sambungan jalan beton dan aspal di jalan yang menghubungkan Baleendah dan jalan raya Banjaran itu. Pantauan di lapangan, lubang jalan itu belum juga diperbaiki Dinas PU Kabupaten Bandung, padahal jalan itu merupakan jalan hidup. "Sudah banyak motor yang jatuh di sini, apalagi kalau malam dan hujan" ujar Asep (35) warga Pasir Paros. Kata Asep, warga sudah mencoba campuran semen dan koral, tapi tidak bertahan lama. "Kami sih berharap dari PU Kabupaten segera memperbaiki secara permanen, supaya tidak menelan korban lagi" pungkasnya.(Sumber: www.jabarprov.go.id)

    Read more
  • Mandiri Sumbang Bandros untuk Pemkot

    BANDUNG-Pemerintah Kota Bandung menerima bantuan mobil wisata kota atau Bandros dari PT Bank Mandiri. Kepala Kanwil Bank Mandiri Jabar Iwan menyebutkan bantuan berjumlah dua unit bandros senilai Rp 1,9 miliar.

    "Kami juga membantu untuk fasilitas lain senilai Rp 500 juta. Total Rp 2,4 miliar yang kami sumbangkan," tegasnya.

    Direktur Teknologi dan Informasi Kresno Sediarsi menambahkan bantuan itu sebagai apresiasi bank Mandiri kepada warga Bandung yang telah menjadikan bank tersebut sebagai bank terpercaya di Bandung dan Jabar.

    Selain memberikan bantuan dana miliaran rupiah, Bank Mandiri juga menyelenggarakan lomba lari 10 dan 5 kilometer. "Kami membantu karena Bandung menjadi kota dengan nasabah loyalis yang tinggi serta kota ini menjadi daya tarik wisatawan," ungkapnya. jo Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Menko Gelar Rakor Bahas Percepatan Pembangunan di Jabar

    BANDUNG -- Menko Perekonomian RI Chairul Tanjung mengadakan rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan  membahas percepatan pembangunan infrastruktur Jawa Barat, di Gedung Negara Pakuan Bandung, Rabu Malam.

    Dalam rakor tersebut hadir Menteri PU, Joko Kirmanto, Menteri BPPN, Armida S. Alisjahbana, Menteri Perhubungan, Evert Ernest Mangindaan dan Menteri Perindustrian, Mohamad S. Hidayat serta perwakilan dari berbagai kementerian. Sedang dari Jajaran Pemrov Jabar hadir para Bupati dan Walikota seJawa Barat serta jajara OPD-OPD.

    Usai rakor yang berlangsung hingga tengah malam tersebut menghasilkan beberpa solusi percepatan pembangunan. Salah satunya adalah kepastian penyelesaian pembangunan Waduk Jati Gede yang tinggal memasuki tahap akhir. Jati Gede menjadi salah satu fokus utama pembahasan karena perencanaan dan pembangunan bendungan tersebut telah berlangsung sejak era Presiden Soekarno hingga sekarang. Solusi yang dihasilkan dalam rakor tersebut yaitu dengan segera meminta Persiden membuat Perpres. Sehingga Permrov  bisa memiliki payung hukum yang kuat dalam pelaksanaannya.

     “Dengan payung hukum ini bisa memberikan kepastian. Pemerintah daerah telah menyatakan kesanggupannya dan merasa yakin bahwa bila ada payung huhukum dan dananya tersedia. Maka permasalahan di waduk jatigede ini bisa secepatnya diselesaikan dan difungsikan,” ungkap Menko.

    Menanggapi hal tersebut Aher menyambut baik langkah dari Menko, sehingga bila sudah tercipta payung hukum penyelesaian masalah sosial, penggantian pohon sampai pemindahan situs-situs yang masuk dalam genang air akan bisa secepatnya dilakukan. Bahkan dana 1,5 triliun telah dianggarkan oleh pemerintah pusat untuk penyelesaian bendungan Jati Gede.

    “Yang jelas Perpres tersebut munculnya anggaran. Munculnya penyelesaian, masalah sosial di jati gede. Dan pada gilirannya jatigede bisa digenangi. Dananya dari APBN, 1,5 triliun. Untuk penyelesaian dampak sosial, termasuk penebangan pohon sampai pemindahan situs. dan lain-lain,” papar Gubernur usai rakor.

    Selain Jati Gede, Menko juga menitik beratkan pada pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka. “sejauh ini masih on the track atau sesuai dengan perencanaan. Tetapi untuk beberapa hal seperti pembebasan lahan, pengalihan jalan hingga sinkronisasi landasan,” ujar Menko.

    Menko juga mengusahkan untuk percepatan pembangunan tol-tol baru yang sedang dibangun seperti tol Cikapali dan Cisundawu. Selain itu menko juga mengapresiasi dan mendukung inisiatif Pemrov yang ingin menghubungkan jabar selatan dengan jalan tol Cileunyi-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar-Pangandaran, kemudian tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang, Tol Soreang-Pasir Koja.

    “Bila gagasan ini suatu saat bisa terlaksana ini seperti pecah telor. Dimana kawasan selatan ada Tol. Tol di pulau Jawa tidak ada diselatan, semua dikawasan utara dan tengah. Jadi kalau ini bisa terlasana top-lah,” ujar Aher bersemangat.

    Kemudian terkait rencana pembangunan Tol Kota BIUTR (Bandung Intra Urban Tol Road) yang terkendala perijinan lahan milik kementerian. “sebelum penetapan trase mesti ada ijin dari pemilik lahan tersebut yang merupakan lembaga-lembaga tingkat pusat. Itu akan segera dibantu diselesaikan,” tutur Aher. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Menpan Tegaskan Tak Ada Penghapusan Pensiun Bagi PNS

    BANDUNG- Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Revormasi Birokrasi (PANRB) RI, Yuddy Chrisnandi menegaskan, tidak akan ada penghapusan pensiun bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
     
    “Tidak ada kebijakan pemerintah untuk menghapus pensiun PNS, apalagi hal ini disampaikan oleh Bapak Presiden, sama sekali tidak benar,” tegasnya
     
    Menurut Yuddy, pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo tidak pernah menyampaikan apapun yang terkait dengan masalah pensiun PNS, termasuk rencana penghapusan pensiun.
     
    “Bapak Presiden tidak pernah menyampaikan apapun yang terkait dengan masalah pensiun PNS dan Bapak Presiden tidak memiliki rencana untuk menghapuskan pensiun PNS,” ucap Yuddy, usai menutup Workshop Sinergi Kampanye Revolusi Mental Aparatur Sipil Negara dan Revormasi Birokrasi Bagi Praktisi Humas Pemerintah Daerah, di Aula Barat Gedung Sate, Selasa (24/03).
     
    Jadi menurutnya, adanya isu rencana penghapusan pensiun bagi PNS oleh pemerintahan Jokowi merupakan informasi yang menyesatkan.
     
    “Jadi isu yang berkembang ini menyesatkan, bukan berasal dari pemerintah apalagi katanya disampaikan oleh Bapak Presiden yang beredar di BBM dan di media sosial. Saya katakan sama sekali tidak,” katanya. (Parno) Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Menpan Yudi Crisnandi Semangati PNS Indramayu

    INDRAMAYU-Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yudi Chrisnandi memberikan semangat kepada para PNS di lingkungkan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk tak henti memberikan pelayanan terbaik kepada para masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Yudi Chrisnandi yang menjadi inspektur upacara dihadapan ribuan PNS yang mengikuti apel pagi di Alun-Alun Indramayu, Senin (19/01).

    Menurut Yudi, para Aparatur Sipil Negara atau juga TNI dan Polri di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu harus dapat merubah mental dan juga mindset dan perilaku sehari-hari. Para PNS yang bertugas dibagian pelayanan harus terus memberikan pelayanan yang terbaik. Karena disamping dapat meningkatkan kualitas wibawa Pemerintah Kabupaten Indramayu, bekerja secara sungguh-sungguh melayani masyarakat merupakan suatu ibadah yang sangat tidak bernilai harganya.

    “Para birokrasi harus benar-benar memahami bahwa gaji yang diterima setiap bulan dengan segala kekurangannya, kendaraan inventaris yang digunakan untuk mempermudah kerja, dan pakaian seragam yang dipakai setiap hari hakekatnya merupakan bersumber dari rakyat yang ditampung melalaui APBN dan APBD. Rakyat akan mencela kita jika uang yang sudah diberikan tersebut ternyata tidak sepadan dengan pelayanan yang diberikan oleh para birokrasinya,” tegas Yudi.

    Seusai menjadi inspektur upacara, Yudi Chrisnadi selanjutnya bertatap muka langsung dengan Bupati Indramayu dan seluruh jajaran kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

    Yudi kembali menegaskan, pelayanan publik harus terus ditingkatkan disemua jenjang mulai dari desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga di pemerintah pusat. Sesuai dengan aturan yang ada, jika pelayanan publik yang diterima oleh masyarakat buruk, maka masyarakat itu bisa mempidanakan penyelenggara pelayanan itu.

    Selanjutnya, Menpan RB dan Bupati Indramayu langsung melakukan peninjauan di Badan Perijinan dan Penanaman Modal Kabupaten Indramayu. Ditempat pelayanan perijinan terpadu itu, Menpan RB berdialog langsung dengan warga masyarakat yang tengah mengurus perijinan dan menanayakan tarif, ketepatan waktu, dan juga pelayanan yang diberikan oleh petugas.

    Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah menegaskan, pemberian motivasi dari Menpan RB kepada para PNS di Kabupaten Indramayu diharapkan bisa diaplikasikan secara nyata. Para PNS harus benar-benar total dalam memberikan pelayanan dan banyak turun ke lapangan untuk langsung melihat kondisi riil dan keinginan masyarakat. (deni / Humas Indramayu) Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Mudik PNS Jabar Diberangkatkan

    BANDUNG – Asisten Bidang Administrasi Setda Provinsi Jabar  Iwan Karniwa Jum’at pagi (25/7) melepas peserta mudik PNS dan keluarga PNS di lingkungan Pemprov Jabar. Pelepasan dilakukan di halaman Barat Gedung Sate. Iwa Karniwa dalam kata-kata pelepasanya mengungkapkan kegembiraan bisa melepas peserta mudik tahun ini.

    “Saya gembira bisa melepas rekan-rekan semua, para PNS dan kelurag PNS di lingkungan Pemprov Jabar. Hati-hati di jalan, dan tolong sampaikan salam dari Saya kepada keluarga di kampung halaman” katanya.

    Iwa juga menegaskan sesuai pesan dari Gubernur, lebaran harus menemukan kegembiraan bersama. Dan fasilitas mudik gratis dari Pemprov Jabar itu merupakan salah satu bentuk berbagi kegembiraan.

    “Ini adalah berbagi kegembiraan lebaran, seperti apa yang disampaikan Pak Gubernur. Jadi lebaran itu semua harus gembira, tidak hanya pimpinan, tetapi staf juga harus gembira” ujarnya.

    Dalam mudik gratis itu, Pemprov Jabar menyediakan 5 bus dengan ukuran besar dan sedang, untuk mengangkut peserta mudik ke beberapa daerah diantaranya Tasik, Banjar, Ciamis dan Cirebon, dengan total peserta kurang lebih 150 orang. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Netty Ajak Orang Tua Didik Anak Tanpa Kekerasan

    KUNINGAN-Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan mengatakan ditangan Ibu masa depan bangsa dipertaruhkan tergantung dari cara mendidik dan mengasuh anak.

    Karena perempuan merupakan center of life maka Ibu harus cerdas dan berdaya sebagai pendidik pertama dan utama.

    "Mulai saat ini kita dapat bersama-sama mengevaluasi diri dan mendapat pemahaman yang utuh bagaimana melakukan pengasuhan anak yang baik dengan cinta," tutur Netty pada Parenting Indonesia Scout Chalenge West Java di Gedung Seni Dan Budaya Ewangga Kuningan, Selasa (12/4/16).

    Parents Gathering (Parenting) bersama Kak Setto dan Bu Netty merupakan rangkaian dari Indonesia Scout Challege. Seminar ini menitikberatkan pada metode bagaimana mendidik anak tanpa kekerasan dirumah maupun disekolah.

    Netty menyebutkan jenis orangtua dalam pola pengasuhan yang dapat membentuk karakter anak. Antara lain orangtua nyasar maksudnya orangtua yang tidak tahu bagaimana cara mendidik anak, orangtua bayar yang menganggap ukuran sukses seseorang dapat dibeli dengan dana yang berkecukupan dan orangtua sadar maksudnya sebagai orangtua memahami bagaimana menyiapkan strategi dan bagaimana cara mengasuh dengan mau belajar.

    Untuk itu, menurut Netty, kita sebagai orangtua haruslah sadar akan peran anak bagi keluarga dan bangsa, dengan melakukan pendekatan komunikasi yang dapat mengembangkan potensi kecerdasan anak. "Melalui pendekatan APA dengan beri Arahan yang baik, beli Pilihan karena anak mempunyai karakter yang berbeda dan beri solusi sebagai Alasan yang edukatif sehingga menimbulkan rasa nyaman dan aman bagi anak," pungkasnya.

    Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi mengungkapkan pada dasarnya semua anak itu cerdas. Namun semuanya itu tergantung dari pola pengasuhan dan cara mendidik anak dalam keluarga yang membentuk karakter.

    "Kunci sukses dalam mendidik anak adalah kreatif, dengan cara yang menyenangkan dan mengedukasi membuat anak tidak merasa tertekan," tegas Kak Setto.

    Indonesia Scouts Challenge merupakan aktivitas berkemah sekaligus berkompetisi untuk anak didik (Penggalang Ramu) yang duduk di bangku kelas IV hingga V SD, dengan usia maksimal 12 tahun. Diadakan mulai dari tingkatan Kabupaten, Provinsi, hingga Nasional, pemenang kegiatan ini akan diberi hadiah berangkat ke Amerika Serikat. Indonesia Scouts Challenge
    terselenggara atas kerjasama antara Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Jawa Pos Group.

    Parents Gathering Indonesia Scout Challenge West Java dihadiri oleh Plt. Bupati Kuningan Acep Purnama, Ketua TP PKK sekaligus Ketua P2TP2A Kabupaten Kuningan Ika Acep Purnama, Ketua Perkumpulan Umat Islam (PUI) Kabupaten Kuningan Toto khoerudin, Kepala Bidang Pendidikan Khusus Jawa Barat dan Pendidikan Layanan Khusus Jawa Barat Dadang Rahman, tenaga pengajar dan kader PKK. 

    Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Netty Apresiasi Dunia Usaha Jawa Barat Yang Ramah Anak

    BANDUNG-Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) Prov. Jawa Barat, Netty Heryawan sangat mengapresiasi mengenai MoU antara Kadin Jabar dan Save Children bahwa hari ini harus mulai mendukung daerah atau ruang yang ramah dan layak untuk anak.

    Jika mengacu pada konvensi hak anak, konvensi ILO dan UUD perlindungan Anak, harusnya tidak boleh ada pekerja usia anak. Disampaikan saat menjadi narasumber pada diskusi panel kegiatan dukungan terhadap proyek integrasi Hak anak CSR jaringan Usaha Ramah Anak di Hotel IBIS Bandung, Selasa (30/9).

    Prinsip Dunia Usaha dan Hak Anak, menurut Netty, merupakan seperangkat prinsip komprehensif berupa panduan bagi dunia usaha dalam meningkatkan dukungan terpenuhinya hak anak di tempat kerja, pasar dan masyarakat. Prinsip-prinsip ini dibangun di atas standar, inisiatif dan praktek cerdas terkait dunia usaha dan anak yang sudah ada serta bertujuan membantu dunia usaha agar dapat memaksimalkan terciptanya dampak positif dan meminimalisir pengaruh negatif dari pratek bisnis terhadap anak.

    "Tetapi kalau kemudian ada pekerja anak maka harus di advokasi bagaimana caranya agar hak-hak anak tidak semuanya hilang ketika statusnya menjadi pekerja.  Karena pola relasi hubungan antara pengusaha dan pekerja seperti atasan dan bawahan, hal itu harus dapat difasilitasi oleh KADIN Jabar," papar Netty.  

    Dengan adanya pertemuan ini seharusnya para pelaku usaha mulai sadar dan paham bahwa ketika ada pekerjanya usia anak harus dapat diberikan perlindungan. “Karena ada empat hak dasar anak yang harus dipenuhi yaitu hak hidup dan berkembang, hak non diskriminatif, hak kepentingan yang terbaik untuk anak dan hak berpartisipasi,” tuturnya.

    Selain itu, Netty juga menghimbau kepada para pengusaha yang mempekerjakan usia anak maka harus memperhatikan hak pendidikan tidak hilang, hak kesehatan dan dapat memotivasi mereka untuk mempunyai masa depan yang lebih baik.

    Acara dihadiri oleh Director of Save Children Ricardo, Pengurus Kadin Kota Bandung dan Jabar, Kepala Biro Bansos Setda prov. Jawa Barat Riyadi, Mojang Jajaka Bandung, Forum Anak Daerah dan Pelaku Usaha. Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • P3D Dinas Belum Semua Rampung

    BANDUNG—Proses alih kelola personel, pembiayaan perlengkapan, dan dokumen (P3D) sejumlah dinas paska susunan organisasi dan tata kelola (SOTK) baru di Pemprov Jabar belum tuntas.

    Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan pihaknya masih memproses sejumlah urusan administrasi agar proses P3D sejumlah dinas bisa segera rampung di Januari ini. “Masih ada persoalan aset yang harus dituntaskan, saya minta Rabu (25/1) ini selesai,” katanya dihubungi Minggu (22/1/2017).

    Dia mengambil contoh peralihan sejumlah kewenangan dari Dinas Perumahan dan Pemukiman Jabar ke Dinas Lingkungan Hidup Jabar yang masih harus menuntaskan aset sebelum salah satu kewenangan Disrumkim seperti sampah beralih ke Dinas LH. “Ini dulu dituntaskan, karena aset di Rumkim kan banyak,” ujarnya.

    Selain itu hal yang sama juga berlaku pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang saat ini masih dalam proses kepindahan menggunakan bangunan yang selama ini digunakan Korpri Jabar. Iwa mengakui aset dan perlengkapan harus tuntas dan rapih agar tidak ada persoalan pencatatan dalam laporan BPK nanti. “Kalau urusan personel sudah selesai, tapi urusan dan tanggung jawab soal aset harus clear dulu,” paparnya.

    Pihaknya sudah menunjuk Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Setda Jabar untuk segera menuntaskan hal tersebut. Iwa sendiri sudah menggelar rapat P3D ini dengan BPKAD dan sejumlah dinas yang akan menerima alih kelola. “Pekan lalu sudah rapat dengan Dinas LH, dan Rumkim, mudah-mudahan hasilnya sudah didapat Rabu,” katanya.

    Kepala Seksi UPTB Penataan Aset BPKAD Jabar Yadi Cahyadi mengatakan urusan peralihan terjadi paling banyak di Disrumkim yang sebagian kewenangannya menjadi milik Dinas LH dan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang ada juga urusan dari Badan Ketahanan Pangan ke Dinas Peternakan. “Kalau BPMPT menjadi Dinas PMPT sih mudah karena hanya tinggal menurunkan personel,” ujarnya. (Pun)

    Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/20953/2017/01/22/P3D-Dinas-Belum-Semua-Rampung )

    Read more
  • Pemprov Jabar Bebaskan BBN Kedua & Denda Pajak

    BANDUNG-Mulai hari ini, Senin, 17 Oktober 2016 para pemilik kendaraan bermotor di Jawa Barat akan dibebaskan dari biaya Bea Balik Nama (BBN) kedua dan denda pajak. Kepastian ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Senin sore (17/10/16).

    Hal ini akan diberlakukan hingga tanggal 24 Desember 2016 nanti. Aher menjelaskan bahwa pembebasan BBN kedua dan denda pajak ini bagian dari terobosan Dinas Pendapatan (Dispenda) Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan pendapatan asli daerahnya (PAD), dimana sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) menjadi sektor penyumbang terbesar PAD Provinsi Jawa Barat.

    "Kita akan terus mengejar wajib-wajib pajak yang dengan berbagai cara - ternyata masih tersisa (wajib pajak belum bayar pajak). Nah, yang sisa inilah yang kita inginkan ada terobosan dan melalui terobosan ini mereka bisa bayar pajak dengan enak," kata Aher di hadapan awak media.

    "Jadi yang dimaksud BBN kedua itu kalau BBNKB pertama langung dari dealer, ketika off road jadi on road itu harus (bayar pajak) dan kita tidak berani membebaskan. Nah, yang kedua itu adalah ketika mutasi atau balik nama, misalnya seseorang yang beli kendaraan tapi bukan kendaraan baru," lanjutnya.

    Selain itu, Aher juga mengatakan BBNKB kedua dan seterusnya ini akan berlaku bagi pemilik kendaraan bermotor dari provinsi lain yang ingin pindah atau bertempat tinggal di wilayah Jawa Barat. Maka bagi mereka juga tidak akan dikenakan biaya bebas balik nama tersebut.

    "Yang kedua, kita bebaskan denda pajaknya. Katakanlah ada masyarakat kita yang belum bayar pajak dua tahun, atau terlambat beberapa bulan, atau terlambat tiga tahun dan seterusnya. Pokoknya bagi dia bayar pokok pajaknya saja, dendanya tidak usah dibayar sama sekali," papar Aher.

    Melalui terobosan ini, diharapkan akan semakin meningkatkan PAD Jawa Barat dari sektor PKB dan BBNKB, serta salah satu cara dalam menyadarkan masyarakat agar membayar kewajiban pajaknya.

    Jumlah kendaraan bermotor di Jawa Barat per September 2016 mencapai 15.750.624 unit. Dan 13.447.117 unit diantaranya atau 85,38 % adalah kendaraan roda dua atau sepeda motor. Sementara sampai dengan Desember 2015 ada sekitar 27% kendaraan bermotor yang belum melakukan daftar ulang atau belum melajukan kewajiban pajaknya.

    "Nah, inilah yang menjadi sasaran kita. Kita akan melakukan Tax Ambesty ala Jawa Barat. Dan kita targetkan melalui terobosan ini PAD kita meningkat sampai Rp 390 Milyar," pungkas Aher.

    Sebelumnya, Dispenda Jabar pun telah melakukan berbagai terobosan ataun inovasi, diantaranya membuat 34 tempat Samsat Keliling, Samsat Gendong, Samsat di berbagai mall yang ada di Jawa Barat, Drive Thru, hingga pembuatan e-Samsat atau Elektronik Samsat melalui kerjasama dengan Bank BJB, BNI, BRI, dan BCA. Melalui e-Samsat ini para wajib pajak yang berada di luar Jawa Barat bahkan luar negeri masih bisa melakukan transaksi pajaknya

     Sumber ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/19589/2016/10/17/Pemprov-Jabar-Bebaskan-BBN-Kedua-Denda-Pajak )

    Read more
  • Pemprov Jabar dan BPKP Buat MOU Pengelolaan Keuangan PON

    BANDUNG - Bertempat di Aula Barat Gedung Sate, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menandatangani naskah kesepakatan bersama antara Pemprov Jabar dengan BPKP RI tentang Pendampingan Pengelolaan Keuangan pada pelaksanaan PON XIX 2016 Jabar, pada Selasa (05/08).

    Naskah yang juga ditandatangani oleh Ketua Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI, Prof. Mardiasmo, diharapkan bukan hanya menjadi kesepakatan semata, namun dapat menjadi tanggung jawab bersama guna terciptanya sukses administrasi pada PON XIX mendatang.

    Dalam sambutannya, Aher menekankan pentingnya peran BPKP sebagai pengawas perencanaan dan pelaksanaan PON XIX tahun 2016. Namun demikian, Aher tetap menjadikan PON sebagai tanggung jawab bersama. Selain itu,  hingga saat ini tidak ada masalah teknis yang ditemui pada pelaksanaan maupun masalah keuangan. "Tanda-tanda kesuksesan PON itu, apa yang terjadi pada PON sebelumnya, Insha Allah tidak ditemukan di PON Jabar mendatang", ujar aher di sela sambutannya. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Pemprov Jabar Masih Hitung Kerugian Banjir Kuningan

    BANDUNG-Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu perhitungan kerugian akibat banjir yang menerjang enam desa di Kuningan.

    Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengatakan pihaknya sudah menurunkan BPBD dan Dinas Sosial ke lokasi bencana untuk melakukan evakuasi dan penurunan logistik. Menurutnya dari laporan, enam desa di Kecamatan Cibingbin, Kuningan, Minggu (22/1/2017) malam terendam banjir namun dalam waktu dua setengah jam sudah kembali surut.

    “BPBD Jabar melakukan evakuasi, pendataan, pemantauan dan pendirian posko pengungsian di enam titik banjir serta membangun dapur umum. Selain itu Dinsos sudah mendistribusikan bantuan seperti makanan instant, dan pakaian,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Senin (23/1).

    Iwa mengaku sebetulnya Kamis pekan lalu, Bupati Kuningan juga sudah mengajukan surat pernyataan darurat bencana yang ditujukan ke Gubernur Jabar Ahmad Heryawan lewat Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

    Isi surat tersebut tentang ajuan adanya dana rehab dan rekonstruksi paska bencana di Kuningan baik banjir maupun longsor. “Kami sudah meminta BPKAD mempelajari dan mengusulkan ke Pak Gubernur agar Kuningan bisa dibahas dalam APBD Perubahan 2017 nanti,” tuturnya.

    Menurutnya dari laporan BPBD di satu dusun di Desa Cibingbin saja ada 57 unit rumah terendam yang dihuni 60 kepala keluarga dan 198 jiwa. Selain itu dilaporkan ada indikasi sejumlah ternak yang berada di tepi Sungai Cijangkelok hanyut terbawa banjir.

    “Untuk kerugian enam desa tersebut saat ini pihak BPBD masih melakukan penghitungan dan koordinasi dengan muspika dan aparat setempat. Saat ini air sudah surut, listrik pun sudah dinyalakan kembali" ujarnya.

    Dinas Sosial Jawa Barat menyalurkan bantuan senilai Rp 140 juta bagi korban banjir di enam desa di Cibingbin, Kuningan. (Pun)

    Sumber ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/20974/2017/01/23/Pemprov-Jabar-Masih-Hitung-Kerugian-Banjir-Kuningan )

    Read more
  • Pemprov Jabar Percepat Sertifikasi Aset

    BANDUNG–Dengan tujuan percepatan administrasi pensertifikatan lahan dan aset milik Pemerintah Provinsi, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Negara (BPN) Jabar Syafriman, di Gedung Sate Bandung, Senin (08/06)

    MoU ini merupakan perpanjangan dari kesepakatan pada tahun 2010 lalu. Namun, ada terobosan yang diperbaharui pada MoU baru, dimana BPN Jabar akan memprioritaskan sertifikasi lahan yang tidak bermasalah, sementara lahan yang bermasalah akan langsung disertifikasi segera setelah permasalahan rampung. Dengan demikian, diharapkan tidak akan ada penggugatan terhadap lahan yang tidak bermasalah.

    “Kalau saat pengadaan tanah, langsung disertifikatkan, tidak harus menunggu proses pembebasan lahan selesai semua. Diharapkan dengan begitu dapat mencapai target”, ungkap Syafriman dalam sambutannya.

    Sebelumya, di tahun 2010 realisasi sertifikasi lahan Pemprov hanya 6 sertifikat, meningkat menjadi 14 sertifikat di tahun 2011 dan sempat menurun di tahun 2012 sebanyak 10 sertifikat saja. Di tahun 2013 kembali meningkat sebanyak 32 sertifikat dan kenaikan paling signifikan terjadi di tahun 2014 sebanyak 209 sertifikat. Untuk itu, Aher menargetkan di tahun 2015 capaian realisasi dapat mencapai 500 sertifikasi lahan aset Peprov Jabar.

    Aher juga mengungkapkan harus ada penyelesaian konflik lahan yang lebih spesifik, terutama di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Dinas Bina Marga, karena menurutnya kedua dinas tersebut memiliki bidang aset paling banyak. Untuk itu, Aher berharap dapat memberdayakan seluruh pemerintah daerah Kabupaten/Kota se-Jabar dalam menyelesaikan konflik lahan di wilayah masing-masing.

    “Saya harap Kabupaten/Kota pun ada perjanjian degan BPN masing-masing”.“Masalah aset tidak hanya di provinsi, tetapi juga di tiap Kabupaten/Kota”, pungkasnya. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Pemprov Targetkan Penyerapan Anggaran 93%

    BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan serapan APBD 2016 hingga 31 Desember ini bisa mencapai target 93%.

    Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan hingga Jumat (23/12) dari total anggaran di APBD 2016 yang mencapai Rp 29,8 triliun realisasinya sudah mencapai Rp 26,47 triliun. “Laporan dari Biro Keuangan serapan sudah mencapai 88,53% dari target,” katanya saat dihubungi wartawan di Bandung, Minggu (25/12).

    Iwa kemudian merinci, untuk belanja tidak langsung yang berjumlah Rp 22,8 triliun serapannya sudah mencapai Rp 22,78 triliun atau 91,12%. Komponen ini terdiri dari belanja pegawai  yang mencapai Rp1,9 triliun, sudah terealiasi Rp1,83 triliun. Sementara subsidi senilai Rp15 miliar, sudah terealiasi hampir 100% oleh Pemprov Jabar.

    Lalu untuk hibah dari anggaran Rp 10,18 triliun sudah terserap hingga Rp 9,38 triliun atau mencapai 92,16% dari keselurahan alokasi. Sedangkan untuk belanja bantuan sosial dari Rp 18,28 miliar yang dianggarkan serapannya baru mencapai Rp 9,79 miliar atau baru 53,29%. “Untuk bagi hasil kabupaten/kota Rp 6,5 triliun sudah terserap Rp 6,3 triliun,” tuturnya.

    Untuk bantuan keuangan ke kabupaten/kota dari anggaran Rp 4,02 triliun, tingkat penyerapannya baru Rp 3,15 triliun. Sementara posko belanja tidak terduga merupakan belanja tidak langsung yang serapannya sangat rendah dari Rp 27 miliar baru terpakai Rp 19 juta. “Cuma 1%-nya belanja tidak terduga yang terpakai,” kata Iwa.

    Sementara untuk belanja langsung dari anggaran Rp 6,68 triliun sudah terserap Rp 5,3 triliun. Pos yang menyangkut belanja barang serta jasa sebesar Rp 3,039 triliun sudah terealisasi Rp 2,73 triliun atau 88,09%. “Untuk belanja modal Rp 3,32t triliun sudah Rp 2,47 triliun atau sudah di atas 70% dari target serapan,” ujarnya.

    Menurutnya target serapan Pemprov sebesar 93% berkejaran dengan sisa waktu yang terpotong oleh cuti bersama Natal 2016. Namun seluruh kepala organisasi perangkat daerah sudah diminta untuk menyikapi sejumlah hal penting agar serapan bisa cepat. “Pertama penyetoran uang persediaan kegiatan pada bendahara pengeluaran paling lambat 31 Desember, kedua penerimaan dari sumber pendapatan daerah jasa giro bendahara disetor ke rekening kas umum daerah 31 Desember 2016,” tegasnya.

    Mengingat 31 Desember jatuh pada hari Sabtu, maka penerbitan SP2D sebagai bagian akhir penerbitan proses tagihan dilakukan sampai 30 Desember. Karena itu, untuk mengefektifkan sisa waktu 27-30 Desember, karena Senin 26 Desember cuti bersama, seizin gubernur Sekda memerintahkan seluruh biro dan dinas memanfaatkan waktu libur untuk melengkapi dokumen tagihan. “Khususnya dokumen belanja modal, sehingga 27 Desember sudah lengkap dan dikirim ke Biro Keuangan untuk diproses pencairannya,” paparnya. (Pun)

    Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/20619/2016/12/26/Pemprov-Targetkan-Penyerapan-Anggaran-93 )

     

    Read more
  • Pemprov Tawarkan Penyertaan Modal Pembangunan Monorel Bandung Raya Kepada Pemda

    BANDUNG- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan kepada seluruh Pemerintah Kota dan Kabupaten yang dilewati jalur Monorel Bandung Raya untuk bisa penyertaan modal dalam proyek ini.

    Penanggung Jawab Pembangunan Monorel Bandung Raya, Iwa Kartiwa mengatakan, pihaknya sudah menawarkan kepada seluruh bupati dan walikota untuk ikut menyertakan modal dalam bentuk saham dalam proyek pembangunan monorel Bandung Raya.

    “Saya sudah menyampaikan kepada para bupati dan walikota, melalui BUMD nya masing-masing menyertakan modal dalam proyek ini,” ucapnya.
    Iwa mengaku, pihaknya tidak mengetahui pasti masih belum adanya Pemerintah Daerah atau BUMD yang ada di lima wilayah tersebut yang hingga saat ini belum memberikan kepastian akan menyertakan modal dalam proyek tersebut.

    “Katanya, mereka masih harus melakukan pembahasan dengan dewan sebelum menyertakan modal,” ujar Iwa, dalam diskusi dengan wartawan di Jalan Anggrek 42 Bandung, Kamis (07/08).

    Namun menurut Iwa, pihaknya optimis Pemda yang terlewati jalur monorel Bandung Raya ini bisa menyertakan modalnya, karena proyek ini akan menguntungkan semua daerah yang dilaluinya.

    “Semua pimpinan daerah sepakat dengan pembangunan monorel, sesuai kesepakatan yang sudah di tandatangi pada 8 April 2014 lalu,” katanya. (Parno). Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Pemprov. Jabar Serahkan DPA Tahun 2015

    BANDUNG-Pemprov. Jabar, dengan telah diterapkannya APBD Provinsi Jabar tahun 2015, Selasa (13/1) menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD Prov. Jabar tahun 2015.

    Penyerahan DPA berlangsung di Aula Barat Gedung Sate oleh
    Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan kepada para pimpinan OPD di lingkungan Pemprov. Jabar. Dalam penyerahan DPA, juga diserahkan bantuan ke Kabupaten/Kota yang diberikan oleh Gubernur Jabar kepada perwakilan Pemkab/Pemkot.

    Pada kesempatan penyerahan DPA tersebut Gubernur menegaskan, DPA yang diserahkan kali ini pada tahap awalnya telah ditempuh proses evaluasi dari Kemendagri. Adapun, beberapa hal yang dievaluasi, yaitu tentang alokasi APBD yang harus mengakomodir besaran anggaran untuk pendidikan minimal sebesar 20 persen, kesehatan 10 persen dan infrastruktur 10 persen.

    Berdasarkan evaluasi Kemendagri, APBD Prov. Jabar Tahun 2015, untuk alokasi anggaran pendidikan sudah mencapai 30 persen, infrastruktur 10 persen dan yang masih kurang ialah anggaran kesehatan yang baru mencapai 5,6 persen, jelas Gubernur.

    Dengan masih adanya kekurangan untuk alokasi anggaran kesehatan, beberapa program dan kegiatan di APBD Provinsi  ada yang dibatalkan sehingga prosentase anggaran kesehatan ditambah. Adapun penambahan sektor kesehatan akan dialokasikan untuk beberapa kegiatan diantaranya peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit milik Pemprov. Jabar yaitu RS Al Ihsan yang berlokasi di Baleendah, Kabupaten Bandung.

    Program berikutnya yang ditingkatkan, lanjut Gubernur, adalah program pencegahan penyakit, dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (Nur). Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Pemprov.Jabar Raih Penghargaan KPK

    BANDUNG-Berdasarkan hasil penilaian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama empat daerah lainnya mendapat penghargaan KPK tentang capaian Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara.

    Hal demikian terungkap saat acara Evaluasi Pengelolaan LHKPN dan Sosialisasi Tata cara pelaporan melalui e-LHKPN, Rabu (14/12) bertempat di Ball room Hotel Grand Royal Panghegar Bandung.

    Keempat daerah lainnya, yaitu Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Pemerintah Kota Bekasi, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar & Banten dan DPRD Kabupaten Pangandaran. Penilaian LHKPN itu, didasarkan pada kriteria Kepatuhan terhadap regulasi KPK, Tingkat Kepatuhan dan Upaya Penegakkan sanksi. Salah satu hasil capaian LHKPN dari Pemprov. Jabar, yaitu : dari wajib lapor 131 pejabat telah patuh sebanyak 126 orang atau 96,18 % ; belum patuh wajib isi form A sebanyak 1 orang dan form B 4 orang

    Penghargaan disampaikan langsung oleh Pejabat KPK, Heri, didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

    Acara Evaluasi LHKPN dan sosialisasi tata cara e-lhkpn diikuti oleh unsur eksekutif tingkat Provinsi Jawa Barat, dan Kab/Ko dan unsur DPRD Kab/Ko se-Jabar.

    Sumber ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/20398/2016/12/14/PemprovJabar-Raih-Penghargaan-KPK )

    Read more
  • Pendaftaran CPNS 20 Agustus – 3 September
    JAKARTA – Pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 akan dibuka mulai tanggal 20 Agustus smpai 3 September 2014. Sedangkan pelaksanaan tes dengan sistem computer assisted test (CAT) akan dilaksanakan mulai tanggal 8 September 2014 sampai selesai.
     
    Sesuai surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), pendaftaran CPNS pendaftaran dilakukan secara online atau sistem single entry melalui portal Panselnas. “Semua istansi pemerintah dapat dilamar melalui sistem ini,” jelas Menteri PANRB Azwar Abubakar.
     
    Walaupun pendaftaran hanya dua minggu, namun masyarakat tidak perlu repot mengurus kartu kuning, SKCK, dan surat keterangan sehat yang terkadang memakan waktu lama. Persyaratan administratif itu diperlukan ketika pelamar sudah dinyatakan diterima.
     
    Sebelumnya direncanakan pengumuman lowongan formasi CPNS tahun 2014akan diumumkan tanggal 18-29 Agustus. Namun hingga pecan lalu baru ada 34 instansi yang sudah menyampaikan syarat pendaftaran CPNS. Kementerian PANRB meminta agar instansi yang belum menyerahkan persyaratan dan lowongan formasinya segera menyerahkan paling lambat tanggal 8 Agustus, sehingga jadwal yang sudah diumumkan tidak berubah.
     
    Sesuai jadwal, pelaksanaan tes kompetensi dasar (TKD) menggunakan sistem CAT akan diadakan tanggal 8 September 2014. Setelah itu akan dilanjutkan dengan tes kompetensi bidang (TKB) bagi yang lulus passing grade TKD.(rr/ HUMAS MENPANRB) Sumber : ( http://www.menpan.go.id )
    Read more
  • Penduduk “Balageur”, Jawa Barat Terkenal Aman

    BANDUNG – Pada Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2014 dengan tema “Kita Tingkatkan Sinergi Polri Dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman Pada Perayaan Idul Fitri 1435 H”, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan memimpin langsung apel gelar pasukan pada Senin (21/7) di Lapangan Gasibu, Bandung.

    Dalam keterangannya kepada wartawan usai apel, Gubernur mengatakan bahwa sampai saat ini kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Barat tetap terjaga, walaupun penduduknya banyak. “Jawa Barat mah terkenal aman. Alhamdulillah kita dikarunia penduduk yang banyak, tapi balalageur (baik-baik)”, ujar Gubernur.

    Kondusifnya keamanan dan ketertiban masyarakat dengan indicator setiap kali Pemilu (Pemilukada, Pileg, dan Pilpres) selalu berjalan lancar dan tidak ada masalah. Namun, menurut Gubernur kewaspadaan harus tetap dijaga, karena menurut teori keamanan untuk deteksi dini gangguan keamanan tetap harus ada persiapan dan siaga.

    Selain itu, kondisi dan pendekatan keamanan di Jawa Barat selalu diantisipasi satu tahap di atas prediksi. Kondisi yang diprediksi tidak ada gangguan diantisipasi dengan kekuatan dan pengamanan ringan. Apabila kondisi diprediksi ada gangguan ringan diantisipasi dengan kekuatan menengah. Namun, apabila diprediksi ada gangguan menengah akan diprediksi dengan pengamanan berat.

    Untuk itu, secara keseluruhan Jawa Barat dalam kondisi siap dalam menghadapi Idul Fitri dan arus mudik. Mulai dari ketersediaan pangan dan kondisi infrastruktur jalan yang siap digunakan untuk arus mudik. Sementara puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada akhir pecan ini.

    Pada apel yang diikuti pasukan Polri, TNI, personil instansi terkait dan swasta, Kepala Polisi Republik Indonesia dalam amanat yang disampaikan Gubernur menyatakan bahwa dengan 137.795 personil yang ditengah-tengah masyarakat, yang terdiri dari 86.243 personil Polri dan 51.552 personil instansi terkait lainnya diharapkan akan tercipta kondisi keamanan dan ketertiban yang mantap. Hal ini ditandai dengan menurunnya angka kriminalitas, berkurangnya tingkat kecelakaan lalu lintas dan korban meninggal dunia, serta titik kemacetan dan lancarnya lalu lintas. Sementara di Jawa Barat, telah siap 20.944 pasukan Polri yang akan disebar ke titik pengamanan di Jawa Barat.

    Untuk itu, Polri dan seluruh instansi terkait harus benar-benar siap dalam segi kekuatan personil untuk Operasi Ketupat Lodaya 2014 ini, agar keamanan dan kenyamanan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Sumber : http://www.jabarprov.go.id

    Read more
  • Penghargaan dan Kadeudeuh Untuk Atlet PON dan Peparnas

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan serahkan penghargaan berupa piagam dan uang kadeudeuh kepada para atlet PON XIX dan Peparnas XV Tahun 2016, bertempat di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Rabu (8/2).

    Untuk penghargaan dalam bentuk uang, Pemprov Jabar menyiapkan dana dalam APBD 2017 sebanyak Rp 238 miliar, untuk atlet PON dan Peparnas. "Ini adalah jumlah penghargaan berupa uang yang paling besar diantara provinsi lainnya," ujar Gubernur.

    Penyerahan uang kadeudeuh untuk seluruh atlet PON dan Peparnas dilakukan melalui distribusi uang ke tiap rekening para atlet, pelatih, dan pembina dengan sistem online Bank BJB yang secara simbolis dilakukan oleh Gubernur, Ketua DPRD, Ineu Purwadewi, dan Pangdam III/Siliwangi dengan menekan tombol secara bersamaan.

    Kemudian, khusus untuk para atlet peraih medali, penyampaian "kadeudeuh" secara tersendiri diberikan simbolis kepada 12 atlet PON dan Peparnas. Diantara atlet yang mendapat bonus tertinggi, yaitu diraih oleh Triady Fauzi atlet cabang renang yang mendapat 5 medali emas dengan jumlah bonus sebanyak Rp 2.045.000.000. Dibawahnya, ada atlet dayung, Chandra Destia Nugraha sebesar Rp 915.000.000, dan atlet cabang atletik, Agus Prayogo sebesar Rp 825.000.000. Sedangkan atlet Peparnas yang memperoleh "kadeudeuh" terbesar adalah atlet cabang atletik atas nama Amir yang memperoleh sebesar Rp 940.000.000, selanjutnya atlet catur putri, Debi Ariesta sebesar Rp 785.000.000 dan atlet bulutangkis, Hari Susanto sebesar Rp 455.000.000. Kata Gubernur, "kami tidak membeda-bedakan untuk "bonus ini" sebagaimana harapan Presiden dan Menpora".

    Dalam sambutannya, Gubernur Heryawan menyampaikan terima kasihnya kepada para atlet, pelatih, pembina, jajaran KONI Jabar, dan para anggota FORKOMINDA, serta para bupati/walikota yang daerahnya menjadi venue pertandingan, sehingga penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV Tahun 2016 berjalan dengan sukses.

    "Penyelenggaraan PON dan Peparnas sebagaimana yang dicanangkan semula dengan "Catur Sukses" kini telah tercapai dengan baik," jelas Gubernur.

    "Kita telah mencapai sukses penyelenggaraan, sukses pertandingan, dimana Jabar keluar sebagai juara umum dan peraih medali terbanyak sepanjang penyelenggaraan PON dan Peparnas, sukses perekonomian, dimana angka pertumbuhan ekonomi naik melebihi daerah lainnya, dan kemudian sukses administrasi. Khusus untuk sukses administrasi ini, bahwa penyelenggaraan PON dan Peparnas telah dinyatakan "Clear and Clean" oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," kata Gubernur.

    Sumber ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/21245/2017/02/08/Penghargaan-dan-Kadeudeuh-Untuk-Atlet-PON-dan-Peparnas )

    Read more
  • Penyerapan Anggaran Pendidikan Capai 98 Persen

    BANDUNG-Progress report P2APBD Provinsi Jabar tahun 2014, untuk bidang pendidikan penyerapan anggaran sudah mencapai 98 persen.

    Hal demikian, diungkapkan Kadisdik Jabar, Asep Hilman dalam keterangannya kepada jabarprov.go id, Selasa (30/6). Asep, lebih lanjut mengatakan dengan progress report tersebut,
    penyerapan anggaran pendidikan sudah maksimal.

    Pencapaian 98 persen, dari target 100 persen dikarenakan adanya efisiensi kegiatan. Dari anggaran yang mencapai Rp. 1 triliun lebih, hanya 150 miliar dialokasikan untuk belanja langsung.

    Sementara itu, ujar Asep sebagian besar dialokasikan untuk Bantuan Tidak Langsung (BTL) seperti dana BOS dan rehab sekolah dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB). (NR) Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Perantau Tatar Sunda Diharap Sukseskan PON XIX Jabar

    AMBON-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), yang juga Ketua Umum Pengurus Besar PON XIX/2016 Jabar, mengajak seluruh perantau asal Tatar Sunda (Jabar-Banten) turut aktif menyukseskan PON yang akan digelar pada September 2016 mendatang.

    "Saya mengajak saudara-saudara warga Tatar Sunda yang ada di seluruh Tanah Air, bahkan di luar negeri, ikut menyukseskan PON XIX. Ini bentuk sumbangsih kita kepada kampung halaman," papar Aher di acara deklarasi dan pengukuhan pengurus Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan (Forum Sunda Ngumbara) Provinsi Maluku di Ambon, Jumat malam (27/2).

    Deklarasi dan pengukuhan pengurus digelar di Gedung Dharma Wanita Provinsi Maluku di Ambon. Hadir sekitar 200 warga asal Tatar Sunda. Sementara Gubernur Aher didampingi Asisten Pemerintahan Hukum dan HAM, Inspektur Provinsi, Kepala Biro Otda dan Kerja Sama, dan Kepala Bagian Humas Pemprov Jabar Ateng Kusnandar.

    Aher mengatakan, partisipasi aktif perantau Tatar Sunda minimal berupa sosialisasi kepada warga sekitarnya atas perhelatan olahraga empat tahunan yang bakal digelar di Jabar.

    Diharap pula, kata Aher, para perantau diharap dapat menyaksikan langsung berbagai pertandingan saat penyelenggaraan PON. Jabar sebagai tuan rumah PON XIX mengupayakan menjadi pesta olahraga nasional terbesar di Indonesia.

    "Tidak salah tentu bila para perantau mudik ke kampung halaman saat PON nanti. Ya, tidak apa-apa mudik lebarannya digeser. Mari kita gebyarkan pelaksanaan PON XIX," ungkap Aher dalam bahasa Sunda.

    Ditambahkan, dukungan langsung para perantau kepada atlet membawa Jabar tampil sebagai juara PON XIX. "Mari dukung atlet kita. Semoga Jabar menjadi juara umum nantinya," tukas Aher lagi.

    Pada saat yang sama Ketua Umum PB Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan Jaka Bandung mengutarakan para perantau mulai sekarang mempersiapkan diri untuk mudik saat PON XIX. Untuk memudahkan persiapan, warga berkoordinasi dengan pengurus Forum Sunda Ngumbara.

    "Kita bisa menabung mulai sekarang. Jangan mau kalah dengan saudara di Jabar maupun Banten, kita juga harus berpartisipasi menyukseskan PON XIX. Hal ini wujud kepedulian kita kepada kampung halaman," ujar Jaka, juga dalam bahasa Sunda.

    Jaka yang tokoh asal Tatar Sunda di Bali mengutarakan Forum Sunda Ngumbara di masing-masing provinsi akan mengupayakan langkah untuk memudahkan para perantau mudik saat PON. Di Bali, misalnya, Forum Sunda Ngumbara setempat mengupayakan kerja sama dengan maskapai penerbangan Garuda, melalui diskon harga tiket.

    Perantau asal Tatar Sunda kini memang belum terinventarisir secara baik. Namun jumlahnya diperkirakan puluhan ribu orang, misalnya di Bali. Sementara di Lampung diperkirakan mencapai jutaan orang. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Peringati Hari Ibu Gisel Mizwar Kunjungi Lapas Wanita

    BANDUNG-Wakil Ketua TP PKK Prov. Jawa Barat menghadiri acara Peringatan Hari Ibu dengan tema "Surga ditelapak kaki ibu" di Lapas Wanita Klas II A Bandung, Selasa (23/12). Turut hadir Kepala Kanwil Kemenhukham Jawa Barat Danan Purnomo, Kepala Lapas Wanita Kelas IIA Bandung Surta Duma Sihombing, Kepala Biro Hukum Setda Prov. Jawa Barat dan Kepala BP3AKB Prov. Jawa Barat Nenny Kencanawati.

    Dalam sambutannya, Giselawati mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Bandung yang telah menginisiasi kegiatan ini. Sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan seluruh kaum Ibu di Indonesia yang sungguh tidak ternilai harganya.

    “Terutama peran seorang ibu yang menjadi peletak dasar pembentukan generasi penerus bangsa serta pelaku utama pembangunan ketahanan keluarga dan masyarakat,” tegasnya.

    Giselawati menambahkan melalui peringatan Hari Ibu tentunya juga memiliki arti penting, yaitu sebagai momentum strategis untuk terus membangkitkan semangat perjuangan para Ibu dan Kaum Perempuan Indonesia dalam rangka mewujudkan kesejahteraan hidup keluarga, bangsa dan masyarakat.

    Hal ini sejalan dengan tonggak sejarah lahirnya kebangkitan kaum Perempuan Indonesia, yaitu penyelenggaraan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) pertama pada tanggal 22 s.d 25 Desember 1928 di Yogyakarta, yang kemudian melalui Dekrit Presiden RI Nomor 316 Tahun 1959, Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember secara resmi ditetapkan sebagai Hari Besar Nasional.

    Kepala Lapas Wanita Klas IIA Bandung Surta Duma Sihombing juga mengatakan bahwa peran seorang Ibu sangat penting dalam kehidupan kita. Dari mulai merawat dan mengasuh anak dari mengandung sampai dewasa, oleh karena itu peran seorang Ibu tidak akan tergantikan. “Selain itu menjadi ajang silaturahmi antar keluarga warga binaan dan penjaga lapas,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenhukham Jawa Barat Danan Purnomo menuturkan, jika berbicara tentang hari ibu akan mengingatkan kita bagaimana perannya dalam dalam keluarga. Ibu merupakan sosok yang mulia dan berjasa dalam pembentukan karakter anak serta merupakan tiang bangsa.

    Pada kesempatan itu, Gisel juga memberikan trophy bagi para pemenang lomba antar napi. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Pertamina Normalisasi Pasokan BBM

    Bandung -PT Pertamina (Persero) melakukan normalisasi pasokan BBM bersubsidi kepada masyarakat sesuai dengan arahan pemerintah agar tidak terjadi potensi antrian yang semakin berkepanjangan.

    Asisten Manager Eksternal Relation Marketing Operation Region 3 Jakarta-Jawa Barat (Jabar)-Banten Pertamina, Mila Suciani mengatakan  meski telah dibuka kembali, namun Pertamina meminta masyarakat untuk bersabar. Sebab, butuh waktu agar kondisi dapat kembali normal.

    "Sekarang sudah normal, tapi butuh waktu karena tanki mensupply ke banyak SPBU," ujar Mila.

    Dalam keterangan resmi, Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan dengan mencermati perkembangan situasi yang terjadi di masyarakat, Pertamina mulai Selasa, 26 Agustus 2014 malam memutuskan untuk melakukan normalisasi pasokan BBM bersubsidi, baik premium maupun solar. Namun demikian, penyaluran tetap akan dilakukan secara terukur dan terarah sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Jo. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Prediksi Harga Jelang Ramadhan Stabil

    BOGOR-KOTA. Pihak Disperindag Jabar, menghadapi Bulan Ramadhan terus melakukan pemantaun atas kondisi harga barang dan ketersediaan terutama yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat seperti sembako dan barang lainnya.

    Dari hasil pemantauan, diprediksi harga serta stok barang akan stabil. Hal demikian, diungkapkan Kadis Perindag Jabar, Ferry Sofwan Arif dalam keterangannya kepada jabarprov.go.Id, Minggu (14/6) di sela-sela kegiatan De Syukron di Kota Bogor.

    Ferry, lebih lanjut memaparkan prediksi stabilnya barang yang dibutuhkan masyarakat menjelang Bulan Ramadhan didasarkan atas pertimbangan telah adanya langkah antisipasi. 

    Untuk menjaga stok barang yang diprediksi akan mengalami lonjakan harga untuk jenis telur, cabai merah dan bawang merah telah disiapkan pasokan dari luar daerah.

    Untuk mengantisipasi kekurangan stok telur akan dipasok dari di Yogyakarta dan Lampung. Jika masih tak mencukupi bisa didatangkan dari Sumut.

    Untuk mengantisipasi kekurangan stok bawang merah dan cabai merah juga siap didatangkan dari Jateng.

    Untuk sisi harga, dengan mempertimbangkan stok yang bisa diantisipasi kendati ada kenaikan, prosentase tidak akan mencapai di atas 10 persen.

    Diakui untuk daging ayam pekan ini ada kenaikan. Penyebabnya, ujar Ferry harga ayam dari peternak mengalami kenaikan dari Rp.16.000,- per Kg menjadi Rp.19.000,- per Kg. (NR) Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Proyek CSR Di Jabar Diresmikan

    BANDUNG-Berbagai proyek di Jabar yang didanai melalui sumber dari CSR  BUMN maupun BUMD, diresmikan oleh Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan, di Aula Barat Gedung Sate, Rabu (17/12).

    Gubernur, berkaitan dengan peresmian proyek CSR dalam pertemuan tersebut menjelaskan, bahwa penyaluran CSR telah mempertimbangkan 19,8 persen penduduk di Indonesia ada di Jabar, artinya, 1/5 CSR bisa disalurkan di wilayah Jabar.

    Program yang digulirkannya juga diharapkan dapat mendukung program pemerintah yang saat ini gencar direalisasikan seperti pembangunan RKB, dan Puskesmas. Untuk kedua pembangunan sarana tersebut, ujar Gubernur,  partisipasi dunia usaha melalui CSR bersifat melengkapi  dana dari pemerintah. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • PT Pos Luncurkan Kartu Giro Pos

    BANDUNG-PT Pos Indonesia, bertepatan dengan HUT ke 268 meluncurkan layanan Kartu Giro Pos dan Kioskpos Non Tunai. Peluncuran dilakukan di kantor pos Jalan Cilaki Bandung Selasa.

    Dirut PT Pos Budi Setiawan mengatakan Kartu Giro Pos berfungsi sebagai kartu untuk melakukan pembayaran transaksi terutama bagi pemegang rekening giro.

    "Nantinya kami akan bekerjasama dengan bank agar bisa digunakan sebagai ATM. Kami serang jajaki ATM bersama. Targetnya tahun depan sudah bisa beroperasi penuh," ungkap dia.

    Saat ini kartu itu sebenarnya bisa digunakannamun masih terbatas. Hingga akhir tahun ditarget 200 ribu kartu akan dibuat. Sementara tahun depan 1 juta kartu ditarget dapat digunakan oleh pemilik giro pos.

    Sementara KioskPos akan mempermudah transaksi karena tanpa uang tunai. Ini diluncurkan untuk mengurangi antrian di loket pos.

    Pos menargetkan akan ada dua hingga tiga Kioskpos di setiap kantor pos.jo Sumber : ( http://jabarprov.go.id )

    Read more
  • PT Pos Rayakan HUT ke -268 Tahun

    BANDUNG - PT Pos Indonesia(posindo) merayakan ulang tahunnya yang ke 268 tahun, di kantor Pos Jalan Cikali Kota Bandung. Peringatan diikuti oleh para karyawan pos dengan berbagai kegiatan termasuk panggung hiburan.

    PT Pos didirikan di Batavia(Jakarta) oleh Gubernur Jendral G.W. Baron van Imhoff pada 26 Agustus 1746 dengan tujuan menjamin keamanan surat-menyurat penmduduk terutama yang berada di luar Jawa dan
    terutama bagi warga Belanda.

    Setelah kantor pos Batavia, empat tahun kemudian berdirilah kantor pos di Semarang yang menghubungkan Batavia, dengan rute perjalanan melewati Karawang, Cirebon dan PEkalongan.

    BUMN ini telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari jawatan pos, telegraph, telepon hingga kemudian berganti menjadi perusahaan negara postel. Kemudian tahun 1978 berganti menjadi Perum
    Pos dan giro. Lalu tahun 1995 burubah menjadi perusahaan perseroan terbatas dengan nama PT Pos Indonesia.

    Dirut PT Pos BUdi Setiawan mengatakan perkembangan jaman membuat PT Pos harus bersaing dengan ketat sehingga memerlukan SDM yang inovatif.

    "Dengan perkembangan jaman kini pos sudah memiliki jaringan di 24 ribu titik menjangkau 100 persen kabupaten dan kota dan hampir 100 persen kecamatan di Indonesia," tegasnya. jo Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Rasionalisasi PNS Masih Dalam Pengkajian

    BANDUNG-Terkait isu "Pemberhentian Massal PNS" yang sedang hangat diperbincangkan media, Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Herman Suryatman, menepisnya dengan tegas bahwa hal tersebut tidak benar.

    Hal demikian terungkap dalam rilisnya yang diterima redaksi jabarprov.go.id, Sabtu (9/1).

    Dalam rilisnya, Herman menegaskan, "jangan sampai gagal paham, isu tersebut tidak benar. Yang benar adalah Kementerian PANRB saat ini tengah melakukan pengkajian rasionalisasi PNS," ungkap Herman di Jakarta (8/1).

    Menurutnya, hal itu perlu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja PNS, mendorong efisiensi belanja, serta menguatkan kapasitas fiskal negara. Namun demikian, kajian tersebut dipastikan akan mengantisipasi agar proses rasionalisasi PNS tidak mengurangi kualitas pelayanan publik, bahkan justru sebaliknya.

    Dengan fiskal yang kuat negara bisa meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan PNS, serta meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan publik di segala bidang, khususnya terkait pelayanan dasar, ujar Herman.

    "Sebagaimana disampaikan Pak Menpan, rasionalisasi PNS yang tengah kami kaji ini merupakan konsekuensi dari kebijakan moratorium dalam skema zero growth secara nasional dan negative atau positive growth secara instansional. Namun kami pastikan, pengurangannya dilakukan secara terencana dan terukur", ujar Herman.

    Melalui pola alamiah, pengadaan PNS baru nantinya dilakukan secara terbatas, Secana nasional jumlahnya tidak melebihi PNS yang pensiun. “Kan ada ratusan ribu PNS yang pensiun setiap tahunnya, ini yang akan kita isi dengan PNS yang lebih berkualitas. Jadi tidak ada pemberhentian PNS secara semena-mena, apalagi bagi yang kompeten dan berkinerja," terangnya.

    Sementara itu Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB, Setiawan Wangsaatmaja, menyampaikan bahwa rencana rasionalisasi ini dilakukan melalui beberapa tahapan dimulai dari audit organisasi. "Dari audit ini akan diketahui organisasi mana yang tidak efisien atau secara fungsi dapat digabungkan, sekaligus hal ini akan berpengaruh terhadap efisiensi SDM-nya," kata Iwan.

    Selanjutnya akan dilakukan pemetaan kompetensi, kualiifikasi dan kinerja. Dari hasil pemetaan tersebut akan terlihat para PNS yg mempunyai kompetensi, kualifikasi dan kinerja yang baik. Ini bisa dinamakan kelompok utama dan harus dipertahankan.

    Sebaliknya ada kelompok yang tidak kompeten, tidak cocok kualifikasinya dan tidak produktif atau tidak berkinerja. "Bagi kelompok inilah perlu dipertimbangkan untuk dilakukan rasionalisasi. Sedangkan untuk kelompok menengah kompetensinya, namun kualifikasi kurang cocok atau sebaliknya, bisa dan perlu ditingkatkan kemampuannya melalui training, magang dan lain sebagainya," terangnya.

    Ditambahkan bahwa rencana rasionalisasi ini juga sebagai dasar pertimbangan rekruitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) baru untuk memenuhi tuntutan negara dalam kompetisi global saat ini dan ke depan. Misalnya menghadapi MEA dan AFTA. Karena itu kita harus mengantisipasinya dengan mendapatkan Smart ASN yang berkarakter, mempunyai wawasan global, menguasai informasi dan teknologi, memahami bahasa asing, serta mempunyai daya networking yang baik.

    Dengan kata lain, rencana rasionalisasi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menciptakan birokrasi pemerintahan berkelas dunia, yakni birokrasi yang bersih dan akuntabel, efektif dan efisien, serta yang memiliki pelayanan publik yang berkualitas.

    Dengan kebijakan rasionalisasi ini, diproyeksikan jumlah PNS empat tahun ke depan akan berkurang menembus rasio 1,5 %. Saat ini rasio PNS terhadap penduduk masih 1,7 %, dimana setiap 100 orang penduduk dilayani oleh 1,7 pegawai.

    Dijelaskan pula, saat ini jumlah PNS di Indonesia mencapai 4.517.136 orang. Dari jumlah itu,  1.932.220 diantaranya menduduki jabatan fungsional umum, di mana 59,39%, diantaranya berada  di instansi pusat, dan 38,49% di daerah.

    Dari analisa jabatan dan analisa beban kerja Kementerian PANRB, terdapat beberapa jabatan fungsional umum yang tidak memiliki rincian kegiatan yang jelas dan bukan merupakan jabatan penunjang utama organisasi.

    "Oleh karena itu, PNS yang ada pada jabatan fungsional umum ini yang akan dipertimbangkan untuk dirasionalisasi, baik PNS pusat maupun di daerah," tutur Iwan.

    Namun demikian, perlu juga dipertimbangkan kondisinya, misal untuk guru, tenaga kesehatan dan penegak hukum masih kekurangan. “Untuk jabatan-jabatan ini, kemungkinan malah ditambah, namun perbaikan kualitas masih tetap diperlukan,” imbuhnya.

    Selanjutnya Herman yang juga selaku juru bicara Menteri Yuddy berpesan pada PNS yang masih aktif untuk tetap tenang dan tidak galau terkait rencana rasionalisasi PNS ini. “Tidak perlu gusar. Kami masih mengkaji secara seksama rencana rasionalisasi ini. Kami carikan cara terbaik dengan tetap memperhatikan integritas, kompetensi dan kinerja PNS, serta merujuk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Herman.  

    Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Sarana PON Tahun 2016 Prioritas APBD Provinsi Jabar Tahun 2015

    BANDUNG-  Pemprov. Jabar, 3 bulan menjelang berakhirnya anggaran tahun 2014 kini sudah menyusun beberapa kegiatan untuk tahun 2015. Dengan telah disusunnya rencana kegiatan tersebut, ada beberapa rencana kegiatan yang menjadi prioritas.

    Kegiatan yang menjadi prioritas  adalah pembangunan sarana untuk PON tahun 2016, ungkap Kepala Bappeda Jabar, Deny Djuanda dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id (2/9).

    Deny, lebih lanjut memaparkan daam RAPBD tahun 2015 pembangunan sarana  PON tahun 2016 untuk pendanaan dirancang besarannya mencapai  Rp 1, 3 triliun. Dengan dana sebesar itu diharapkan dapat terbangun semua venue yang dibutuhkan untuk PON tahun 2016 seluruhnya dapat diselesaikan.

    Dengan tuntasnya seluruh venue untuk PON tahun 2016, imbuh Deny dalam tahun 2015 perangkat sarana untuk tahun 2016 sudah siap dipergunakan.

    Sementara itu, Kadis Pemuda dan Olahraga Jabar, Yudha M Saputra dalam keterangannya secara terpisah kepada wartawan mengatakan dengan dijadikannya skala prioritas kegiatan pembangunan sarana fisik untuk PON tahun 2016, setidaknya 80 persen sarana untuk kegiatan PON tahun 2016 diakhir tahun 2015 dapat terselesaikan.

    Sementara itu, sisanya 20 persen dalam bentuk kegiatan perbaikan skala kecil sebagai bentuk penyempurnaan atas pekerjaan sebelumnya dapat diselesaikan seluruhnya diawal tahun 2016.

    Adapun kegiatan untuk pembangunan sarana penunjang PON tahun 2016, ujar Yudha meliputi kegiatan renovasi sarana yang sudah ada dan pembangunan sarana baru. (Nur) Sumber: http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Save The Children MoU dengan Kadin Jabar

    BANDUNG - Gerakan Save The Children Indonesia dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jabar melakukan penandatanganan MoU di Hotel Ibis Bandung, Selasa (30/9).  MoU dilakukan untuk memastikan perusahaan mendukung gerakan Hak Anak dalam Prinsip Bisnis.

    "Saya mendukung sepenuhnya prinsip-prinsip hak anak dalam dunia usaha. Saya akan konsolidasi setelah penandatanganan ini dengan Kadin seluruh Jawa Barat untuk mensosialisasikan ini" ujar Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal Sutisno.

    Sementara itu menurut Country Director Save The Children Indonesia Ricardo Caivano, prinsip hak anak dalan dunia usaha adalah investasi masa depan.

    "Anak-anak adalah sepetiga dari jumlah penduduk Indonesia. Anak-anak adalah konsumen, anggota keluarga dan juga pekerja, pengelola dan pengusaha masa depan" katanya. Oleh karena itu menurutnya, praktek bisnis baik besar maupun kecil akan berpengaruh pada anak. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Sejarah Batik Indonesia

    Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.

     

     

     

    Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda.

    Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

    Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.

    Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.

     

     

    Jaman Majapahit

    Batik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, pat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.

    Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahati, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal diwilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batik asli.

    Daerah pembatikan sekarang di Mojokerto terdapat di Kwali, Mojosari, Betero dan Sidomulyo. Diluar daerah Kabupaten Mojokerto ialah di Jombang. Pada akhir abad ke-XIX ada beberapa orang kerajinan batik yang dikenal di Mojokerto, bahan-bahan yang dipakai waktu itu kain putih yang ditenun sendiri dan obat-obat batik dari soga jambal, mengkudu, nila tom, tinggi dan sebagainya.

    Obat-obat luar negeri baru dikenal sesudah perang dunia kesatu yang dijual oleh pedagang-pedagang Cina di Mojokerto. Batik cap dikenal bersamaan dengan masuknya obat-obat batik dari luar negeri. Cap dibuat di Bangil dan pengusaha-pengusaha batik Mojokerto dapat membelinya dipasar Porong Sidoarjo, Pasar Porong ini sebelum krisis ekonomi dunia dikenal sebagai pasar yang ramai, dimana hasil-hasil produksi batik Kedungcangkring dan Jetis Sidoarjo banyak dijual. Waktu krisis ekonomi, pengusaha batik Mojoketo ikut lumpuh, karena pengusaha-pengusaha kebanyakan kecil usahanya. Sesudah krisis kegiatan pembatikan timbul kembali sampai Jepang masuk ke Indonesia, dan waktu pendudukan Jepang kegiatan pembatikan lumpuh lagi. Kegiatan pembatikan muncul lagi sesudah revolusi dimana Mojokerto sudah menjadi daerah pendudukan.

    Ciri khas dari batik Kalangbret dari Mojokerto adalah hampir sama dengan batik-batik keluaran Yogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua. Yang dikenal sejak lebih dari seabad yang lalu tempat pembatikan didesa Majan dan Simo. Desa ini juga mempunyai riwayat sebagai peninggalan dari zaman peperangan Pangeran Diponegoro tahun 1825.

    Meskipun pembatikan dikenal sejak jaman Majapahait namun perkembangan batik mulai menyebar sejak pesat didaerah Jawa Tengah Surakarta dan Yogyakata, pada jaman kerajaan di daerah ini. Hal itu tampak bahwa perkembangan batik di Mojokerto dan Tulung Agung berikutnya lebih dipenagruhi corak batik Solo dan Yogyakarta.

    Didalam berkecamuknya clash antara tentara kolonial Belanda dengan pasukan-pasukan pangeran Diponegoro maka sebagian dari pasukan-pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri kearah timur dan sampai sekarang bernama Majan. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga zaman kemerdekaan ini desa Majan berstatus desa Merdikan (Daerah Istimewa), dan kepala desanya seorang kiyai yang statusnya Uirun-temurun.Pembuatan batik Majan ini merupakan naluri (peninggalan) dari seni membuat batik zaman perang Diponegoro itu.

    Warna babaran batik Majan dan Simo adalah unik karena warna babarannya merah menyala (dari kulit mengkudu) dan warna lainnya dari tom. Sebagai batik setra sejak dahulu kala terkenal juga didaerah desa Sembung, yang para pengusaha batik kebanyakan berasal dari Sala yang datang di Tulungagung pada akhir abad ke-XIX. Hanya sekarang masih terdapat beberapa keluarga pembatikan dari Sala yang menetap didaerah Sembung. Selain dari tempat-tempat tesebut juga terdapat daerah pembatikan di Trenggalek dan juga ada beberapa di Kediri, tetapi sifat pembatikan sebagian kerajinan rumah tangga dan babarannya batik tulis.

     

    Jaman Penyebaran Islam

    Riwayat pembatikan di daerah Jawa Timur lainnya adalah di Ponorogo, yang kisahnya berkaitan dengan penyebaran ajaran Islam di daerah ini. Riwayat Batik. Disebutkan masalah seni batik didaerah Ponorogo erat hubungannya dengan perkembangan agama Islam dan kerajaan-kerajaan dahulu. Konon, di daerah Batoro Katong, ada seorang keturunan dari kerajaan Majapahit yang namanya Raden Katong adik dari Raden Patah. Batoro Katong inilah yang membawa agama Islam ke Ponorogo dan petilasan yang ada sekarang ialah sebuah mesjid didaerah Patihan Wetan.

    Perkembangan selanjutanya, di Ponorogo, di daerah Tegalsari ada sebuah pesantren yang diasuh Kyai Hasan Basri atau yang dikenal dengan sebutan Kyai Agung Tegalsari. Pesantren Tegalsari ini selain mengajarkan agama Islam juga mengajarkan ilmu ketatanegaraan, ilmu perang dan kesusasteraan. Seorang murid yang terkenal dari Tegalsari dibidang sastra ialah Raden Ronggowarsito. Kyai Hasan Basri ini diambil menjadi menantu oleh raja Kraton Solo.

    Waktu itu seni batik baru terbatas dalam lingkungan kraton. Oleh karena putri keraton Solo menjadi istri Kyai Hasan Basri maka dibawalah ke Tegalsari dan diikuti oleh pengiring-pengiringnya. disamping itu banyak pula keluarga kraton Solo belajar dipesantren ini. Peristiwa inilah yang membawa seni bafik keluar dari kraton menuju ke Ponorogo. Pemuda-pemudi yang dididik di Tegalsari ini kalau sudah keluar, dalam masyarakat akan menyumbangkan dharma batiknya dalam bidang-bidang kepamongan dan agama.

    Daerah perbatikan lama yang bisa kita lihat sekarang ialah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan sekarang dan dari sini meluas ke desa-desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut. Waktu itu obat-obat yang dipakai dalam pembatikan ialah buatan dalam negeri sendiri dari kayu-kayuan antara lain; pohon tom, mengkudu, kayu tinggi. Sedangkan bahan kainputihnyajugamemakai buatan sendiri dari tenunan gendong. Kain putih import bam dikenal di Indonesia kira-kira akhir abad ke-19.

    Pembuatan batik cap di Ponorogo baru dikenal setelah perang dunia pertama yang dibawa oleh seorang Cina bernama Kwee Seng dari Banyumas. Daerah Ponorogo awal abad ke-20 terkenal batiknya dalam pewarnaan nila yang tidak luntur dan itulah sebabnya pengusaha-pengusaha batik dari Banyumas dan Solo banyak memberikan pekerjaan kepada pengusaha-pengusaha batik di Ponorogo. Akibat dikenalnya batik cap maka produksi Ponorogo setelah perang dunia petama sampai pecahnya perang dunia kedua terkenal dengan batik kasarnya yaitu batik cap mori biru. Pasaran batik cap kasar Ponorogo kemudian terkenal seluruh Indonesia. (Sumber: http://jabarprov.go.id)

    Read more
  • September, TDL Naik Lagi

    Bandung - Per 1 September PT PLN (Persero) kembali menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) atau Tarif Tenaga Listrik (TTL) bagi beberapa golongan pelanggan dengan daya 1.300 VA keatas.

    Penyesuaian tarif ini merupakan bagian dari rencana kenaikan bertahap, yang berlaku sejak  1 Juli 2014. Kenaikan 1 September merupakan kenaikan tahap dua dan tahap ketiga akan belaku mulai 1 November.

    Manajer Senior Komunikasi Korporat Bambang Dwiyanto mengatakan perubahan tarif tenaga listrik berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 09 Tahun 2014 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT PLN.

    "Pelanggan yang mengalami perubahan tarif tenaga listrik secara bertahap dua bulanan tersebut adalah Golongan Tarif R-1/TR untuk rumah tangga skala kecil dengan daya 1.300 VA, Golongan Tarif R-1/TR untuk
    rumah tangga skala kecil dengan daya 2.200 VA," sebutnya.

    Lalu Golongan Tarif R-2 untuk rumah tangga skala menengah dengan daya 3.500 VA-5.500 VA, Golongan Tarif I-3/TM untuk industri skala menengah dengan daya di atas 200 kVA dan merupakan perusahaan tertutup (non go public), Golongan Tarif P-2/TM untuk pemerintah skala besar dengan daya di atas 200 kVA, Golongan Tarif P-3/TR untuk penerangan Jalan Umum.

    Kemudian besaran tarif tenaga listrik yang mengalami perubahan diantaranya rumah tangga dengan batas daya 1.300 VA pada tahap II ini mengalami penyesuaian menjadi Rp1.214/kWh, daya 2.200 VA menjadi
    Rp1.224/kWh dan 3.500-5.500 VA menjadi Rp1.279/kWh. jo ( Sumber : http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Sepuluh Pejabat Jabar Ikuti Pelantikan Susulan

    BANDUNG–Sebanyak 10 pejabat struktural di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mengikuti pelantikan susulan di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Jumat (27/1/17). Mereka yang dilantik terdiri dari pejabat Eselon III (Administrator) dan IV (Pengawas).
     
    Wakil Gubernur Jawa Barat, yang kini menjalankan tugas sebagai Plh. Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, mengatakan para pejabat yang dilantik merupakan mereka yang tak hadir pada kegiatan pengukuhan dan pelantikan pejabat yang telah dilaksanakan secara massal pada 9 Januari 2017 yang lalu.
     
    “Jadi karena saudara-saudara waktu itu berhalangan hadir, maka saya mendapatkan pelimpahan dari Bapak Gubernur yang saat ini sedang melaksanakan kunjungan kerja ke luar negeri, untuk melaksanakan pelantikan susulan pada hari ini,” ungkap Deddy Mizwar.
     
    Hal ini juga sejalan dengan ketentuan Pasal 4 ayat 2 penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang pengangkatan Pegawai Negeri Sipil, dalam jabatan struktural, yang mengamanatkan bahwa pelantikan Pegawai Negeri Sipil yang telah diangkat dalam jabatan struktural dilakukan selambat-lambatnya 30 hari sejak penetapan pengangkatan.
     
    Maka berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 821.2/kep.35-BKD/2017 tentang pengangkatan dan pemindahan dalam dan dari jabatan struktural, jabatan administrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dilakukan pelantikan susulan bagi 10 pejabat eselon III dan IV yang diantaranya:
     
    1. Raden Mukti Subagja, Kepala Pusat Pengelolaan Informasi dan Aplikasi Pendapatan, Badan Pendapatan Daerah;
    2. Sukmawati, Kepala Sub bagian Keuangan dan Aset, Sekretariat Dinas Kesehatan;
    3. Rosmiati, Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Air dan Udara, pada Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup;
    4. Sutrisno, Kepala Seksi Keteknikan, Ketenaga Listrikan, pada Bidang Ketenaga Listrikan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral;
    5. Kurnia Permana, Kepala UPTD Energi Sumber Daya Mineral Wilayah II Bogor, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral;
    6. Neneng Rida Irawati, Kepala Seksi Pelaksanaan Pelatihan, pada Balai Pelatihan Pertanian, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura;
    7. Eko Setiadi, Kepala Seksi Sungai, Danau, Waduk, dan Pantai, pada Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Citanduy, Dinas Sumber Daya Air;
    8. Rudi, Kepala Seksi Irigasi, pada Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung, Dinas Sumber Daya Air;
    9. Muhammad Nur, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, pada Balai Rehabilitasi Sosial Pamardi Putra Lembang Bandung, Dinas Sosial;
    10. Rafida, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, pada UPTD Korps Aparatur Sipil Negara, Badan Kepegawaian Daerah.
     
    Selanjutnya, kepada para pejabat yang dilantik dan dikukuhkan hari ini, Deddy Mizwar menginstruksikan agar mereka harus dengan cepat beradaptasi dan bersinergi dengan jajarannya, sekaligus membangun konsolidasi organisasi. “Pahami dan laksanakan, tanggung jawab yang diemban, khususnya dalam mentransformasikan kebijakan pimpinan kedalam bahasa dan langkah operasional sekaligus mengawasi, dan mengendalikan pelaksanaannya sehari-hari,” ujar Deddy.
     
    “Kita harus bergerak cepat, karena dinamika masyarakat saat ini juga bergulir dengan sangat cepat. Oleh karena itu, bagi saudara-saudara yang menempati pos jabatan baru, atau masih pos jabatan lama tapi mendapat perubahan tugas pokok dan fungsi sebagai dampak dari penyesuaian SOTK, segeralah pelajari seluruh rencana kegiatan unit kerjanya yang tertuang dalam dokumen anggaran 2017,” tuturnya.
     
    Disamping itu, Deddy pun tak lupa memotivasi para pejabat yang baru dikukuhkan tersebut untuk memiliki tekad dan kemampuan untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Sementara dirinya pun berpesan, apabila terdapat permasalahan di kemudian hari, maka segera lakukan langkah antisipasi untuk mengeliminir deviasi, dan menyempurnakan pada kesempatan perubahan anggaran.
     
    Hadir pada pelantikan dan pengukuhan susulan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa, Unsur Forkopimda Provinsi Jawa Barat, Para Pejabat Administrator dan Pejabat pengawas, dan para tamu undangan.

    Sumber ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/21043/2017/01/27/Sepuluh-Pejabat-Jabar-Ikuti-Pelantikan-Susulan )

    Read more
  • Sholat Sunnat Iedul Adha dan Penyembelihan Hewan Qurban

    BANDUNG-Shalat Sunnat Iedul Adha Tingkat Provinsi Jawa Barat, berlangsung di lapangan Gasibu, Minggu (5/10) dihadiri oleh Gubernur Ahmad Heryawan dan pimpinan OPD Prov. Jabar serta ribuan ummat Islam Kota Bandung.

    Bertindak sebagai Imam dan Khotib, yaitu, Prof. Dr. Dedi. Mulyasana. Yang dalam khutbahnya menjelaskan tentang beberapa hikmah sekitar ibadah qurban dan ibadah haji.

    Sebagaimana biasa, usai pelaksanaan sholat ied, Gubernur beserta Ibu Netty Heryawan, menerima silaturahmi dari jamaah ied.

    Usai mengikuti sholat Sunnat Ied, Gubernur Heryawan melakukan penyembelihan hewan qurban atas nama diri dan keluarga. Ada dua ekor sapi dan 12 ekor domba dimana dagingnya akan dibagikan kepada kaum dhuafa sekitar Gedung Pakuan. Kesemua hewan qurban itu, disembelih sendiri oleh Gubernur Ahmad Heryawan.

    Gubernur Heryawan berucap syukur, bahwa pada tahun ini bisa melaksanakan dan mengeluarkan hewan qurban, dan Insya Allah ditahun-tahun selanjutnya, berharap bisa mengeluarkan hewan qurban juga. Sumber: ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Sidang Doktoral, Netty Heryawan Paparkan Formula Baru G to G

    BANDUNG -- Netty Heryawan mendapatkan hasil yudisium "sangat memuaskan" usai menjalani sidang ujian promosi gelar Doktor Bidang Ilmu Pemerintahan dengan tema "Evaluasi Kebijakan Goverment To Goverment Indonesia Dengan Korea Selatan (Studi Kasus Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Di Korea Selatan) di Ruang Sidang PPs Unpad Bandung, Kamis (29/1).

    Dalam desertasinya, Netty memandang bahwa program G to G sebagai sebuah kebijakan yang bagus dalam konteks untuk memperbaiki sistem penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Walaupun pada implementasinya, menurut Netty, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki.

    "G to G ini baru dilakukan di 3 negara, di tahun 2004 dengan Korea Selatan, tahun 2006 dengan Jepang dan tahun 2008 dengan Timor Leste. Namun sebelumnya dilakukan P to P (Private to private) yang tidak menguntungkan bagi tenaga kerja kita dari tahun 1993 - 2003," jelasnya.

    Maka dari itu Netty mengajukan konsep baru dalam program G to G yaitu orientasi sikap yang terkait dengan target sasaran bahwa TKI ini juga tidak boleh melanggar aturan negara dimana mereka bekerja. Serta komitmen bersama yang dimaksudkan pemerintah Indonesia dan Korea Selatan terhadap permasalahan yang dihadapi oleh TKI.

    Disamping itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyambut baik desertasi dengan ide G to G ini. "Dalam sisi pemerintahan, saya sebagai Gubernur Jawa Barat menyatakan masukan-masukan tersebut dapat ditindak lanjuti oleh pemerintah Provinsi. Walaupun G to G ini berkaitan dengan pemerintah Pusat kedua negara, tetapi dalam tahapan tertentu seperti proses rekrutmen berasal dari provinsi, maka dari sanalah kami akan terlibat dalam memperbaiki pengiriman tenaga kerja," tambahnya.

    Netty menyebutkan hasil penelitian ini menunjukan adanya karakteristik evaluasi fokus nilai kebijakan G to G Korea Selatan - Indonesia dilatarbelakangi oleh permasalahan yang berkaitan dengan pengelolaan tenaga kerja asing yang bekerja di Korea Selatan oleh perusahaan swasta (private to private) yang berdampak pada irasional biaya pengiriman tenaga kerja asing (TKA), status TKA sebagai peserta magang dan terjadi pelanggaran overstayed. Hasil kebijakan atau manfaat dari program G to G sebagai pemaknaan karakteristik evaluasi independensi fakta nilai dengan terjaminnya perlindungan hak TKA oleh UU Korea Selatan.

    Lalu, karakteristik evaluasi orientasi masa kini dan masa lampau menunjukan implementasi program yang masih memiliki permasalahan di Indonesia (dalam proses rekruitasi, pelaksana tes bahasa Korea, proses pemanggilan, proses prelimdan proses pengiriman) maupun di Korea, yaitu perusahaan tidak lagi beroprasi, TKA mengalami gegar budaya, gangguan kesehatan dan tidak loyal lagi pada perusahaan. 

    Dualitas nilai menunjukan bahwa program G to G memiliki kelebihan dan kekurangan. Antara lain, kelebihan G to G dapat menjamin hak TKA, peningkatan kualitas TKA dan meminimalisasi biaya. Sedangkan kekurangnya adanya ketidakpastian Sumber daya manusia baik sebagai pembuat kebijakan maupun sebagai implementor, kurangnya koordinasi yang menyebabkan ketidakakuratan data dan permasalahan yang dilakukan TKI serta tidak adanya interaksi antara pemilik perusahaan dengan calon pekerja.

    Dengan demikian, Netty ingin menyampaikan saran kepada stakeholder terkait untuk mulai menginisiasi program G to G ke negara lain termasuk yang sudah dilakukan ke Jepang dan Timoe Leste. Berharap nantinya tenaga kerja yang akan bekerja keluar negeri dapat dikawal dengan program G to G ini kqrena lebih aman, lebih terjamin dan kesejahteraan bagai tenaga kerja lebih baik. 

    Ujian promosi gelar dokotr ini melibatkan Tim Promotor yang menguji yaitu Prof. Dr. Drs. H. Nasrullah Nazsir, M.S, Prof. Drs. H. A. Djadja Saefullah, M.A., Ph.D dan Prof. Dr. Drs. H. Asep Kartiwa, S.H., M.S. Selain itu, Tim Oponen Ahli yaitu Prof. Dr. Drs. H. Utang Suwaryo, M.A, Prof. H. Oekan S. Abdoellah, M.A., Ph.D dan Prof. Drs. Yanyan M. Yani, MAIR., Ph.D. Sedangkan Representatif Guru Besar yaitu Prof. Dr. Drs. H. Dede Mariana, M.Si. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Silaturahmi Gubernur & Tokoh Jabar Di Jakarta

    JAKARTA–Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersilaturahmi dengan para pimpinan daerah dan tokoh Jawa Barat yang berada di DKI Jakarta. Pertemuan yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jl. Jenderal Sudirman Nomor 86, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (13/11) ini, juga dihadiri 3 menteri dari Kabinet Kerja Jokowi-JK.
     
    Para menteri yang hadir pada pertemuan yang berlangsung hangat ini, yaitu: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Agraria & Perencanaan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, serta Menteri PAN & Reformasi Birokrasi Yudi Chrisnandi. Selain itu, hadir pula Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, sesepuh Jabar yang juga anggota DPR RI Popong Otdje Djunjunan, mantan Wakapolri Adang Daradjatun, mantan Wagub Jabar ke-10 Dede Yusuf, serta para anggota DPR asal Dapil Jabar, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Jabar, serta Ketua Kadin dan para pengusaha Jabar.
     
    Dalam Malam Silaturahmi yang bertajuk “Rampak Sauyunan Ngawangun Jawa Barat”, Gubernur Ahmad Heryawan pada sambutannya mengatakan perlunya memperhatikan daerah asal untuk proporsionalitas, karena hal tersebut hingga akhir hayat tidak akan pernah berubah. “Oleh karena itu, hadirin sekalian sangatlah wajar dalam posisi proporsional kita memperhatikan tempat dimana kita berasal”, tutur Gubernur.
     
    Pada kesempatan ini, Gubernur pun menuturkan harapannya kepada para tokoh asal Jabar yang saat ini duduk di pemerintahan dan legislatif pusat agar senantiasa memperhatikan Sunda dan Jawa Barat, untuk membangun bersama Jawa Barat, baik pembangunan fisik atau nonfisik demi kesejahteraan seluruh masyarakat Jawa Barat. Untuk itu, Gubernur pun berkelakar bahwa pihaknya tidak akan lagi memilih dan mendukung orang Jabar yang telah duduk di pemerintahan atau legislatif pusat apabila tidak memberikan perhatian dan perannya dalam membanguan Jawa Barat.
     
    Selain itu, Gubernur menyampaikan berbagai kemajuan yang telah dicapai Jabar hingga saat ini. Seperti angka pasrtisipasi masyarakat Jabar dalam mengenyam pendidikan yang terus meningkat, serta pembangunan infrastruktur yang terus berkembang dan maju; seperti pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka-yang saat ini sudah memasuki tahap pembangunan runway. Dengan demikian, pada tahun 2015 BIJB Kertajati sudah mencapai pembangunan terminal, sehingga 2017 mendatang sudah mulai dapat dioperasikan.
     
    Pada kesempatan yang sama, salah satu menteri yang hadir, Susi Pudjiastuti memberikan apresiasinya terhadap pembangunan ifrastruktur Jabar yang lebih baik saat ini. Namun, Menteri Susi pun tetap memberikan sarannya kepada Pemda Jabar agar terus memperhatikan pembangunan sarana fisik dan nonfisik di Jabar, khususnya pada bidang perikanan, agar lebih baik lagi ke depannya.
     
    Susi pun memuji kepada para petani dan nelayan Jawa Barat yang diakuinya paling pintar di Indonesia. “Jawa Barat itu sebetulnya kalau tadi dibilang petaninya paling pintar, nelayannya juga paling pintar. Jadi Jawa Tengah, Jawa Timur nelayan-nelayan Lobsternya itu dididik oleh nelayan-nelayan kita (Jawa Barat) yang kita bawa beberapa tahun yang lalu. Termasuk Pulau Simelu, disana ada pengepulan Lobster dengan 200 nelayan yang bisa mendapatkan 16 hingga 30 Milyar per tahun sejak tahun 2005”, ungkap Susi.
     
    Susi pun menambahkan agar perlunya Jawa Barat melaksanakan tata kelola lingkungan laut dan hutan yang lebih sustainable. Untuk itu, ia berharap agar Gubernur dan Bupati di seluruh Jawa Barat segera membuat Perda tentang perlindungan mangrove yang tidak boleh ditembang lagi, serta Perda tentang pelarangan penjualan Lobster atau Kepiting yang bertelur.
     
    Para tokoh yang hadir pun berharap pertemuan tersebut agar lebih sering untuk dilaksanakan. Selain untuk silaturahmi, hal ini pun dapat menjadi fasilitas komunikasi antar-para tokoh, pejabat, dan pemangku kepentingan lainnya demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan Jabar. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Sinergikan Pembangunan Venue PON Dengan Asian Games 2018

    JAKARTA-Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar didampingi Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Jawa Barat Yudha Munajat Saputra, mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Asian Games 2018 di Kemenko Kesra. Dalam Rakor tersebut dihadiri Menko Kesra, Agung Laksono, perwakilan dari DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan berbagai pihak terkait termasuk Polri dan TNI.

    Usai Rakor Jumat (10/10), Deddy mengungkapkan keinginannya  agar pesiapan atlet atau venue untuk Asian Games dan PON 2016 nanti bisa disenergikan, sehingga pelaksanaan PON bisa matang. Deddy menekankan, nanti pada tahun 2018 terutama venue tinggal dilakukan perbaikan atau pemeliharaan saja. Karenanya ia menginginkan secepatnya ada keputusan penetapan cabor yang akan diselenggarakan di Jawa Barat.


    “Yang penting, mengenai pembinaan atlet bisa dikaitkan dengan PON XIX di Jabar. Terus mengenai venue bisa sinergis untuk PON dengan Asian games ini dengan standar Asian games, ujarnya.

    Jadi, engga dua kali. Karena itulah segera dengan penetapan  cabor mana saja yang ada di Jawa Barat. Venue apa saja yang dipakai, kemudian kalau bisa ya bantuan keuangan dari PBN bisa segera diturunkan. Jadi PON akan bisa lebih sempurna. Karena terbantu oleh APBN. Sehingga di 2018 kita tinggal maintenance,” harapnya.

    Sedangkan Menko Kesra RI Agung Laksono dalam sambutannya menginginkan penyelenggaraan Asian Games nanti bisa lebih sukses dibandingkan penyelenggaran saat Indonesia menjadi tuan rumah tahun 1962. Selain itu Agung menghendaki adanya unsur seni budaya Nasional yang dimunculkan saat penyelenggaraan Asian Games.

    “Tentu berharap dengan kemampuan sumber daya manusia kita yang sudah lebih hebat dibandingkan tahun 62, maka penyelenggaraan harus lebih baik. Kalau lebih jelek kita harus lebih malu pada senior-senior kita. Harus mampu menonjolkan budaya Indonesia pada setiap kesempatan,” ungkap Agung.

    Dalam rakor tersebut diputuskan beberapa hal diantaranya, kesiapan semua stake holder  untuk mendukung pelaksanaan Asian Games. Kemudian akan diusulkan pembuatan Kepres sebagai payung hukum penyelenggaraan Asian Games. Diputuskan untuk sementara waktu penyelenggaraan Asian Games adalah Agustus 2018. Sumber : ( http://www.jabarprov.id ) 

    Read more
  • Tahun 2015, Aher Kembali Kukurusukan Ke Jabar Selatan

    PANGALENGAN - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) membuka lembar 2015 dengan rangkaian kunjungan kerja (kunker) lapangan. Kunker atau kukurusukan di wilayah Jabar bagian Selatan ini dijadwalkan tiga hari, dimulai Jumat (2/1).

    Pada awal Desember lalu, Aher juga melakukan kunker ke Jabar bagian Selatan. Diharap, rangkaian kunjungan lapangan awal tahun ini mempertajam hasil kukurusan lalu, agar sejumlah program pemerintah provinsi berjalan efektif dan lancar, untuk percepatan perkembangan wilayah tersebut.

    "Kunjungan lapangan hari ini sebagai kelanjutan kegiatan kemarin (Desember 2014). Kita ingin mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan," ungkap Aher kepada wartawan di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, sebelum berangkat.

    Kunker dilaksanakan di Kabupaten Bandung, Garut, Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi. Sasaran peninjauan meliputi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, infrastruktur, dan pariwisata.

    Kukurusukan pertama digelar di Balai Pengembangan Benih Kentang, Dinas Pertanian Tanaman Pangan di Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Gubernur Aher yang didampingi Kapolda Jabar Irjen Mochammad Iriawan dan para kepada dinas terkait tiba di balai benih sekitar pukul 09:20 WIB.

    Diterima Kepala Balai Pengembangan Benih Kentang Iwan Jauhari, Gubernur Aher meninjau laboratorium kultur jaringan, green house penyemaian, dan gudang pemrosesan calon benih.

    Aher kepada kepala dan tim ahli balai bertanya seputar proses produksi benih kentang. "Prinsipnya, kita perlu berusaha sekuat tenaga agar kebutuhan benih kentang unggul para petani dapat dipenuhi," tandasnya.

    Gubernur menegaskan ketersediaan benih kentang unggul berpengaruh pada pendapatan dan kesejahteraan petani. Aher lalu meminta kepada jajaran balai untuk bekerja keras agar target produksi benih tercapai.

    Menjawab Gubernur, Iwan mengatakan pihak juga secara kontinyu melakukan pelatihan dan penyuluhan kepada petani kentang agar produktivitasnya optimal. "Hasil panen tentu dipengaruhi pada ketepatan budidaya. Karenanya, balai senantiasa membina para petani," tuturnya.

    Usai di Balai Pengembangan Benih Kentang, Gubernur Jabar dan rombongan melanjutkan kunker ke Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Tangkuban Parahu Dihapus Dari Paket Perjalanan Wisata

    BANDUNG-Objek wisata Tangkuban Parahu di Jabar akan semakin ditinggalkan  dan tidak dimasukan dalam paket wisata untuk orang asing oleh para biro perjalanan. Hal ini menyusul laporan dari Perwakilan BPPD Jabar di Kuala Lumpur yang menyebutkan agen perjalanan di Malaysia tidak akan memasukan Tangkuban Perahu ke dalam paket wisatanya menyusul naiknya tarif yang mereka nilai sangat tinggi dan memberatkan.

    Dari release BPPD Jabar, seperti diketahui, awal November 2014 peraturan pemerintah telah menaikkan tarif sejumlah objek wisata, termasuk Tangkuban Parahu yang semula Rp 75.000 hari biasa menjadi Rp 200.000 dan menjadi Rp 300.000 pada hari libur.

    Sedangkan dalam kenaikan tiket yang berlaku mulai November 2014 untuk wisatawan dalam negeri tiketnya naik dari Rp 17.000 menjadi Rp 20.000 pada hari biasa dan menjadi Rp 30.000 pada hari libur.Kenaikan tarif ini mengundang reaksi agen perjalanan wisata yang tergabung dalam Asita. Bahkan sejumlah Asita di beberapa provinsi menolak keputusan tersebut.

    Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jabar Hilwan Saleh menyebutkan, laporan  dari Perwakilan BPPD Jabar di Kuala Lumpur Malaysia juga menyebutkan, kenaikan tarif dinilai tidak adil karena  hampir tidak ada penambahan fasilitas atau pengembangan objeknya.

    “Kemungkinan Bandung akan ditinggalkan karena tidak kompetitif lagi, dan mereka akan lebih memilih paket empat hari tiga malam di Ho Chi Min City dari pada empat hari tiga malam di Bandung,” tambah Hilwan.

    Kondisi seperti ini sangat kontradiktif mengingat dari promosi yang dilakukan berbagai insan kepariwisataan di Indonesia yang melakukan berbagai promosi di Malaysia nampaknya mulai membuahkan hasil dan menarik, setidaknya dengan akan dibukanya rute penerbangan baru Kuala Lumpur-Bandung oleh Malindo Air pada Desember tahun ini.

    “Kondisi seperti ini sangat memprihatinka usaha insan pariwisata melakukan promosi di Malaysia yang menjadi salah satu pangsa pasar utama bisa disebut mubazir atau sia sia,” kata Hilwan, sambil menambahkan BPPD Jabar dan Disbudpar Jabar serta dari provinsi lainnya hampir setiap tahun melakukan promosi di Matta Fair Malaysia yang merupakan pameran dan penjualan produk wisata kelas dunia. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id  )

    Read more
  • Tari Topeng Panji Khas Cirebon, Best Ethnographic Film

    CIREBON-Siji, film etnografi karya sutradara Diah Paramitha yang mengekspos tari topeng Panji khas Cirebon, sukses menyabet predikat sebagai Best Etnographic Film, dalam gelaran West Java Cultural Performing Arts and Film Festival, Gotrasawala 2014.

    Siji berhasil merebut hadiah utama uang tunai sebesar 50 juta rupiah setelah mengungguli tujuh film etnografi lainnya, yaitu Pamor, Pisang Goreng, Karat (Karinding Attack), Takmat, Pabrik Dodol, Anak Pinggiran Klenteng, dan Aleh Sumarno, yang masing-masing mendapatkan 15 juta rupiah.

    Dengan diumumkannya film Siji sebagai pemenang utama, rangkaian perhelatan akademik dan budaya bertajuk “Revisiting Cirebon in the 17th Century” ini berakhir, dan resmi ditutup oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, pada Sabtu (06/12) malam di Radiant Art Center, Jalan Raya Cirebon – Kuningan KM 2.

    Dalam sambutannya, Aher mengungkapkan bahwa sebagai event budaya terpanjang, Gotrawasala memiliki peran penting dalam menghadirkan seni dan budaya sebagai keindahan yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

    “Gotrasawala ini event paling panjang, sekaligus paling lengkap”, ungkap Aher dalam sambutannya. “Ada musiknya, ada teaternya, tari-tariannya, bahkan sekarang lebih luar biasa, ada festival film etnografinya”, paparnya lagi.

    Bagi Aher, beragamnya warna-warni seni dan budaya yang dipadukan dalam satu perhelatan akbar seperti Gotrasawala dengan begitu harmonisnya, merupakan prestasi tersendiri bagi Jawa Barat. Untuk itu Aher berharap, Gotrasawala dapat terus dihadirkan setiap tahunnya.

    “Insha Allah, selanjutnya akan terus hadir, bahkan lebih besar lagi, lebih dioptimalkan lagi, sehingga internasional lebih tertarik untuk mengunjungi Gotrasawala”, ujar Aher. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Tarif Angkutan Umum Di Jabar Segera Turun

    BANDUNG-Pemerintah Pusat pekan lalu sudah menurunkan harga BBM. Terkait kondisi tersebut, tarif angkutan umum akan segera turun.

    Hal demikian, diungkapkan Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (21/1).

    Gubernur, lebih lanjut mengungkapkan, untuk memenuhi rasa keadilan kepada masyarakat, sebuah kewajaran jika harga BBM naik, maka tarif angkutan umum akan naik. Sebaliknya, jika harga BBM turun sebuah kewajaran pula jika tarif angkutan
    umum juga turun.

    Besaran penurunan tarif, sudah dikoordinasikan oleh pihak Dishub Prov.Jabar yang melibatkan Organda.

    Adapun besaran tarif yang ditetapkan pasca kebijakan penurunan harga BBM, ujar Gubernur, adalah tarif untuk angkutan jenis Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). (SN) Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Tentang Jabar Pemerintahan Info Jabar Layanan Potensi Jabar Live Streaming Gisel : Kecantikan Dan Fashion Menjadi Kebutuhan Yang Tidak Terbantahkan

    BANDUNG - Perkembangan positif dari bidang  kecantikan sekarang ini tentu saja memberikan peluang kepada pebisnis untuk mengambil peran dan mampu memanfaatkan pangsa pasar yang cukup luas dengan sebaik-baiknya.

    Selain itu, dapat membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus untuk mengembangkan inovasi dan kreasinya agar semakin digemari oleh masyarakat.

    Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Giselawati Mizwar mengatakan hal tersebut saat membuka acara Halal Bi Halal 1435 H dengan berbagai Organisasi Profesi bidang jasa Rias Pengantin, Pengusaha Salon, dan Para Profesional Make-Up Artis Jawa Barat. Dengan tema “Harmonisasi Organisasi di Balarea Convention Hall BTC Fashion Mall Bandung, Rabu (27/8).

    Lanjutnya, dengan bertambahnya bisnis salon, perawatan kecantikan serta busana saat ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Itu artinya kebutuhan masyarakat untuk tampil lebih cantik dan menarik mulai meningkat khususnya di wilayah perkotaan, termasuk kota-kota besar di Jawa Barat.

    "Kecantikan dan fashion menjadi kebutuhan yang tidak terbantahkan saat ini," tuturnya.

    Tidak hanya acara silaturahmi Halal Bi Halal 1435 H diadakan juga Lomba Fashion Hijab. Momentum ini bukan saja sekedar lomba untuk menampilkan kreasi rancangan andalan busana muslim. Tetapi dapat dijadikan sebagai salah satu wahana interaksi industrial antara perancang, investor dan masyarakat.  

    Giselawati berkeyakinan, apabila upaya ini dapat dilakukan dengan serius dan berkelanjutan Insya Allah bisnis salon, perawatan kecantikan dan fashion menjadi salah satu bidang usaha untuk kesejahteraan bagi masyarakat dan mampu bersaing dengan daerah lain bahkan negara lain.

    Acara ini dihadiri oleh Ahli Rias Pengantin Jawa Barat Daday Khodigar, Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia Melati Prov. Jawa Barat (Harpi), DPD Tiara Kusuma, Lembaga Pendidikan Yayasan Argadia, Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia, Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia, Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia, IPHI Pancawati Jawa Barat dan Ikarip Jawa Barat. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Tiga Raperda Jawa Barat Disahkan

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menghadiri pengesahan  3 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mengesahkan  pada rapat Paripurna, di ruang sidang DPRD, Selasa (16/6).

    Ketiga Raperda tersebut yakni perubahan kedua atas Perda Jabar No 20 Tahun 2010 tentang Penyertaan Modal Pemprov Jabar pada PT Jasa Sarana, perubahan kedua atas Perda Jabar No 21 Tahun 2010 tentang Penyertaan Modal Pemprov Jabar pada PT Tirta Gemah Ripah dan perubahan atas Perda No 3 tahun 2012 tentang Pembentukan Peraturan Daerah.

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, sebagai pengemban aspirasi rakyat, DPRD telah menunjukan dedikasi dan tanggung jawab yang diaktualisasikan melalui penetapan kebijakan daerah sebagai landasan operasional penyelenggaraan pemerintah daerah. "Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya khususnya kepada Komisi III DPRD yang telah mengesahkan Raperda ini," ujar Heryawan.

    Ia juga mengapresiasi Badan Pembentukan Perda atau bila di DPR RI disebut juga dengan Badan Legislasi yang telah memprakarsai Perda No 3 tahun 2012 sebagai payung hukum pembentukan Perda pasca ditetapkannya Undang-undang No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Tim Peneliti Nasional Akan Ekskavasi Situs Gunung Padang

    BANDUNG -- Atas usaha dan dukungan pemrov jabar akhirnya Gunung Padang Cianjur ditetapkan sebagai situs nasional. Menyusul, pada tanggal 17 Agustus telah dibentuk Tim Nasional Percepatan Penelitian dan Ekskavasi situs Gunung Padang. sebagai langkah awal tim peneliti akan melakukan penggalian di bagian utara situs. Hal tersebut diungkapkan oleh Wisnu Ariastika usai menemui Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar di Rumah Dinasnya, Jl Ir Juanda, Bandung, Senin (18/8).

    Menurut Wisnu yang merupakan peneliti dan ahli struktur dari Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) mengatakan, setelah mendapat Keputusan Menteri (Kepmen) langkah awal dari tim peneliti yang terdiri dari Kemendikbud, Kementrian ESDM, Kementrian PU, Gubernur Jabar, TTRM dan sejumlah arkelog/peneliti adalah melakukan pengamanan stuktur.

    “Kita rencananya mulai besok itu sudah masuk gunung padang untuk melihat detil mana saja yang harus dilakukan pengamanan terlebih dahulu. Pengamanan struktur. Karena kami khawatir dengan adanya rembesan-rembesan air nanti ada deformasi struktur,” tuturnya.

    Dalam penelitian situs seluas 29 hektar tersebut. Tim peneliti akan melakukan penggalian sehingga memunculkan bentuk terasering dan akan menentukan jenis pemugaran yang sesuai dengan kondisi situs gunung padang

    “Pada oktober akan dilakukan pengupasan pertama untuk memunculkan terasering agar seperti yang sudah ada. Nanti ada studi lanjutan setelah ekskavasi, tentang pemugaraanya akan seperti apa. Apa akan seperti system Borobudur yang dibongkar total. Atau perbaikan deformasi setempat,” papar Wisnu.

    Menanggapi hal tersebut Wakil Gubernur, Deddy Mizwar mendukung sepenuhnya langkah tim peneliti. Karena bila misteri gunung padang terungkap maka akan menjawab berbagai pertanyaan. Diungkapkan Wagub apabila dugaan mengenai sisa peradaban tinggi terbukti, maka akan mengangkat harga diri bangsa di mata dunia.

    “ ini untuk Mencari peradaban yang hilang. Insyaallah kedepan kita bisa mengangkat kebanggaan akitanya belum melakukan apa-apa. Maka Alhamdulillah sudah ada per-mennya sehingga bisa langsung bekerja. Timnasional juga sudah bekerja. Sudah seminggu disana melakukan persiapan ekskavasi pertama dari arah utara,” papar wagub.

    Guna mendukung langkah para peniliti sudah dilakukan peraturan Gubernur yang menganggarkan dana sebesar 3 milliar guna pengelolaan dan pemeliharan gunung padang. Akan tetapi dana tersebut belum bisa digunakan sebelum ada kejelasan aturan dari keputusan menteri tersebut. Sehinga tidak terjadi tumpang tindih mengenai peran, kewenangan, hingga anggaran dalam penelitian dan ekskavasi antara pemerintah provinsi dan pusat.

    Selain itu menurut Wagub yang lebih diutamakan adalah pengelolaan budaya dan ekonomi lokal. Sehingga keberadaan situs tersebut bisa mengembangkan masyarakat bukan mematikannya.

    “Masalah kebudayaan dan nilai-nilai disana yang harus hidup. Sampai disiapkan infrastrukturnya. Sekarang kan sudah ada kereta api. Bagaimana infrastrukturnya, bagaimana kawasannya. Disitu banyak warung-warung kan. Nah mesti dipindahkan. Supaya ada manfaat buat masyarakat setempat. Jadi, gunung padang untuk jawa barat– jawa barat untuk Indonesia- indonesia untuk dunia,” pungkasnya. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Tingkatkan Infrastruktur Kesehatan

    BANDUNG-DPR RI melalui Komisi IX mendorong percepatan infrastruktur kesehatan, ungkap Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi dalam keterangannya kepada wartawan di sela-sela peresmian Rumah Sakit Santosa, Jalan Kopo, Sabtu (17/1)

    Berkenaan dengan dorongan peningkatan infrastruktur kesehatan kehadiran rumah sakit baru baik yang didirikan pihak swasta seperti Rumah Sakit Santosa Sangat mendukung .

    Setidaknya melalui penambahan infrastruktur kesehatan seperti rumah sakit, dengan bertambahnya  pasien, kekurangan tempat tidur dapat teratasi, setidaknya untuk rawat inap yang saat ini masih kurang di seluruh Provinsi di Indonesia dengan skala perbandingan 1 banding 20.

    Sementara itu, untuk kondisi Jabar lumayan perbandingan ruang rawat inap dan pasien skala perbandingan sudah cukup bagus karena karena jumlah rumah sakit sudah cukup banyak.

    Namun, persoalan yang dihadapi di Jabar soal pemerataan karena rumah sakit yang representatif baru tersebar di Kota-Kota seperti Bekasi dan Kota Bandung. Dengan demikian, untuk Jabar tingkat pemerataan infrastruktur kesehatan  harus menjadi perhatian.

    Ke depan, sejalan dengan tuntutan peningkatan infrastuktur kesehatan, penambahan Puskesmas didorong untuk terus ditingkatkan. Adapun sumber dana yang bisa dipakai untuk  peningkatan infrastruktur diantaranya bersumber dari hasil cukai. Jumlahnya kini mencapai Rp. 107 trilyun. Dari  dana tersebut, ujar Dede Yusuf,  sebesar 50 persen direkomendasikan untuk dialokasikan infrastruktur kesehatan. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Tren Masyarakat Global Lebih Tertarik Produk Bersertifikasi Halal

    BANDUNG–Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis menilai persoalan jaminan produk halal adalah bagian dari peluang, bukan hambatan, yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan, tidak terbatas pada umat Islam saja.
    Sebab, dengan adanya jaminan kehalalan tersebut produk seperti bahan makanan, akan lebih bersih (cleaner), lebih enak (tastier), dan lebih sehat (healthier). Hal tersebut, diungkapkan Iskan dalam rilis yang diterima jabarprov.go.id, Selasa malam (18/10).

    “Komisi VIII DPR RI, ungkap Iskan menginginkan agar masyarakat mengubah persepsi agar Jaminan Produk Halal adalah peluang bukan hambatan. Karena tren global ke depan adalah keinginan orang, bahkan non muslim sekalipun, untuk mengonsumsi barang yang lebih bersih, lebih enak, dan lebih sehat yang terjamin dalam produk-produk halal,” ungkapnya.

    Oleh karena itu, Komisi VIII DPR RI, akan meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk segera menjalankan amanat UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Oleh karena, dalam UU tersebut telah diamanatkan bahwa selambat-lambatnya dalam kurun waktu dua tahun sejak diundangkan, yaitu 17 Oktober 2016, pemerintah harus telah menyelesaikan dua hal.

    “Pertama, menyelesaikan peraturan turunan, baik Peraturan Pemerintah, Perpres, dan Permen, agar UU tersebut dapat segera dijalankan. Kedua, pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang menghimpun dari banyak stakeholder,” ungkapnya.

    Oleh karena itu, Komisi VIII DPR RI berharap Kementerian Agama mempercepat pembentukan BPJPH tersebut dengan berkoordinasi kepada LPOM MUI yang dinilai telah memiliki peneliti dan laboratorium yang teruji.

    “Juga diharapkan agar produk halal itu menjadi peluang Indonesia untuk melakukan ekspor atau go international. Karena negara-negara Korea, Jepang, Tiongkok, dan negara maju lainnya sudah membuat sistem produk halal karena keinginan untuk produk halal begitu besar bahkan hingga ke Eropa,” imbuhnya.

    Oleh karena itu, Komisi VIII DPR RI mendorong kepada Pemerintahan Jokowi untuk serius mengembangkan produk halal dalam rangka menjalankan amanat UU. Apresiasi juga diberikan kepada Kemenpar yang telah membuat model di daerah yang sudah ada wisata halal.

    “Komisi VIII DPR RI, akan leading untuk mengembangkan produk halal dan mengajak stakeholder baik dari pemerintah, masyarakat, dan pengusaha agar produk halal menjadi tren ke depan dan keberkahan bagi Republik Indonesia,” tegas Iskan. (NR)

    Sumber ( http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/19612/2016/10/19/Tren-Masyarakat-Global-Lebih-Tertarik-Produk-Bersertifikasi-Halal )

    Read more
  • Tumpengan HUT Lembaga Administrasi Negara RI Ke – 57

    JAKARTA – Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI hari ini merayakan kiprahnya yang ke – 57 tahun. Perayaan ulang tahun ditandai dengan acara pemotongan tumpeng yang dihadiri para pimpinan di lingkungan LAN, di Kantor LAN RI, Jl. Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (6/8).

    Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, dalam sambutannya berharap, LAN sebagai institusi penting dalam bidang kajian dan pendidikan dan pelatihan aparatur harus mampu memberikan kontribusi nyata kepada bangsa ini.

    Di usianya yang memasuki setengah abad lebih, lanjut Kepala, sudah seharusnya LAN membangun kapasitas internal organisasinya dengan lebih baik. Termasuk meningkatkan image LAN terus menerus.

    Senada dengan itu, Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Dr. Adi Suryanto, mengatakan, tumpengan acara HUT Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai tanda syukur kiprah LAN yang ke-57 tahun ini juga bertepatan dengan momen yang baik, yakni setelah Hari Raya Idul Fitri 1435 H.

    Rangkaian acara peringatan LAN sendiri rencananya akan diisi dengan kegiatan Halal Bi Halal (Kamis, 14 Agustus), dan kegiatan jalan santai, bazar, lomba masak dan fun games lainnya (Minggu, 10 Agustus).

    Untuk diketahui, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI didirikan dengan Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1957 dan selanjutnya susunan organisasi serta lapangan tugasnya diatur dalam Surat Keputusan Perdana Menteri No. 238/P.M/1957.

    Pendirian LAN pada waktu itu terutama didorong oleh kebutuhan Pemerintah yang sangat mendesak akan Pegawai Negeri guna menduduki jabatan-jabatan pimpinan dalam aparatur pemerintah yang memerlukan kecakapan dan keterampilan dalam bidang administrasi dan manajemen yang akan mendukung kemampuannya dalam melaksanakan tugas.

    Selain itu, pendirian LAN juga dilandasai sistem administrasi pemerintah yang pada saat itu masih berpangkal pada sistem administrasi peninggalan Hindia Belanda dan pemerintah bala tentara Jepang. Kondisi seperti itu dirasa tidak sesuai dengan kebutuhan administrasi pemerintah dalam negara Republik Indonesia yang Merdeka.

    Walaupun pendirian dan kedudukan LAN secara yuridis telah ditetapkan dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1957, tetapi baru benar-benar direalisasikan dan mulai melakukan kegiatannya sejak tanggal 5 Mei 1958 dengan diangkatnya Direktur Lembaga Administrasi Negara yang pertama Prof. Dr. Prajudi Atmosudirdjo, SH. (ft/bp/humas) Sumber : ( http://www.lan.go.id )

    Read more
  • Undangan Partisipasi PON 2016 Resmi Diluncurkan

    BANDUNG–Ketua Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional & Pekan Paralimpic Nasional (PB PON & Peparnas) Jawa Barat resmi sampaikan undangan kepada Gubernur di seluruh provinsi untuk mengirimkan kontingen provinsi masing-masing guna berpartisipasi dalam penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV Tahun 2016 di Jawa Barat.

    Undangan resmi tersebut disampaikan dalam acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Pusat di JCC Jakarta, Selasa (31/03), yang dihadiri oleh para pengurus KONI Provinsi se-Indonesia dan para Pengurus Pusat Induk Organisasi Cabang Olahraga.

    Dalam RAT tersebut PB PON dan Peparnas Jabar mendapatkan kesempatan untuk memaparkan kesiapan penyelenggaraan PON dan Peparnas yang tinggal 527 hari lagi. Paparan disampaikan  oleh Sekretaris I PB PON dan Peparnas Jabar Daud Ahmad mewakili Gubernur Jabar selaku Ketum PB PON dan Peparnas 2016.

    Selain undangan, pada kesempatan tersebut dibagikan pula Buku Pedoman Umum Penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV Tahun 2026  Jabar, serta sovenir berupa kaos dan  boneka Surili sebagai maskot PON dan Peparnas Jabar kepada seluruh peserta RAT KONI.

    Pimpinan KONI dan para peserta RAT KONI pada umumnya memberikan apresiasi terhadap paparan kesiapan penyelenggaraan PON & Peparnas Jabar dan menjadi PON dan Peparnas yang terbaik dalam sejarah keolahragaan Indonesia. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Wagub Jabar Buka Bersama 1000 Anak Yatim
    Read more
  • Wagub: Hentikan Aktifitas Penambangan Kars Karawang

    BANDUNG – Seluruh aktifitas penambangan batu kapur di wilayah Karawang Selatan, dihentikan hingga batas waktu tertentu. Keputusan tersebut diambil pada rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, di Gedung Sate Bandung (12/08).

    Seluruh aktifitas penambangan oleh siapapun harus dihentikan, sebut Deddy,  hingga proses hukum selesai dan hingga hasil penyelidikan geografis sudah disimpulkan.

    Deddy memaparkan, keadaan di lokasi penambangan sudah sangat mengkhawatirkan. Selain itu, perizinan melakukan aktifitas penambangan masih dipertanyakan. Karenanya, penghentian kerusakan kawasan kars harus segera dilakukan.

    “Keadaan disana itu mengkhawatirkan sekali, seolah-olah negara tidak hadir disana. Karena itu segeralah tindak, bagaimana izin penambangannya. Tapi jangan sampai salah langkah, itu malah bisa jadi bahan tertawaan," ujar Deddy dalam arahannya di rapat.

    Melanjuti arahan Deddy, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat, Anang Sudarna, menjelaskan bahwa pada aktifitas penambangan, harus dapat dibedakan yang mana kawasan kars yang aman ditambang, dan mana yang merupakan bentangan kars yang tidak boleh ditambang.

    “Kars batu kapur adalah penyerap air tanah yang melimpah. Di Karawang itu ada sekitar 1.012 hektar kars kelas 1, yang tidak boleh ditambang," ungkap Anang pada rapat.

    Di Desa Tamansari, Kabupaten Karawang, tercatat ada sekitar 115 tungku pembakaran batu kapur milik warga, yang sebagian besar berprofesi sebagai penambang batu kapur. Salah satu penambang, Abdullah mengaku, masyarakat desa mulai menggunakan alat peledak sejak tahun 1980-an, dan mendatangkan alat-alat berat pada tahun 2010. Hal tersebut disayangkan pemerintah, karena memperburuk kondisi area pertambangan. Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Wagub: PHBS Harus Lebih Ditingkatkan

    BANDUNG-Pada kesempatan membuka Raker Kesehatan Daerah Jawa Barat, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar kembali mengingatkan pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

    "Di beberapa sektor kesehatan, kita sudah berhasil meningkatkan persentase capaian, tetapi disektor PHBS nampaknya masih harus ditingkatkan" ujar Wagub, Senin (23/2).

    Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam PHBS menurut Wagub adalah fasilitas jamban keluarga. Wagub juga menyoroti tentang anggaran 10% untuk kesehatan dalam APBD seperti yang diperintahkan Undang Undang.

    "Anggaran sepuluh persen itu hartus dimanfaatkan seefektif mungkin, terutama untuk peningkatan partisipasi masyarakat dalam higientias lingkungan" katanya.

    Raker Kesehatan Daerah Jawa Barat berlangsung mulai 23-25 Februari 2015 di Kampus UPI Bandung (Pun) Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Wagub: Program OPD dan Biro, Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat

    SUBANG–Usai menutup secara resmi acara Pemantapan Program Kerja Tahun 2016, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengungkapkan bahwa seluruh program kerja OPD harus mengutamakan target dalam meningkatkan pelayanan publik.

    Menurutnya, seluruh program-program tiap OPD dan Biro harus berorientasi pada goal-nya, dan hasilnya harus dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

    “Orientasinya ini pada result-nya, pada goal-nya, bukan hanya sekedar pertanggung jawaban saja”, pungkas Deddy ditemui usai acara.

    “Jadi pelayanan publik ini harus jelas manfaatnya bagi masyarakat itu seperti apa”, tambahnya.

    Beberapa program OPD dan Biro yang dibahas dalam Pemantapan Program Kerja 2016 diantaranya adalah penegakkan ketertiban di Kawasan Bandung Utara (KBU), program 100.000 Wirausaha Baru, program Pembangunan Puskesmas, dan program pembangunan Ruang Kelas Baru.

    Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Wagub: WTP Jalan Benar Menuju Surga

    BANDUNG – Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, opini wajar tanpa pengecualian atau WTP adalah jalan benar menuju surga. Hal itu diungkapkan Wagub usai menyerahkan LKPD Jabar TA 2014 di Kantor Pewakilan Jabar BPK RI, Senin (30/3). Menurutnya, untuk mendapat WTP itu tidak mudah, oleh karena itu semua harus berupaya menemukan jalan benar menuju surga’ dulu.

    “Ini kan kita berupaya untuk menemukan jalan benar dulu  untuk menuju surga. Ini tidak mudah, terbukti dari 27 Kabupaten Kota ditambah 1 Provinsi kan baru 6 yang mendapat WTP” katanya.

    Wagub Jabar Deddy Mizwar menyetujui pendapat BPK yang menyebutkan WTP harus berdampak pada peningkatan kesejateraan rakyat, namun tetap harus WTP dulu, baru bisa dilihat dampaknya.

    “Saya sangat setuju dengan BPK tadi, iya memang harus berdampak. APBD yang kita gunakan itu harus berdampak pada peningkatan kesejateraan rakyat, namun jalan kebenarannya harus kita capai dulu dengan WTP itu” tegasnya.
    Sebagai catatan, Pemprov Jabar 3 kali berturut-turut mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah-nya. (Pun) Sumber ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Walhi: Mencemari Lingkungan Merupakan Praktek Kejahatan

    BANDUNG- Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan (Walhi) Jawa Barat Dadan Ramdan menyatakan,  pencemaran lingkungan khususnya di sungai dengan limbah, tidak hanya merugikan warga tetapi juga sudah suatu praktek kejahatan.

    “Membuang limbah industry sembarangan ke median lingkungan yaitu sungai, ini sudah termasuk kejahatan,” tegas Dadan, kepada www.Jabarprov.go.id beberapa waktu lalu.

    Menurut Dadan, banyaknya kasus pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan di Jawa Barat, sudah harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk segera melakukan tindakan.

    “Kita harapkan masyarakat segera melaporkan ke Pemerintah Daerah atau ke Kementerian Lingkungan Hidup, jika menemukan adanya pencemaran lingkungan oleh perusahaan,” ucapnya.

    Dadan menyatakan, pihaknya akan melakukan gugatan kepada penegak hukum jika Pemda dan perusahaan tidak melakukan upaya perbaikan system pembuangan limbah, sehingga pencemaran masih tetap terjadi.


    “Kta akan mendorong, jika pemerintah dan perusahaan tidak melakukan perbaikan dalam waktu jangka pendek (6 bulan) maka kita akan melakukan langkah gugatan untuk efek jera kepada perusahaan,”katanya.


    Menurut Dadan, Ipal harus dijalankan oleh setiap perusahaan sebelum membuang limbah air ke sungai, sebagai bentuk kewajiban perusahaan untuk menataati aturan-aturan hukum lingkungan.

    “Di amdal sudah jelas mereka punya tanggungjawab prinsip itu, mengelola air limbah tidak membuang limbah sembarang dan itu menjadi 2 hal yang harus dijalankan oleh pemegang izin usaha,” pungkasnya. (Parno) Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more
  • Wilayah Gedebage Jadi Pusat Kota Bandung ke-2

    BANDUNG- Pemerintah Kota Bandung berencana menjadikan wilayah Gedebage menjadi pusat Kota Bandung yang ke dua. Demikian dikemukakan Walikota Bandung, Ridwan Kamil. “Nantinya program kita kedepan wilayah Gedebage akan menjadi pusat Kota Bandung ke-2,” ujar Walikota, dalam sebuah acara beberapa waktu lalu. Walikota optimis memindahkan pusat pemerintahan kota ke Gedebage di Bandung Timur, karena nantinya pelayanan kepada masyarakat bisa lebih efisien dengan waktu lebih cepat. “Selama ini, untuk keperluan koordinasi antar dinas agak terhambat karena lokasi sejumlah kantor dinas tidak terfokus di satu tempat tetapi terpencar-pencar. Menurut Walikota, kedepan kantor walikota dan kantor sejumlah dinas maupun badan akan berada dalam satu area, sehingga akan memudahkan masyarakat jika akan ada keperluannya. “Untuk mengurus sesuatu, nanti masyarakat cukup datang ke satu wilayah perkantoran, tidak seperti saat ini harus menuju ke sejumlah tempat jika akan mengurus keperluan yang berkaitan dengan pemerintahan,” katanya. (Parno) (Sumber: http://jabarprov.go.id)

    Read more
  • Zarkasyi: Selamatkan Siswa Tak Mampu

    BANDUNG – Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyudin Zarkasyi menegaskan, segala bentuk pungutan di sekolah harus ditiadakan. Namun menurut Zarkasyi pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan langsung terhadap masing-masing sekolah di Jawa Barat, hanya saja Dia berpesan untuk menyelamatkan atau mengutamakan siswa tak mampu. 

    Hal itu dikatakan Kadisdik, di sela-sela acara penyerahan penghargaan Gubernur Jabar terhadap para guru dan tenaga pendidikan berprestasi Jabar 2014 di Gedung Sate, Kamis (7/8).

    “Tentang pungutan itu sebaiknya tidak dilakukan lagi, karena kita harus transparan sekarang. Apalagi sudah ada dana BOS kan ? BOS dari Pusat, Provinsi dan bahkan ada Kabupaten Kota yang ikut menganggarkan BOS juga di APBD-nya. 

    Tetapi kami memang tidak bisa melakukan pengawasan langsung ke sekolah-sekolah se-Jawa Barat, hanya saja kami bisa menekankan untuk sekolah agar menyelamatkan siswa dari kalangan tidak mampu agar tetap bisa sekolah jangan terkendala biaya” tegasnya.

    Wahyudin Zarkasyi juga menyebutkan ada 19 Kabupaten Kota yang telah menganggarkan dalam APBDnya untuk dana BOS pendampingan BOS dari Pusat dan Provinsi.

    “Ada 19 Kabupaten Kota yang telah menyertakan dana APBD nya untuk dana pendampingan BOS Pusat dan Provinsi. Diantaranya adalah Kota Banjar, Depok, Karawang dan Indramayu. Selain melakuan pendmpingan dana BOS, mereka juga menegaskan tidak boleh ada pungutan lagi di sekolah” pungkas Wahyudin. Sumber : ( http://www.jabarprov.go.id )

    Read more

MyLiveChat

Berita Foto

OL From Cianjur

Penerimaan Obsevasi Lapangan (OL) Peserta Diklat ...

Pameran Inovasi ...

Pembukaan Diklat ...

Pembukaan dan pengarahan Diklat Prajab Golongan ...

Follow Badiklatda on Twitter